Menu

Hadapi Era Society 5.0, Wagub Ajak Generasi Muda Persiapkan Diri

  Dibaca : 64 kali
Hadapi Era Society 5.0, Wagub Ajak Generasi Muda Persiapkan Diri
WEBINAR KAMPUS— Wagub Sumbar, Audy Joinaldy memberikan arahan saat Webinar Musyawarah Luar Biasa Forkommasi se-Sumbar di Auditorium Kampus II IAIN Batusangkar, Jumat (2/7).

BATUSANGKAR, METRO–Peran generasi muda milenial sangat berpe­nga­ruh terhadap perubahan Era Society 5.0. Yaitu, meng­gunakan teknologi dengan sebaik-baiknya. Sehingga mampu mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik menjadi satu. Belakangan ini istilah Industri 4.0 santer menghiasi media massa maupun media sosial. Be­lum usai hiruk-pikuk akibat Revolusi Industri 4.0, yang dibarengi perkembangan era disrupsi, tiba-tiba dike­jutkan dengan munculnya Society 5.0 (masyarakat 5.0).

Wakil Gubernur (Wa­gub) Sumatera Barat (Wa­gub Sumbar) Audy Joi­nal­dy mengatakan, peran pemerintah mem­berda­yakan masyarakat di Era 5.0 dengan memperta­han­kan kearifan lokal, perlu mengenalkan peran Society 5.0 pada kehidupan sehari-hari.

“Hal ini dikenal dengan istilah Social Cyber System and Machine Learning in Era Society 5.0,” ungkap Audy Joinaldy saat We­binar Musyawarah Luar Biasa Forum Komunikasi Mahasiswa Pengem­ba­n­g­an Masyarakat Islam (For­kommasi) se Sumbar di Auditorium Kampus II IA­IN Batusangkar, Jumat (2/7).

“Kita dikejutkan saat Pemerintah Jepang tahun 2019 memperkenalkan Era 5.0 atau super smart society. Dibuat sebagai solusi dan tanggapan dari revo­lusi industri 4.0 dan diang­gap akan menimbulkan degradasi manusia,” kata Audy Joinaldy.

Orang nomor dua di Sumbar ini menjelaskan,  ke depan, masyarakat di­do­rong untuk dapat me­nyelesaikan berbagai tan­ta­ngan dan permasalahan sosial, dengan meman­faatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0.

Ada tiga hal ditandai dengan hadirnya Era Society 5.0. Pertama, muncul­nya bisnis baru yang stra­tegi, lebih inovatif dan Intangible Assets (aset tak berwujud fisik) yang bisa diperjual belikan. Seperti, aplikasi online. Kedua, mun­cul profesi-profesi baru yang sebelumnya dengan berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan bua­tan dan robotika untuk bisa bersaing.

Ketiga, solusi meng­hasil­kan produk unggul yang menghasilkan produk dengan memanfaatkan teknologi, menggunakan tenaga kerja yang handal dalam IoT. “Society 5.0 ialah masyarakat dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasa­lahan sosial dengan me­manfaatkan berbagai ino­vasi yang lahir di era Revo­lusi industri 4.0. Seperti Internet on Things (IoT), Artificial Intelligence (ke­cer­dasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot, untuk mening­katkan kualitas hidup ma­nusia,” jelasnya.

Ada tiga kemampuan utama menghadapi Society 5.0. Pertama, kemam­puan memecahkan masa­lah kompleks dan dapat menjadi problem solver bagi dirinya serta orang banyak. Kedua, kemam­puan berpikir kritis dan peka terhadap kehidupan sosial. Ketiga, kemampuan untuk berkreativitas berba­sis IoT.

Audy Joinaldy juga men­je­laskan, peran aktif pe­muda di era 5.0 harus me­miliki kekuatan moral, kon­trol sosial dan bisa menjadi agen perubahan. “Gene­rasi muda harus siap meng­hadapi era Society 5.0 di Indonesia dengan man­faat­kan SDM yang ada. Karena SDM di Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Society 5.0 sebagai komplemen revolusi In­dustri 4.0, perlu diarahkan pada generasi muda untuk kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang,” harapnya.

Konsep revolusi revo­lusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja konsep Society 5.0 lebih memfo­kuskan konteks terhadap manusia. “Era 4.0, kita bisa mengakses juga memba­gikan informasi di internet. Society 5.0 adalah era di mana semua teknologi bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan sekedar untuk berbagi in­for­masi, melainkan untuk menjalani kehidupan”, ung­kap Audy Joinaldy.

Ia juga menambahkan, dalam Society 5.0, berbagai isu sosial akan teratasi. Manusia akan terlepas dari berbagai macam keter­batasan dalam hidup. Se­perti, jarak dan lokasi su­dah tidak lagi menjadi ken­dala.  “Nantinya semua langkah kita bisa diketahui melalui GPS. Jarak dan lokasi tidak lagi menjadi kendala, dari segi pe­ngiri­man barang, kesehatan, pendidikan, pekerjaan se­perti sekarang ini. Kerja tidak perlu dari kantor (work from home). Semua bisa dilakukan jarak jauh dari rumah, tanpa harus ber­temu secara fisik,” tam­bahnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Batusangkar, Dr. Mar­joni Imamora, M.Sc me­nyampaikan, revolusi in­dustri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan se­bagai komponen utama dan Society 5.0 meng­gu­nakan teknologi modern dan me­ngandalkan manu­sia seba­gai komponen u­ta­ma­nya.

“Segala kecanggihan tek­nologi tidak akan membawa manfaat apabila manusia sebagai pengguna tidak dapat mengope­rasi­kan­nya. Manusia tidak cukup hanya sebatas memahami atau diberikan sebuah se­buah teori saja, harus ber­pikir kritis, kreatif dan kon­struktif,” ujar Marjoni.

Adanya pembaharuan pada era tersebut, dapat menghasilkan nilai baru dengan elaborasi dan kerja sama pada sistem, infor­masi dan teknologi yang juga meningkatkan kualitas SDM yang dibutuhkan (Human Capital). (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional