Menu

Hadapi Dampak Pandemi Covid-19, Bank Nagari Berperan dalam Pemulihan Ekonomi Sumbar

  Dibaca : 263 kali
Hadapi Dampak Pandemi Covid-19, Bank Nagari Berperan dalam Pemulihan Ekonomi Sumbar
DIREKSI BANK NAGARI (KI-KA)— Inilah para direksi Bank Nagari yang berjibaku meningkatkan kinerja di tengah pandemi, Direktur Operasional Syafrizal, Direktur Kepatuhan Restu Wirawan, Direktur Utama M Irsyad, Direktur Kredit dan Syariah Gusti Candra dan Direktur Keuangan Sania Putra.

PADANG, METRO–Menghadapi dampak dan tekanan yang luar biasa kepada seluruh aktivitas kehidupan akibat pandemi Covid-19 diperlukan semangat saling menguatkan, saling mendukung dan sinergi antar semua pihak. Agar secara bertahap kita mampu melakukan recovery (pemulihan), termasuk hal yang fundamental yaitu recovery ekonomi.

Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari Muhammad Irsyad menyebutkan, percepatan recovery ekonomi terse­but harus dilakukan agar kebutuhan dan aktivitas dasar manusia tidak ter­ganggu secara signifikan serta pemerintah secara optimal tetap dapat mem­berikan pelayanan publik serta keamanan dan ke­nyamanan kepada ma­sya­rakat.

“Optimisme harus te­tap dibangun, krisis ini akan dapat dilewati tahap demi tahap. Karena kehidupan tetap berjalan dengan akti­vitas yang menyesuaikan dengan protokol kese­ha­tan. Pemerintah berupaya keras untuk melakukan recovery ekonomi dengan berbagai kebijakan dan stimulus yang diberikan kepada masyarakat dan dunia usaha,” kata M Ir­syad didampingi oleh Di­rektur Kredit dan Syariah Gusti Candra, Direktur Keuangan Sania Putra, Direktur Operasional Syaf­rizal dan Direktur Kepatu­han Restu Wirawan, Ming­gu (16/6).

Bank Nagari, kata M Irsyad, sebagai bank ke­banggaan masyarakat Sum­bar tentunya ikut ter­kena dampak pandemi. Dengan berbagai kebijakan antisipasi dan melakukan penye­suai­an diri dengan aktivitas pa­da era adaptasi kebiasaan baru (AKB) tersebut.

“Bank Nagari mampu bertahan dengan baik, te­tap dapat bertumbuh dan memberikan kemanfaatan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan per­bankan. Tentunya tetap memberikan deviden ke­pada pemegang saham dalam hal ini Pemprov Sumbar dan Kabupaten/Kota se-Sumbar,” katanya.

M Irsyad memaparkan, aksi nyata yang telah dila­kukan Bank Nagari dalam mendukung Pemprov Sum­bar percepatan recovery ekonomi di tengah dampak pandemi Covid-19 dapat dikelompokkandalam tujuh poin. “Pertama, membe­rikan relaksasi atau keri­nganan pembayaran kewa­jiban kredit/pembiayaan melalui skema restruk­turisasi kredit/pembia­ya­an. Terutama kepada de­bitur UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) yang usahanya dan kemam­pu­an bayarnya menurun,” jelasnya.

Kata Irsyad, salah satu cara adalah dengan meri­ngankan beban keua­ngan­nya. Pemerintah sangat menyadari hal tersebut, sehingga sejak Maret 2020 lahirlah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) no­mor 11 yang memberikan stimulus dan relaksasi pembayaran kewajiban kredit/pembiayaan bank. “Pe­riode relaksasi awalnya sampai Maret 2021. Selan­jutnya melalui nomor 48 diperpanjang sampai Ma­ret 2022,” katanya.

Irsyad menegaskan, Bank Nagari merespon de­ngan cepat kebijakan OJK tersebut, segera me­laku­kan identifikasi, pen­dataan, membuka konsul­tasi dan memahami kesu­litan debi­tur serta menye­pakati ca­ra-cara restruktu­risasi yang dapat dilaku­kan, seperti penjadwalan Kem­bali ang­suran, perpan­jangan jang­ka waktu, pe­nundaan pe­ngem­balian pokok pinja­man, pe­nu­ru­nan suku bunga/margin, dan lain-lainnya.

“Sampai dengan posisi Mei 2021 Bank Nagari telah melakukan restrukturisasi kredit/pembiayaan kepada debitur yang usaha dan kemampuan bayarnya ter­dampak Covid-19 seba­nyak 9.026 debitur dengan outstanding sebesar Rp 2,04 Triliun. Kategori yang paling banyak dise­la­mat­kan adalah UMKM yang mencapai 8.285 debitur dengan outstanding 1,34 Triliun,” katanya.

Kedua, sebut Irsyad, menyalurkan kredit/pem­biayaan Kredit Usaha Ra­k­yat (KUR), agar usaha ma­syarakat mampu bertahan dan bangkit kembali serta terdorongnya usaha-usa­ha baru di tengah adaptasi kebiasaan baru. “2020 pe­merintah melalui Kemen­terian Koordinator Pereko­nomian RI menetapkan alokasi atau target pe­nya­luran KUR kepada Bank Nagari sebesar Rp 1 triliun. Dengan kerja keras pasu­kan di lapangan, target tersebut mampu direali­sasikan sebesar Rp 1,07 triliun dengan jumlah de­bitur sebanyak 8.258 orang,” katanya.

Tahun 2021 pemerintah menetapkan alokasi atau target penyaluran KUR kepada Bank Nagari se­besar Rp1,2 triliun, yang terdiri dari KUR Konven­sional Rp1 triliun dan KUR Syariah Rp200miliar. Khu­sus untuk KUR Syariah, tahun 2021 ini Bank Nagari baru mendapatkan keper­cayaan menyalurkannya. Realisasi target tahun 2021 sampai dengan posisi Mei 2021 atau baru 5 bulan sejak Januari 2021 sudah mencapai Rp706,9 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 5.243 orang.

Secara akumulasi sejak Bank Nagari pertama kali menyalurkan KUR pola sub­­sidi bunga yaitu sejak tahun 2016 sampai posisi Mei 2021 ini, Akad KUR yang telah disalurkan men­capai Rp 4 Triliun, dengan outstanding saat ini Rp 2,1 Triliun, dengan jumlah de­bitur sebanyak 33.508 orang. “Suatu jum­lah yang sangat besar dan mem­berikan multiplier effect nyata bagi pergerakan dan pertumbuhan ekono­mi Su­matera Barat,” katanya.

Ketiga, sebutnya, me­nyalurkan kredit/pem­bia­yaan yang sumber dana­nya didukung oleh kebi­jakan pemerintah melalui Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bank Na­gari secara efektif disetujui dan menerima penem­pa­tan Dana PEN oleh peme­rintah terhitung tanggal 07 Desember 2020 dengan nilai sebesar Rp 250 miliar. “Pemerintah mewajibkan Bank Nagari melakukan penyaluran kre­dit minimal sebesar dua kali dari dana PEN yang ditenpatkan, arti­nya pe­nyaluran kredit/pembia­yaan harus dila­kukan Bank Nagari minimal sebesar Rp500 miliar,” ka­tanya.

Respon dan sambutan nasabah serta masyarakat atas penawaran pinjaman dalam paket Dana PEN ini sangat baik. “Realisasi pe­nyaluran kredit/pembiay­aan dari program PEN oleh Bank Nagari s.d. akhir Mei 2021 mencapai Rp 981,14 Miliar kepada 12.056 de­bitur, yang didominasi oleh UMKM,” katanya.

Keempat, penyaluran kredit/pembiayaan Pe­mili­kan Rumah Bersubsidi Se­jahtera atau KPR-FLPP ke­pa­da Masyarakat Berpeng­hasilan Rendah (MBR). Ta­hun 2020, pemerintah me­lalui Kementerian Pe­ker­jaan Umum dan Peru­ma­han Rakyat menetap­kan target penyaluran KPR-FLPP kepada Bank Nagari sebanyak 1.000 unit rumah dan Bank Nagari mampu merelaisasikannya se­ba­nyak 1.064 unit rumah de­ngan total plafond penya­luran mencapai seki­tar Rp 139,4 miliar.

“2021, Kementerian Pe­kerjaan Umum dan Peru­mahan Rakyat menetap­kan target penyaluran KPR-FLPP kepada Bank Nagari sebanyak 1.100 unit rumah, yang terdiri dari KPR-FLPP Konvensional sebanyak 900 unit dan Pem­b­iayaan Perumahaan FLPP Syariah sebanyak 200 unit rumah. Realisasi pe­nyaluran target tahun 2021 ini sampai posisi Mei 2021 sudah mencapai 536 unit rumah dengan total pla­fond Rp 71,7 Miliar,” ka­tanya.

Selanjutnya, kelima,  rencana Penyediaan dan Penyaluran Pinjaman SI­MA­MAK (Solusi Mengatasi Masalah Keuangan) yang merupakan pinjaman de­ngan pola subsidi bunga/margin dan subsidi penja­minan dari APBD untuk mendorong kebangkitan usaha mikro dan mele­pas­kan usaha mikro dari jera­tan rentenir dan sistem ijon.

Keenam, Bank Nagari, katanya, juga tetap mela­kukan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR). Selama tahun 2020 Bank Nagari menyalurkan CSR sebesar Rp 14 Miliar yang tersebar kepada sek­tor pendidikan, keaga­ma­an, sosial, ban­tuan benca­na alam, serta tak lupa CSR untuk duku­ngan pengen­dalian Covid-19 dan pen­e­rapan protokol kesehatan yang mencapai sebesar Rp 2,67 miliar.

Ketujuh, sebutnya, pem­berian deviden ke­pada Pemerintah Daerah sebagai Pemegang Sa­ham. Di tengah pandemi Bank Nagari tetap dapat survive dan menjaga ke­percayaan publik dengan menghasilkan kinerja yang Sehat sesuai penilaian OJK dan lembaga rating. “Ta­hun 2020 yang berat dapat dilewati dengan baik, pe­nyaluran kredit/pembia­yaan dan penghimpunan dana pihak ketiga tetap dapat bertumbuh, dan ra­sio kredit bermasalah atau NPL tetap terkendali dan bahkan mampu ditu­runkan dari tahun sebelumnya,” katanya.

Tahun 2020 Bank Nagari mampu mencetak laba Rp 330,25 miliar sehingga mampu memberikan de­viden kepada Pemda total Rp231,17 miliar. Pem­prov Sumbar menda­patkan b­a­gian devidenRp73,95 miliar, Pemerintah Kabu­paten dan Kota juga men­dapatkan bagian deviden sesuai porsi sahamnya masing-masing. “Deviden ini  mem­bantu di saat  mem­butuhkan dana untuk program penanganan C­ovid-19 dan recovery ekonomi,” katanya.

Untuk kinerja tahun 2021 ini, Irsyad menyampaikan Bank Nagari optimis mem­berikan kinerja yang lebih baik karena beberapa indi­kator ekonomi dan pertum­buhan bisnis sudah me­nunjukan sinyal yang men­janjikan. Kinerja Bank Na­gari sampai Mei 2021 bera­da pada jalur yang on the track untuk mencapai target-target sesuai RBB. Aset Rp 26,45 triliun dengan pertumbuhan 7,57% yoy. Penyaluran kredit/pem­biayaan Rp 20,07 triliun (+6,27% yoy). Penghim­punan dana pihak ketiga Rp 22,05 triliun +10,63% yoy). Pendapatan Fee Ba­sed dan operasional lai­nnya selain bunga mening­kat 30,07% yoy.

“Biaya operasional da­pat dikendalikan dan die­fektifkan sehingga BOPO dapat diturunkan dari po­sisi Desember 2020. Rasio NPL Gross terjaga baik pada level 2,87%, mampu diturunkan dari posisi De­sember 2020 yang sebesar 2,90%. Rasio-rasio keua­ngan lainnya seperti NIM, ROA dan ROE juga terjaga baik. Laba bersih sampai Mei 2021 mencapai 153,46 miliar dengan pencapaian target 104,97% dari laba Mei 2021 yang ditargetkan da­lam rencana bisnis,” kata­nya yang berterima kasih kepada semua pihak, Gu­bernur Sumbar, Bupati/Wali Kota, DPRD Sumbar, DPRD Kabupaten/Kota ser­ta selu­ruh OPD, nasabah dan ma­syarakat Sumbar. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional