Close

Hadang Avanza di Kecamatan Ranah Bataha, Polisi Temukan 56 Kg Ganja, 4 Pelaku Ngaku Dapat dari Sumut, Dikendalikan Napi Lapas Muaro Padang

PERLIHATKAN GANJA— Kasatresnarkoba Polres Pasbar AKP Eri Yanto bersama Kabag Sumda dan Kasi Propam memperlihatkan bukti ganja yang disita dari empat pelaku.

PASBAR, METRO–Selundupkan 56 kilogram daun ganja kering, empat orang bandit narkoba diringkus Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pasaman Barat (Pasbar) di jembatan Kampung Baru, Jorong Aek Napal, Kenagarian Batahan Kecamatan Ranah Batahan, Jumat (7/1) sekitar pukul pukul 04.45 WIB.

Keempat pelaku yang diketahui berinisial LS (28), DA (30), JB (40) dan DA (32) ini ditangkap setelah petugas menghadang mobil Toyota Avanza yang mereka kendarai. Ganja yang jumlahnya sangat banyak itu diselundupkan oleh mereka dari Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara.

Hebatnya, aksi penyelundupan dan peredaran ganja yang mereka lakoni ini ternyata dikendalikan oleh narapidana. Narapidana itu berinisial AS yang saat ini berada di dalam Lapas Muaro Padang atas kasus narkoba juga. AS yang ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Pasbar pada tahun 2020 silam, diketahui divonis lima tahun tiga bulan.

Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kasatresnarkoba Polres Pasaman Barat AKP Eri Yanto didampingi Kabag Sumda Kompol Muzhendra serta Kasi Propam Iptu Ralim, menjelaskan pengungkapan kasus berawal pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka DA (30) pernah memasukkan ganja yang berasal dari Sumut ke daerah Paraman Ampalu, Kecamatan Gunung Tuleh, Pasbar.

“Berbekal informasi tersebut, tim langsung bergerak cepat. Pada Jumat (7/1), kami melaksanakan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di jembatan Kampung Baru, Jorong Aek Napal, Kenagarian Batahan, karena kita dapat informasi mereka bakal lewat dari kawasan itu,” kata AKP Eri Yanto.

Dijelaskan AKP Eri, sekitar pukul 04.45 WIB, pihaknya menghentikan mobil yang dicurigai. Saat itu, keempat tersangka yang berada di dalam mobil diminta ke luar dari mobil lalu dilakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukanlah barang bukti ganja 56 kilogram tersebut.

“Di dalam mobil itu, kami menemukan barang bukti 55 paket besar narkotika jenis ganja kering, satu paket sedang ganja kering dan dua buah karung plastik ukuran besar. Berat ganja yang mereka bawa sekitar 56 kiligram,” ungkap AKP Eri.

AKP Eri menuturkan, setelah menemukan barang bukti itu, pihaknya membawa keempat tersangka berikut dengan mobil yang mereka kendarai ke Mapolres Pasbar. Menurutnya, dari hasil pemeriksaaan, keempat tersangka menyelundupkan ganja tersebut dari Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumut.

“Jadi, barang bukti berupa 56 kilogram ganja yang mereka bawa ini, didapatkan  melalui perantara dari seorang narapidana di Lapas Muaro Padang berinisial AS yang kita tangkap pada tahun 2020 silam dan telah divonis hukuman penjara selama lima tahun dan tiga bulan,” ujar AKP Eri.

AKP Eri menuturkan, tersangka dikendalikan oleh AS yang saat ini masih menjalani hukumannya di penjara. Bahkan, rencananya, ganja-ganja yang sudah disita ini, rencananya diedarkan oleh keempat tersangka di wilayah Kabupaten Pasbar.

“Atas perbuatan tersebut keempat pelaku diancam pasal 114 ayat (2) jo Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 115 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 1 miliar dan paling banyak 10 miliar rupiah,” tutupnya. (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top