Menu

”Habih Tapanggang Ijazah ang Gi… Baa Ka Kuliah lai”

  Dibaca : 1157 kali
”Habih Tapanggang Ijazah ang Gi… Baa Ka Kuliah lai”
Ketua IDI Wilayah Papua, dr Donald Aronggear.
rumah dan barang barang habis terbakar.

Kondisi rumah milik Wardiman (50), ludes terbakar saat api dengan cepat menghabisi rumahnya saat korban pergi shalat tarawih, Senin (13/6) malam.

SIJUNJUNG, METRO–Air mata terus menetes dari kedua mata Wardiman (50), warga Limau Sundai, Nagari Pematangpanjang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Ia berdiam dan tak bergerak di depan rumahnya yang sudah menjadi abu. Rumah bapak tiga anak ini habis seketika, saat ia sekeluarga tengah menunaikan ibadah shalat tarawih, Senin (13/6) sekitar pukul 21.00 WIB.

Tidak ada lagi yg tersisa padanya, melainkan sehelai pakaian yang melekat di badan. Wardiman memang masih tak percaya, saat ia diberitahu oleh tetangganya, jika rumah yang ditempatinya terbakar.
Menurut Wardiman, ia meninggalkan rumah sekitar satu jam sebelum kejadian, atau pukul 20.00 WIB. Tapi, siapa sangka berselang satu jam ia sudah mendapati rumahnya tak berbentuk lagi. Tidak hanya barang-barang miliknya, namun surat-surat berharga lain hanya tinggal abu.

Saat tetangganya meberitahukan kejadian itu padanya, mulutnya tak sanggup utk berkata-kata. Wardiman memandangi Regi (19), anaknya yang akan menyambung pendidikan ke salah satu perguruan tinggi di Kota Padang.

”Habih tapanggang ijazah ang sadonyo Gi. Baa caro ka kuliah lai,” ucap Wardiman lirih. Sebentar lagi anaknya akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dan yang paling ia cemaskan sekarang adalah, anaknya terancam tak jadi kuliah karena arsip dan ijazah habis terbakar.

Sesekali Wardiman dan anaknya itu melihat rumahnya yang sudah hangus itu dari dekat dan berusaha untuk menerima kenyataan atas cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Orang-orang berkerumun melihat rumahnya terbakar, setelah api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar, silih berganti warga sekitar menyambangi dirinya dan keluarganya untuk memberikan dukungan secara moril termasuk Camat Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir.

”Jika masalah pengurusan surat-surat ataupun sertifikat lain yang ikut terbakar, bapak tak usah khawatir. Kami akan membantu pengurusannya. Dan jangan sampai berlarut kesedihan bagi bapak dan keluarga, karena ini merupakan cobaan dan kita harus sabar untuk itu,” tutur Benny, di lokasi kejadian.

Perlahan, Wardiman mencoba untuk menguatkan diri dan berusaha dengan tabah menerima kenyataan, walau terkadang di saat ia menceritakan kronologis dan memaksanya mengingat kembali kenangan yang pernah ada pada rumah tersebut. Air matanya kembali bercucuran dan ia pun terduduk di tanah, begitu berat ujian ini baginya.

”Ambo sadang indak di rumah, tadi pai tarawiah ka surau, lah dapek kaba saja kalau rumah lah habih tapanggang. Indak ciek pun barang-barang nan salamaik, hanyo tingga baju yang lakek di badan sajo lai,” ujarnya.

”Awak sadang di rumah tetangga tadi, alah nampak sajo api nyalo dalam rumah, langsung wak kaja ka rumah. Pas dibukak jendela kironyo api lah panuah dalam rumah, indak do nan sempat disalamaikkan do,” ungkap Regi (19) anaknya.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung Hardiwan, melalui Kasi Kesiapsiagaan Feri Antoni mengatakan, dua unit mobil pemadam tiba di lokasi untuk proses pemadaman. Saat sampai di lokasi api sudah membesar dan hampir menjalar ke rumah yang ada di sebelah, namun dapat diatasi petugas.

“Diperkirakan kerugian korban berkisar Rp75 juta. Saat ini kita telah berikan bantuan logistik dan family kid kepada korban. Penyebab dari kejadian ini diduga akibat korsleting listrik. Kita menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati mengingat hal seperti ini rawan terjadi, lakukan pengecekan ulang terhadap kompor setelah memasak, dan matikan sekring lampu jika berpergian dalam waktu yang lama,” tambahnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional