Close

H. Darizal Basir : Tanamkan Pancasila dan UUD 1945 di Kehidupan Sehari-hari

PESSEL METRO–Melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPR ) RI, H. Darizal Basir Anggota Komisi 1 Fraksi Demokrat Daerah Pemilihan Sumatera Barat 1, bertemu Konstituen untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI, ( Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika).

Acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, ( Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika), yang diadakan di Hannah Hotel Syariah, Sabtu (10/9/2022) pukul 14.00 Wib, dihadiri konstituen dari lapisan masyarakat ada di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Dalam sepata kata, perwakilan ninik mamak Kecamatan IV Jurai, Drs. Zainal mengapresiasi pada H. Darizal Basir telah turun ke bawah dalam melaksanakan tugas sebagai anggota DPR RI Komisi 1 Fraksi Demokrat, untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI, ( Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika).

Ia berharap silahturahmi antara wakil rakyat dan rakyatnya seperti ini terus di jaga kedepannya, melalui kegiatan sebagai anggota DPR RI.

Acara siang itu juga diwarnai pembagian buku Empat Pilar MPR RI ( Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) oleh putra asli Pesisir Selatan H. Darizal Basir, pada peserta sosialisasi.

” Sebagai wakil rakyat, kita memiliki tugas juga dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI ( Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) , agar hal tersebut tidak lupa dan hilang ditelan kemajuan zaman, ” terang Anggota Komisi 1 Fraksi Demokrat Daerah Pemilihan Sumatera Barat 1, Hm Darizal Basir.

Dijelaskan mantan Bupati Pesisir Selatan periode tahun 1995 – 2000, dan tahun 2000 – 2005, kini duduk sebagai anggota DPR RI Fraksi Demokrat tiga periode, UUD 1945 telah dilakukan amandamen sebanyak tiga kali, andamen pertama tahun 1999, kedua 2000 dan ketiga 2021. Tentu perubahan amandamen UUD 1945 sesuai dengan tuntutan Reformasi diwaktu itu, agar ada ruang gerak pemerintah.

Dan, dalam pasal UUD 1945 itu sendiri sebelum amandemen menerangkan bahwa kedudukan lembaga tinggi negara adalah MPR, namun setelah amandamen tersebut kedudukannya MPR sama dengan lembaga lainya atau sejajar. Hal ini dimasukan agar ada pengawasan dan kontrol dari lembaga – lembaga tinggi negara.

“Kita berharap dengan buku Empat Pilar MPR RI ( Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) bukan untuk disimpan atau dipajang saja, namun bisa dibaca dan dipahami untuk bisa ditanamkan dalam kehidupan sehari – hari, ” harap H. Darizal Basir digadang – gadang akan siap bertarung menuju kursi DPR RI.

Lebih lanjut, Darizal Basir mengajak pada seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut berbicara tentang Pancasila, karena pembukaan UUD 1945 tidak ada di lakukan amandemen, begitu juga dengan Pansasila itu sendiri. Tetap jaga silahturahmi, kekompakan dan kebersamaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, ” tekuknya.

Di akhir acara itu, H. Darizal Basir memberikan kesempatan pada konstituen atau peserta sosialisasi untuk tampil ke depan mengingat kembali sila – sila apa saja terkandung di dalam Pancasila dan pembukaan UUD 1945. ( Rio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top