Menu

H. Boy Lestari: Lestarikan Silek sebagai Kearifan Lokal

  Dibaca : 384 kali
H. Boy Lestari: Lestarikan Silek sebagai Kearifan Lokal

AGAM, METRO – Silek merupakan salah satu warisan nilai seni tradisi dan budaya yang dilestarikan, di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Hadirnya atraksi pertunjukan tradisi silek ini, Kamis malam (7/11) mendapat perhatian Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, H Boy Lestari Dt Palindih.

H Boy Lestari menyaksikan langsung bagaimana silek tradisional di peragakan tidak hanya oleh tuo silek, tetapi juga generasi muda. Mereka unjuk kebolehan memperagakan berbagai jurus silek dari berbagai sasaran silek.

“Atraksi silek tradisional Minangkabau malam ini benar-benar membuat saya kagum. Apa yang dilakukan oleh para Tuo Silek dan generasi muda di Tilatang Kamang ini, dalam upaya mambangkik batang tarandam,” ujar H Boy Lestari.

Silek tradisional Minangkabau ini menurut H Boy Lestari harus dilestarikan, untuk mempertahankan kearifan lokal. Silek tidak hanya tradisi seni dan budaya serta bela diri. Tetapi silek mengandung makna jati diri bagi Anak Minang, yang melekat dalam keseharian mereka.

“Dulu, seorang anak yang akan pergi merantau,terlebih dahulu mempelajari silek sampai matang. Hal itu dimaksudkan agar mereka bisa membela diri dari serangan para penyamun, atau melindungi kaum kerabatnya,” ujar Ketua DPP Majelis Dzikir Babussalam Indonesia ini.

Karena sifatnya untuk membela diri, maka ada aturan dalam silek untuk tidak menyerang bagian berbahaya dari tubuh lawan. Silek juga mengandung hikmah, kalau mereka yang menguasai silek dengan baik, mestinya memiliki kesabaran yang tinggi.

H Boy Lestari mengapresiasi Pemkab Agam yang telah melestarikan silek di tengah masyarakat. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun di nagari itu, dengan tujuan berikan kesempatan bagi generasi muda untuk beraktivitas. Apalagi di tengah tantangan kemajuan tekhnologi informasi saat ini.

Jangan sampai kekayaan seni dan budaya masyarakat Minang tergerus dengan budaya asing, yang hadir melalui kemajuan tekhnologi. Gebu Minang menurutnya, selain merupakan organisasi yang fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat, juga sangat memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya Minangkabau.

“Sekarang banyak generasi muda kita yang menggandrungi game online. Ini sangat berbahaya. Perlu kita dorong generasi muda kita untuk melakukan hal yang positif untuk melestarikan nilai-nilai tradisi seni dan budaya kita. Salah satunya melalui silek ini. Alhamdulillah, generasi muda kita banyak yang ikut terlibat. Saya bangga dan menyambut positif,” ujarnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional