Menu

H Boy Lestari Dt Palindih Dalam Kenangan, Pernah Menolak jadi Calon Gubernur Demi Saran Sang Istri

  Dibaca : 131 kali
H Boy Lestari Dt Palindih Dalam Kenangan, Pernah Menolak jadi Calon Gubernur Demi Saran Sang Istri
Almarhum— H Boy Lestari Dt Palindih bersama istri Almarhumah Indoriati Ana.

Ketua Gebu Minang Provinsi Sumbar ini menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang melawan Covid-19 di rumah sakit tersebut. Wafatnya pria yang juga menjabat Sekretaris Tarbiyah-Perti Provinsi Sumbar itu, menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat Sumbar.

Ucapan dukacita dan belasungkawa terus mengalir di berbagai group WhatsApp (WA) dan Facebook (FB). Karangan bunga terus mengalir berdatangan ke rumah duka di Komplek Perumahan Batang Kabung Asri Blok C-17, Kecamatan Kototangah.

Meski dimakamkan dengan protokol Covid-19, hari itu itu, namun tak menyurutkan masyarakat dan berbagai tokoh masyarakat Sumbar datang menyaksikan dari kejauhan proses pemakaman almarhum.

Wafatnya meninggalkan kisah yang mendalam terhadap kisah perjalanan hidup manusia. Allah SWT memberikan jalan yang indah bagi pendiri Majelis Dzikir Babussalam Indonesia itu, meninggalkan dunia ini. H Boy Lestari meninggal di usia 62 tahun, menyusul kepergian istri tercintanya, Indoriati Ana, yang telah meninggal, Minggu, 3 Januari 2021 lalu. Jenazah H. Boy Lestari dimakamkan bersebelahan dengan makam istri tercintanya.

Almarhumah meninggal diusia 58 tahun, di saat H Boy Lestari sedang berjuang melawan Covid-19. Perjalanan hidup H Boy Lestari bersama istri yang hidup semati itu, memang menjadi kisah mengharukan. Betapa tidak, semasa hidupnya, pasangan yang dikaruniai tiga anak dan empat cucu ini, telah menjalani pahit-getirnya menjalani hidup di atas dunia.

Almarhum H Boy Lestari semasa hidupnya pernah menceritakan, bagaimana berartinya pendamping hidupnya itu bagi dirinya, dalam mengambil sebuah keputusan masa depannya. Salah satu keputusan penting yang diambilnya, pernah H Boy Lestari bercerita, dirinya ditawarkan oleh beberapa orang rombongan utusan dari Jakarta, untuk maju pada pemilihan gubernur (Pilgub) Sumbar tahun 2015 silam.

H Boy Lestari bercerita, rombongan dari Jakarta itu meyakinkan, bahwa dirinya layak jadi Calon Gubernur Sumbar ke depan, setelah tim dari Jakarta melakukan survey. Termasuk juga dari segi finansial dan dukungan alat peraga dan logistik kampanye telah disiapkan.

“Bahkan, rombongan dari Jakarta tersebut meyakinkan, bahwa seluruh dana untuk sosialisasi dan kampanye telah disiapkan, kalau benar-benar saya ingin maju pada pemilihan gubernur nanti,” ungkap H Boy Lestari beberapa waktu lalu semasa hidupnya.

Namun, H Boy Lestari yang juga menjabat Ketua Bravo 5 Provinsi Sumbar itu, tidak langsung menyetujui tawaran tersebut. Dirinya justru meminta waktu, karena butuh pertimbangan yang cukup matang. Bagi H Boy Lestari untuk mengambil keputusan penting tersebut, dirinya meminta pertimbangan istrinya. “Keputusan istri saya begitu penting. Karena istri saya lah orang yang mendampingi hidup saya di masa-masa sulit hingga sekarang,” ujar H Boy Lestari waktu itu.

Setelah mendengar masukan dari istrinya, H Boy Lestari menolak dengan tegas tawaran tersebut. H Boy Lestari bercerita, istrinya menyampaikan kepada dirinya, apa yang telah diraih dan diperoleh saat ini berdua merupakan nikmat Allah SWT yang luar biasa dan patut disyukuri.

Istrinya bahkan mengingatkan kembali bagaimana susahnya hidup di masa lalu. Di mana dirinya bersama harus hidup tinggal di ruangan yang sempit, dengan atap rumah yang bocor dan banjir di saat hujan dan kepanasan di saat panas.

Istrinya juga menyarankan, H Boy Lestari jangan pernah mengerjakan sesuatu yang bukan keahliannya. Serahkan saja urusan pembangunan Sumbar ini kepada yang ahlinya. Biarlah, dirinya berjuang dijalan Allah SWT menyampaikan dakwah syiar Agama Islam.

Kecintaan H Boy Lestari terhadap istrinya tidak diragukan lagi. Saat bercanda dengan sahabat-sahabat yang datang kepada dirinya, H Boy Lestari pernah berkelakar menanyakan berapa orang istri kepada sahabat yang datang. Para kolega H Boy Lestari mengatakan hanya satu istri saja. H Boy Lestari pun tersenyum. “Bagus. Jangan nambah-nambah istri. Seperti saya saja. Istri cukup satu,” ujar H Boy Lestari.

Kecintaan H Boy Lestari kepada istrinya, juga dituangkan dalam buku biografi inspiratif dirinya yang berjudul Mencari Ridha Allah Dalam Gerak-gerik Hidup. Dalam buku yang disunting oleh Yusrizal KW dan Gusriyono itu mengungkapkan H Boy Lestari berjuang membangun rumah tangga bersama istrinya.

Di mana tahun 1984, saat dirinya berusia 26 tahun, saat duduk-duduk bersama teman kostnya di teras rumah melihat datang seorang perempuan cantik menanyakan alamat rumah temannya. Hati Boy Lestari langsung berdesir melihat perempuan ramah bertutur kata lembut itu.

Kebetulan H Boy Lestari kenal dengan teman yang dicari perempuan itu, yaitu Rat. H Boy Lestari langsung menunjukan rumah Rat. Namun, tidak hanya sampai di sana, H Boy Lestari menemui Rat dan menanyakan nama temannya tadi.

Namun, keinginan H Boy Lestari untuk berkenalan dengan Indoriati Ana tersebut tidak mendapat dukungan dari Rat. Karena Rat mengatakan, temannya yang akrab disapa Iin itu bekerja sebagai PNS, tidak pantas berpacaran dengan H Boy Lestari yang seorang preman. Apalagi Iin juga anak seorang mantan Brimob.

Namun, H Boy Lestari pantang surut. Diri terus mencari kesempatan berkenalan dengan Iin. Pada akhirnya, kesopanan H Boy Lestari kepada dirinya membuat Iin akhirnya luluh dan menyuruh H Boy Lestari datang ke rumahnya. Namun, lagi-lagi H Boy Lestari mendapat cobaan. Ayah Iin tidak merestui hubungan mereka, karena tidak menerima anak gadisnya berpacaran dengan laki-laki yang tidak punya pekerjaan tetap.

H Boy Lestari tidak berpatah arang. Ia terus berjuang melunakan hati Ayah Iin. H Boy Lestari tetap datang ke rumah Iin. Meski harus ngobrol dengan mematikan lampu teras rumah supaya tidak diketahui orang tuanya. Kegigihan H. Boy Lestari itu membuat Ayahnya luluh. Mereka akhirnya direstui ke pelaminan.

Sehari setelah menikah, H Boy Lestari dan Iin tinggal terpisah dengan orang tua. Mereka mengontrak rumah di Jalan Ratulangi dan menjalani hidup berdua. Mereka harus memenuhi kebutuhan hidup, di saat H Boy Lestari belum memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Kadang, untuk makan saja mereka harus berbagi sepiring berdua. Sedangkan, untuk sewa rumah yang Rp30 ribu sebulan diangsurnya Rp1.000 sehari. Rumah tersebut juga tidak layak untuk mereka tempati.

Jika hujan, sering banjir. Air masuk rumah membasahi kasur dan barang lainnya. Bahkan sekerumun binatang keceil sering masuk dan menempel di kasur. Karena kondisi tidak layak, mereka akhirnya pindah kontrakan ke Jalan Siteba. Meski sudah pindah, namun, tempat tinggal mereka selalu berteman banjir. Pasangan ini pindah lagi. Dalam setahun sudah lima kali pindah rumah. Namun, banjir seperti berteman dalam hidup mereka.

Tidak ada upaya lain yang dilakukan H Boy Lestari, selain mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dirinya tidak mau larut dalam penderitaan. Dirinya tetap berjuang bekerja serabutan mencari penghidupan. Meski istri seorang PNS, bagi H Boy Lestari pantang bergantung dari gaji istri.

Selama berkeluarga, H Boy Lestari dan Istri dikarunia tiga orang anak, meninggal dengan kehidupan yang mencukupi. Dirinya dikarunia tiga orang anak, Yakni, Cori Anugrah Lestari, Wahyu Anugrah Lestari dan Sherly Anugrah Lestari. H Boy Lestari juga dikarunia empat orang cucu dari anak-anaknya.

Jelang akhir perjalanan hidup H Boy Lestari dan Istrinya, telah hidup berkecukupan. H Boy lestari sukses dalam menjalankan berbagai bisnis usaha. H Boy Lestari semasa hidupnya slealu mensyukuri apa yang telah diraihnya. Semuanya tidak terlepas dari nikmat Allah SWT. Sebagai ungkapan rasa syukurnya, H Boy Lestari aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan dakwah.

Dirinya juga aktif memimpin beberapa organisasi masyarakat dan agama. Bahkan sepakterjangnya dalam membangun umat membuat dirinya dikenal secara nasional oleh tokoh-tokoh nasional. Kini H Boy Lestari dan istrinya telah pergi selama-lamanya. Selamat jalan H Boy Lestari Dt Palindih. Semoga Engkau bersama istri mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional