Close

H. Asra Faber: Tahun Baru Hijriyah Momentum untuk Bangkit

TAUSYIAH—Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumbar H.Asra Faber saat memberikan tausyiah kepada siswa MAN I

AGAM, METRO–Tahun baru 1.444 Hij­riyah harus menjadi momentum bagi umat Islam untuk bangkit dan berbenah. Sudah saatnya u­mat Islam mengambil peran strategis di eksekutif, legislatif dan yudikatif. Pe­nguatan ukhuwah, eko­nomi umat dan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, menjadi kunci.   “Dalam rangka memaknai momentum tahun baru Hijriyah 1.444, umat Islam harus berbenah. Dengan cara memperkuat ukhuwah, ekonomi umat dan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. Dan u­mat Islam harus memegang peranan strategis disemua sektor, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif,” demikian disampaikan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Asra Faber, disela-sela melepas pawai obor me­nyambut tahun baru Hij­riyah di Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Dikatakan Buya Asra Faber,  tahu baru Hijriyah adalah hari bersejareh dan penting bagi umat Islam. Dimana sejarah Nabi Muhammad S.W.A berpindah dari Mekkah menuju Madinah pada tahun 622 M. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharram, dan tahun baru bagi kalender Hijriyah. Dan Sabtu 30 Juli 2022, bertepatan dengan 1 Muharram 1.444 Hijriyah.

Memaknai momentum Hijriyah ini, saatnya umat berubah dari yang jelek kepada yang baik, yang baik kepada lebih baik. Jika selama ini belum menjalankan perintah Alloh, kedepan harus mulai sholat, puasa, zakat, haji dan sedekah. Bila selama ini berpandangan negatif terhadap orang lain, kedepan harus positif.

“Kalau tidak kita yang merobah diri kita, siapa lagi. Awalnya memang sulit, tetapi setelah terbiasa akan jadi ringan. Makanya harus dimulai dulu, jangan menunggu. Kesempatan itu tidak datang berkali-kali, jangan sampai nanti menyesal,” sebut Buya memberi nasehat.

Selain itu, Asra Faber juga mengajak tokoh-tokoh ulama dan umat Islam untuk turun menyampaikan bahwa umat Islam harus berpolitik. Sehingga diberbagai sektor ada orang baik yang nanti akan menghasilkan yang terbaik untuk umat.  “Umat Islam harus cerdas dalam berpoliitk / Siyasah, umat Islam harus mulai memilih dan  me­nempatkan orang orang baik dalam eksekutif dan legislatif,” ajaknya.

Mantan Kemenag Pa­dang Panjang, Agam dan Kota Payakumbuh itu me­nyebut pendidikan politik bagi umat suatu keharusan. “Agar kedepan tidak ada lagi statemen negatif, seperti Politik itu kotor, makanya orang baik se­perti ustaz, buya dan orang baik-baik tak usah ikut politik, nanti ikut jadi kotor pula. Ketika politik dikuasai o­rang-orang tidak baik maka yang paling pertama merugi adalah umat Islam,” sebut Buya.

Dikatakan Buya Asra Faber, dalam mensyiarkan momentum tahun baru Hijriah, sebagai Buya sekaligus tokoh masyarakat A­gam dan Bukittinggi umumnya Sumatera Barat, dia benar-benar hadir menemui masyarakat baik melalui ceramah menyambut 1 Muharram 1.444 Hijriyah di MAN 1, Sosper kepada 100 orang niniak mamak, melepas pawai obor di Nagari Kapau, Silaturahmi dengan angkatan 73 Parabek, Khutbah Jumat dan lainnya.

“Semoga kita benar-benar berbenah diri untuk berubah kearah yang lebih baik lagi. Kita jadikan ini momentum evaluasi diri, sehingga kita tidak tertinggal jauh dari berbagai aspek. Dan tentunya kepada generasi muda Islam khu­susnya mari bangkit untuk maju dengan meninggalkan hal-hal yang negatif yang bisa merusak diri kita,” pesannya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top