Menu

H Amran Sutan Sidi Sulaiman Wafat Dimakamkan di Kompleks Masjid Baiturrahmah

  Dibaca : 186 kali
H Amran Sutan Sidi Sulaiman Wafat Dimakamkan di Kompleks Masjid Baiturrahmah
PEMAKAMAN— Suasana pemakaman almarhum ayahanda Wako Padang Panjang di Kompleks Masjid Baiturrahmah.

PADANGPANJANG, METRO–Seorang tokoh pendidikan pendiri Yayasan Baiturrahmah yang juga saudagar  Sumatra Barat (Sumbar) tersohor H Amran Sutan Sidi Sulaiman, ayahanda tercinta Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran tutup usia pada umur 92 tahun. Almarhum dimakamkan di samping Masjid Baiturrahmah, Padang, usai shalat Zuhur, Senin (6/9).

H Amran Sutan Sidi Sulaiman meninggal di RSI Siti Rahmah sekitar pukul 06.00 WIB, jenazah almarhum sebelumnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Pattimura, Padang. Sejumlah pelayat datang mengucapkan belasungkawa kepada keluarga besar yang ditinggalkan.

Turut hadir saat pemakaman Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Wakil Wali Kota Padangpanjang, Asrul, Ketua DPRD Mardiansyah,, jajaran pejabat Pemko Padangpanjang, tokoh masyarakat, tokoh politik dan dari berbagai lapisan masyarakat.

Sebelum pemakaman Wali Kota Padangpanjang Fadly dengan penuh haru menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh handai taulan, apabila semasa hidup almarhum ada yang tidak berkenan atas tindak tanduk beliau.

“Mohon doa, selama 92 tahun beliau hidup bila ada perbuatan yang menyakiti kami memohon maaf. Semoga semua amal ibadah beliau diterima Allah SWT.  Apabila selama hidup di dunia ada utang piutang, pihak keluarga siap menyelesaikan,” tuturnya.

Haji Amran semasa hidupnya dikenal sebagai seorang saudagar yang mengawali usaha dengan menjual minyak tanah eceran. Meningkat menjadi agen dan kemudian berhasil menyewa petak toko untuk berdagang keperluan harian di Kota Padang Panjang.

Banyak lika-liku usaha yang dijalankan. Haji Amran juga pernah memulai usaha dengan berjualan kain di kaki lima Pasar Mambo (sekarang Koppas Plaza) Kota Padang. Di samping itu, almarhum juga membagi waktu dengan mengikuti kuliah pada Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

Hanya saja, Haji Amran, tidak puas dengan mempelajari masalah ekonomi saja dan merasa perlu untuk mempelajari seluk beluk hukum. Haji Amran pun ikut pula kuliah sebagai pendengar pada Fakultas Hukum. Lalu, sampai tahun 1962 setelah mendapat kesempatan menjadi agen semen, Haji Amran beralih haluan ke agen garam dan berhasil, sehingga teman-temannya menjulukinya Raja Garam.

Singkat cerita, Haji Amran kemudian mendirikan  Yayasan Pendidikan Baiturrahmah seiring dengan mendirikan Universitas Baiturahmah. Salah satu fakultas favoritnya ialah Fakultas Kedokteran Gigi. Persiapan untuk mendirikan fakultas kedokteran tentulah tidak sama dengan persiapan mendirikan fakultas lainnya.

Umumnya, pendapat orang waktu itu adalah tidak mungkin Haji Amran yang tidak punya latar belakang pendidikan kedokteran atau pendidikan tinggi lainnya akan sanggup mendirikan sebuah Fakultas Kedokteran yang begitu tinggi, rumit, hebat dan mahal itu. Akan tetapi Haji Amran terus melangkah sembari berdoa kepada Allah, akhirnya semua dapat terwujud.

Universitas Baiturrahmah yang mulanya hanya menumpang di gedung SD Baiturrahmah. Sejak November 1998 resmi menempati kampus barunya seluas 7,6 hektar di kawasan Aie Pacah Padang.  Kampus yang dilengkapi ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, komputer, labor bahasa yang cukup memadai.

Terlebih utama dari segalanya itu adalah sebuah masjid, tempat bagi para mahasiswa, dosen, pegawai, untuk sama-sama sujud di hadapan Allah SWT, setelah bekerja keras untuk kejayaan masa depan dan amal saleh untuk akhirat. Dan di masjid itu pula Haji Amran dimakamkan.(rmd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional