Menu

Guru SMP Tewas Tertimbun, Suami Kritis

  Dibaca : 702 kali
Guru SMP Tewas Tertimbun, Suami Kritis
SELAMAT— Kamra, suami dari guru SMP Desnawati, berhasil selamat dari terjangan longsor di Aia Songsong, Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Sedangkan istrinya ditemukan tak bernyawa, Selasa (26/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

SOLOK, METRO – Innalillahi wainnailaihi rojiun… Musibah longsor kembali menghantam Aia Songsong, Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Selasa (25/4) sore. Sepasang suami istri tertimbun longsor, ketika baru pulang dari ladang. Memiriskan, sang suami berhasil ditemukan warga dalam keadaan bernyawa, sedangkan istrinya sudah tak bernyawa karena tertimbun longsor.

Informasi dihimpun POSMETRO PADANG, korban tewas adalah Desnawati, guru Bahasa Indonesia di SMP 1 Alahan Panjang. Ia tidak bisa diselamatkan lagi. Ketika pertama kali ditemukan warga, ia sudah tidak bernafas lagi. Sedangkan, suaminya, Kamra masih bernyawa dan langsung dilarikan warga ke rumah sakit.

”Dari keterangan sejumlah warga, pasangan suami istri ini hendak pulang ke rumah. Mereka baru pulang dari ladang. Namun, tidak jauh dari lokasi ladang milik korban, lereng bukit tiba-tiba longsor. Pasangan suami istri yang tengah berjalan di lokasi longsor itu, berupaya menyelamatkan diri. Diduga Desnawati bersama suaminya itu terjatuh dan terseret longsor,” jelas Kapolres Solok Arosuka AKBP Reh Ngenana, Selasa (25/4) malam.

Jarak lokasi longsor dari pemukiman warga, sekitar 2 kilometer. Beruntung sejumlah warga yang mendengar terjadinya longsor berdatangan ke lokasi. Saat itulah warga melihat ada korban yang tergeletak diantara gundukan material padat yang turun dari tebing bukit.

Melihat kondisi korban yang cukup parah, warga berupaya mengevaluasi pasangan suami istri meski dengan peralatan seadanya. Lokasi longsor yang dikhawatirkan akan menimbulkan longsor susulan, membuat warga harus nekat untuk menyelamatkan korban.

Korban langsung dievakuasi warga ke RSUD Solok, yang jaraknya sangat jauh dari lokasi kejadian. Desnawati nyawanya tidak dapat terselamatkan, sedangkan Kamra suaminya menderita luka yang cukup parah dan terpaksa menjalani perawatan medis.

Keterangan warga lainnya, juga menyebut, saat kejadian hujan deras sedang mengguyur Nagari Aie Dingin. Karena hujan lebat, pasutri Kamra dan Desnawati memilih berteduh di pondok ladang. Setelah hujan reda, mereka memutuskan untuk pulang.

Akan tetapi dalam perjalanan, atau sekitar 2 kilometer dari rumah Kamra dan Desnawati, tiba-tiba tebing bukit longsor. Kedua korban terbawa longsor dengan posisi terpisah.

”Warga pertama kali menemukan Kamra dalam keadaan masih hidup. Melihat keadaan korban yang cukup parah, Kamra segera dibawa ke puskesmas terdekat. Saat sadar, Kamra baru menyebut jika istrinya juga terseret longsor,” jelas Kapolres Reh Ngenana.

Mengetahui hal itu, warga bersama aparat kepolisian langsung kembali ke lokasi longsor dan melakukan pencarian. Sekitar pukul 16.00 WIB, jasad Desnawati ditemukan.

Bupati Solok, Gusmal mengatakan untuk menangani peristiwa longsor yang terjadi dinagari Aie Dingin, sejumlah petugas telah turun ke lokasi kejadian. “Saya sudah meminta Dinas PU, BPBD dan Dinas Sosial bekerja cepat membantu masyarakat kita yang mengalami musibah longsor di Air Sonsang, Air Dingin Kecamatan Lembah Gumanti, serta membezuk korban yang sedang dirawat di RSUD Solok,” ungkap Bupati Gusmal. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional