Close

Guru Ngaji Penyodomi 30 Anak masih Berkeliaran

Kekerasan Seksual Anak
ilustrasi

PAYAKUMBUH, METRO–Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani memastikan, jika kasus dugaan asusila atau pedofilia yang menghebohkan warga Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, terus didalami.

Mengingat dugaan kejadian sudah berlangsung sejak lama, sehingga butuh bukti dan data kuat untuk melakukan penyelidikan terhadap laporan masyarakat.
“Sepanjang ada laporan masyarakat kita akan lakukan lidik. Tentu dicari bukti valid, dan saksi-saksi sesuai aturan dan perundang-undangan. Apalagi kejadian sudah lama, sehingga bukti-bukti pendukung mesti didapatkan,” jelas Kapolres Payakumbuh AKPB Yuliani, Rabu (23/12).

Untuk melakukan penangkapan terhadap dugaan pelaku, MI (29) asal Piladang, sebut Yuliani tidak semudah yang dikira. “Tidak semudah itu melakukan penangkapan terhadap seseorang. Kita butuh bukti, kalau tidak lengkap bukti nanti kita yang dipraperadilankan, yang jelas kita terus melakukan lidik dan setiap laporan kita proses,” sebut kapolres wanita pertama di wilayah hukum Payakumbuh itu.

Disampaikan Kapolres, untuk saat ini korban sudah dimintai keterangan. Namun memang butuh bukti yang valid sengga polisi bisa melakukan proses hukum. “Korban sudah dimintai keterangan. Memang sebelumnya hanya beberapa orang yang melapor, kemudian berkembang dan menjadi banyak yang melapor, sedangkan kejadian diduga sudah sejak lama,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, tepatnya Senin (21/12), ratusan warga Piladang melakukan aksi damai di kantor wali nagari menuntut agar guru mengaji diduga pelaku sodomi terhadap puluhan anak murid MDA Masjid Al-Furqan, ditangkap.
Aksi damai itu dilakukan oleh ratusan warga karena pemerintahan nagari dianggap tidak peduli dengan perilaku pelaku MI (29). Bahkan orangtua korban juga sudah melaporkan kejadian dugaan sodomi terhadap anak-anaknya kepada polisi di Polsek Akabiluru.

Bahkan, hingga kini sudah ada sebanyak 10 orangtua warga setempat yang melapor kepada Polisi. Namun, masih banyak korban dugaan sodomi yang dilakoni guru ngaji itu yang tidak mau melapor kepada polisi. Hebatnya prilaku sang guru mengaji diduga sudah berjalan selama 10 tahun, dan sudah beberapa generasi terkena imbas pelaku.

Korban sodomi yang dilakoni pelaku sebenarnya sudah tercium sejak lama, dengan melihat gelagat MI kepada anak-anak MDA. Dengan iming-iming uang Rp7.000, dan makanan, anak-anak korban dugaan sodomi dibujuk masuk dalam kamar MI. (us)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top