Close

Gudang Barang Bekas Milik Pemulung Terbakar, PT Semen Padang Serahkan Bantuan Sembako

BANTUAN SEMBAKO — Rombongan PT Semen Padang menyerahkan bantuan sembako untuk warga Padangbasi korban kebakaran, Selasa (19/10).

PADANGBASI, METRO–Raut wajah bahagia Ernawati, warga RT 04, RW 01, Bukit Atas, Kelurahan Padangbasi, Lubuk Kila­ngan, tampak jelas terlihat, ketika rombongan PT Semen Padang bersama pi­hak kecamatan, menyam­bangi gudang barang be­kas miliknya yang hangus terbakar pada Senin (18/10) sekitar pukul 18.30 WIB.

Apalagi kedatangan rom­bongan dari pihak pe­merintahan kecamatan dan perusahaan semen di Kota Padang itu, juga bersa­maan dengan pe­nyerahan ban­tuan semba­ko dari PT Semen Padang berupa beras sebanyak 100 kg, gula, mi­nyak goreng dan telur ayam sebanyak 5 tray.

“Alhamdulillah, terima kasih PT Semen Padang atas bantuan sembakonya. Sembako ini sangat ber­man­faat sekali untuk me­menuhi kebutuhan kami sekeluarga,” kata Ernawati usai menerima bantuan dari PT Semen Padang itu, Selasa (19/10).

Wanita berusia 49 ta­hun yang bekerja sebagai pe­mu­lung itu menyebut saat gudang beserta barang bekas yang ada di dalam­nya hangus terbakar, dia dan keluarganya sangat panik, karena baginya gu­dang beserta barang bekas yang ada di dalamnya sa­ngat bernilai sekali, dan menjadi satu-satunya sum­ber pendapatan keluarga.

Bantuan sembako dari PT Semen Padang kata dia, mampu meringankan be­ban­nya setelah ditimpa musibah. Kini, dia dan ke­luarganya akan bangkit un­tuk kembali memulai usaha mengumpulkan barang be­kas yang sudah bertahun-tahun dijalaninya itu.

“Kalau dibilang sedih, awalnya jelas saya dan ke­luarga sedih. Tapi de­ngan ada­nya bantuan dan juga du­kungan moril dari PT Semen Padang dan pihak ke­camatan, saya harus bang­kit. Saya dan keluarga ha­rus segera me­mulai mem­­ba­ngun kembali gu­dang ba­rang bekas yang terbakar ini,” ujarnya.

Ernawati dan suaminya yang bernama Edi Yandra (56),  merupakan warga asal Sungai Tarab, Kabu­paten Tanah Datar yang sudah 13 tahun tinggal di Bukit Atas. Di samping menjadi pemulung barang bekas dan juga sampah plastik, Ernawati pun juga bekerja membersihkan Mas­jid Al Munawarah Bukit Atas yang berada tepat di depan rumahnya.

“Saya membersihkan masjid ini tidak digaji. Saya kerja ikhlas, apalagi tanah yang saya tempati ini juga tanah masjid. Masjid ini merupakan milik almar­hum Buya Suldin Dt Ban­daro Hitam. Almarhum itu pen­siunan polri, terakhir pang­katnya Mayor (se­karang Kom­pol). Almar­hum lah yang menyuruh saya tinggal dan men­diri­kan gubuk di tanah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Lubuk Kilangan Elfian Putra Ifadi yang turut mendam­pingi rombongan PT Semen Padang ke lokasi ke­bakaran tersebut, meng­apresiasi gerak cepat PT Semen Pa­dang yang telah membe­rikan bantuan sem­bako ke­pada warga yang tertimpa musibah keba­karan. “Saya salut dengan PT Semen Padang, respon cepatnya luar bia­sa,” kata Elfian.

Ia pun menilai, dengan adanya bantuan sembako ini, semakin membuktikan bah­wa PT Semen Padang peduli ter­hadap masya­ra­kat ling­kungannya. Ka­rena bukan kali ini saja PT semen Padang mem­beri­kan ban­tuan, bah­kan ham­pir di se­tiap musibah ke­­bakaran di Lubuk Ki­langan, PT Semen Padang hadir memberikan bantuan.

“Te­ri­makasih PT Semen Pa­dang atas ke­pedulian­nya,” ujar Elfian.

Kepala Humas & Ke­sek­retariatan PT Semen Pa­dang Nur Anita Rahma­wati berharap agar ban­tuan sembako tersebut, dapat meringankan beban para korban dan juga dapat mengobati kesedihan kor­ban atas musibah keba­karan yang terjadi.

“Korban kebakaran ini juga bagian dari ma­sya­rakat lingkungan perusa­haan PT Semen Padang. Dan tentunya, sebagai ben­tuk kepedulian perusahaan atas musibah yang terjadi, makanya kami berikan ban­tuan. Karena musibah ter­sebut juga turut dira­sakan oleh PT Semen Pa­dang,” ujarnya.

Seperti diketahui, se­buah gudang barang bekas milik pemulung yang be­rada di RT04,RW01, Bukit Atas, Kelu­rahan Padang Besi, hangus terbakar pada Senin (18/10) sekitar pukul 18.30 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa, namun keru­gian akibat kebakaran yang didu­ga disebabkan oleh korsle­ting listrik itu, ditaksir menca­pai Rp15 juta. Bagi pemilik gudang Ernawati, kerugian tersebut sangat besar nilai­nya, mengingat dia dan suaminya bekerja sebagai pemulung barang bekas dan sampah plastik. (ren/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top