Menu

Gubernur Tinjau Posko Perbatasan Covid-19 Sijunjung, Jumlah Notifikasi Terus Meningkat

  Dibaca : 358 kali
Gubernur Tinjau Posko Perbatasan Covid-19 Sijunjung, Jumlah Notifikasi Terus Meningkat
TINJAU— Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meninjau Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kecamatan Kamang Baru yang berbatasan Sijunjung dengan Provinsi Riau.

SIJUNJUNG, METRO
Posko gugus tugas penanganan Covid-19 di perbatasan daerah kembali ditinjau Pemprov Sumbar. Pos jembatan Timbang yang sebelumnya digunakan Dinas Perhubungan itu disulap menjadi posko pemantauan kendaraan dan orang yang memasuki Sumbar. Karena Kabupaten Sijunjung berbatasan langsung dengan Provinsi Riau dan merupakan akses transportasi utama yang kerap kali dilalui kendaraan lintas provinsi.

Setiap kendaraan yang lewat, sopir dan para penumpang dilakukan pemeriksaan kesehatan sebagai antisipasi penularan virus corona di Sumbar, khususnya di Sijunjung dan setiap orang yang masuk dilakukan pendataan serta pengawasan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Nasrul Abit juga telah melakukan peninjauan dan sempat menekankan agar petugas di Posko pemantauan menggunakan APD lengkap sebagai upaya pencegahan. Kemudian peninjauan Posko yang terletak di Kecamatan Kamang Baru itu kembali dilakukan Gubernur Irwan Prayitno bersama rombongan, Minggu (5/4).

Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan agar pengawasan dan pemantauan yang dilakukan berjalan dengan benar dan sesuai prosedur, untuk mencegah penularan virus corona di Sumbar. “Pengawasan di wilayah perbatasan ini merupakan salah satu upaya kita untuk mencegah penyebaran virus covid 19 masuk ke Sumbar,” kata Irwan Prayitno saat memberi arahan di Rumah Dinas Bupati Sijunjung.

Pada peninjauan itu, Gubernur juga memberikan bantuan berupa kelengkapan alat pelindung diri (APD) untuk petugas, serta sembako. “Semua kendaraan yang melintas harus diperiksa dengan ketat baik itu kepada penumpang ataupun sopirnya, sehingga orang yang masuk ke Sumbar memang benar-benar tidak terkontaminasi dengan covid-19. Sedangkan untuk orang yang baru datang, kita wajibkan mengisolasi diri secara mandiri,” ujar Irwan, Minggu (5/4).

Sementara itu, jumlah notifikasi di Kabupaten Sijunjung terus mengalami kenaikan setiap harinya. Hal itu dilihat dari situs resmi pemantauan Covid-19 milik Pemkab Sijunjung, Covid-19.sijunjung.go.id yang mencatat per 5 April 2020 jumlah notifikasi mencapai 2863, ODP 83, ODP sehat 20, PDP 2 orang, dalam pemeriksaan 85, hasil negatif 2 dan hasil positif 0.

Meski demikian, seorang warga Kabupaten Sijunjung yang berstatus Dalam Pengawasan (PDP) sempat dirujuk dari RSUD Sijunjung ke RSUD M.Natsir Solok setelah sebelumnya melakukan isolasi mandiri dan mendapat pengawasan dari petugas kesehatan. Warga yang berasal dari nagari Aia Amo, Kecamatan Kamang Baru itu berstatus PDP ringan dari hasil pemeriksaan.

“Yang bersangkutan tidak ada riwayat dari daerah luar provinsi. Sebelumnya sudah melakukan isolasi mandiri dan diawasi oleh petugas kesehatan,”sebut kepala dinas Kominfo Sijunjung,” Rizal Efendi.

Dijelaskan, pasien berstatus PDP tersebut sebelumnya mendapat rujukan dari Puskesmas ke RSUD Sijunjung, kemudian kembali dirujuk ke RS M.Natsir, Solok karena mengalami demam, batuk, pilek, serta sesak nafas. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional