Menu

Gubernur Sumbar Malewakan Yayasan PKM, Sinergi dan Kolaborasi Memajukan Kebudayaan Minangkabau

  Dibaca : 758 kali
Gubernur Sumbar Malewakan Yayasan PKM, Sinergi dan Kolaborasi Memajukan Kebudayaan Minangkabau
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Anggota DPR RI, Guspardi Gaus menandatangani kanvas penanda malewakan Yayasan PKM.

Sejumlah Tokoh Pro­vinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Tokoh Nasional dari Sum­bar berkumpul malewakan Ya­yasan Pu­sat Kebudayan Mi­nang­kabau (PKM), Rabu ma­lam (2/6), di Gedung Ladang Tari nan Jombang, Balai Baru, Padang. Mereka hadir di La­dang Tari nan Jombang dan juga secara daring dengan disiarkan secara langsung oleh Padang TV serta melalui channel youtube. Selain dihadiri Pengurus Yayasan PKM yang akan dilewakan. Hadir malam itu, Mantan Men­dagri, Gamawan Fauzi, Anggota DPR RI, Gus­pardi Gaus, Ketua DPRD Sum­bar, Supardi.

Juga hadir Kapolda Sumbar, Irjend Pol Toni Harmanto, Perwakilan dari Danrem 032 Wirabraja, Bupati Padangparia­man, Bupati Tanah Datar, Wali Kota Pariaman, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, para Seniman, Budayawan dan To­koh Pers Sumbar.

Yayasan PKM berdiri pada tahun 2015 silam. Pendirinya tokoh-tokoh Sumbar. Sebut saja, Shofwan Karim, Alwi Karmena, Darman Moenir, Eko Yance Edri Yoenif, Emma Yohanna, Ery Mefri, Fadli Zon, Fasli Jalal, Hasril Chaniago, Irman Gus­man, Mestika Zed, M Ibrahim Ilyas, Nofi Chandra, Yulizal Yunus, Wisran Hadi dan Taufiq Thaib.

Yayasan PKM malam itu dilewakan secara resmi oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. Pada malam itu, juga diluncurkan Buku Biografi H Arnis Saleh Dt Malano Basa yang juga dihadiri langsung Keluarga Besar, H Arnis Saleh.

Buku yang berjudul “Sau­da­gar Emas Minangkabau” yang memiliki nilai-nilai motivasi dari kisah perjalanan hidup H Arnis Saleh Dt Malano Basa itu, ditulis dengan apik oleh warta­wan senior, Hasril Chaniago,­yang disertakan dengan kata pengantar oleh Prof. Dr. H. Mestika Zed, MA. (almarhum).

Kegiatan Malewakan Yaya­san PKM malam itu juga diisi dengan orasi kebudayaan oleh Tokoh Nasional dari Sumbar, Irman Gusman, secara virtual. Juga ada pasambahan adat oleh Musra Dahrizal Katik Jo Mang­kuto, pemutaran video profil Yayasan PKM, pagelaran tari “Marentak Ranah Bundo” ka­rya Ery Mefri (Nan Jombang Dance Company) yang didu­kung pem­bacaan puisi enam penyair. Kemudian juga ada pemutaran video profil H. Arnis Saleh yang didukung melalui testimoni, dilan­jut­kan dengan penyerahan buku biografi H. Arnis Saleh dan pidato oleh Gubernur Sumbar. Malam itu dilaksanakan penan­da­­tanga­nan piagam kerjasama antara PKM dengan Masyarakat Seja­ra­wan Indonesia (MSI), STMIK Indonesia dan Padang TV. Terakhir, penandatanganan kanvas penanda malewakan PKM.

Mahyeldi Ansharullah me­ng­apresiasi kehadiran Yayasan PKM untuk memajukan kembali kebudayaan Minangkabau. Oleh karena itu, perlu dilakukan sinergitas dan kolaborasi untuk mencapainya. “Kebudayaan di Indonesia memiliki berbagai macam karakter dan perbedaan dan ciri khas. Hari ini kita hadir di sini, dengan motto Indonesia dalam Bhinneka Tunggal Ika,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi berharap, Yaya­san PKM bisa menghadirkan yang selama ini belum sempat di­ha­dirkan. Dinas Kebudayaan Pro­vinsi Sumbar dapat mem­be­rikan dukungan terhadap bu­daya di Minangkabau. Selain itu, budayawan yang tergabung da­lam Dewan Kebudayaan, juga akan menghadirkan karya-ka­rya melalui sinergi dan kola­bo­rasi.“Hal inilah yang harus ki­ta rangkai, bina dan kita per­sa­tukan satu sama lainnya. Se­hing­ga Indonesia ini menjadi in­dah dengan kekayaan kebu­da­­yaan dari berbagai suku,”  ucapnya.

Program Yayasan PKM mencakup sejumlah bidang, se­perti bidang sosial, agama dan kemanusian. Sasaran yang akan dicapai amena­war­kan program dalam lima pilihan. Yakni, kajian kebudayaan, penerbitan, database kebudayaan, kepus­takaan dan perpustakaan, kese­nian, festival, pertunjukan dan film, serta diplomasi kebuda­yaan.

Ketua Badan Pembina PKM, Irman Gusman secara daring menyampaikan, ciri dasar Kebudayaan Minang­kabau ditunjukan dengan ada­nya Bahasa Minangkabau serta sistem matrilineal yang dalam kehidupannya berpegang te­guh kepada ajaran Islam dan Adat Minangkabau, yang dipa­du­kan dalam filosofi Adat Ba­sandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai.  “Perpaduan agama Islam dan adat ini menjadi landasan dasar bagi masya­rakat Minangkabau dalam prak­tek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini dapat terlihat dalam diri orang Indonesia yang berasal dari Minangkabau dari dulu hingga sekarang,”ucap Mantan Ketua DPD RI itu.

Irman Gusman menyam­pai­kan,Yayasan PKM siap bergan­dengan tangan dengan seluruh unsur, pelaku dan pemangku kepentingan kebudayaan Mi­nang­kabau untuk dijadikan mitra pemerintah. Hal ini dilakukan demi lebih memartabatkan Kebu­da­yaan Minangkabau bagi ke­ma­juan dan kesejahteraan da­erah dan masyarakat.  “Guber­nur Sumbar Mahyeldi Ansha­rullah saat ini sedang menyusun Dewan Kebudayaan Sumbar. Ini harapan baru dan menjadi modal dasar demi mencapai kemajuan masyarakat Sumbar di masa mendatang,” tutupnya.

Sekretaris Umum Yayasan PKM, Yulizal Yunus Datuk Rajo Bagindo menyampaikan, Yaya­san PKM berbadan Hukum berdasarkan SK Menkum HAM RI, yang berdiri sejak 3 Juli 2015. Sebelum kegiatan mele­wakan malam ini, sempat ter­tunda karena beberapa pendiri (Darman Moenir dan Taufiq Thaib) meninggal dunia. Ter­ma­­suk Ketua Umum Yayasan PKM sebelumnya Prof Mestik Zed juga wafat. Selain itu, pandemi Covid-19 mengham­bat terlaksananya kegiatan ini.

Yayasan PKM mengemban fungsi sebagai rumah gadang tempat duduk bersama bagi pemangku dan lembaga kebu­da­yaan lainnya, sebagai  wa­dah mekanisme sentral yang men­dorong kemajuan kebuda­yaan.

Visi Yayasan PKM adalah “Terwujudnya Kebudayaan Minangkabau yang Rahmatan lil ‘Alamin”, dengan thema line “Merayakan Kebudayaan Mi­nang­kabau”. Maksud dan tu­juan Yayasan PKM itu dibatasi pada tiga aspek besar: (1) sosial, (2) keagamaan dan (3) kemanusiaan. Dalam tiga aspek tersebutyayasan PKM mena­war­kan lima program besar. Yak­ni: (1) kajian kebudayaan, (2)penerbitan, (3) kepustakaan dan perpustakaan, (4) festival, pertunjukan dan film, serta (5) diplomasi kebudayaan. “Dalam waktu dekat Yayasan PKM akan menulis dan menerbitkan buku Ensiklopedi Minangkabau, Mo­no­grafi Adat Nagari serta Khaza­nah Kuliner Minangkabau lain­nya,” ucapnya.(**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional