Menu

Gubernur Siapkan Tim, Lulusan Pesantren Berpeluang Kuliah ke Timur Tengah

  Dibaca : 124 kali
Gubernur Siapkan Tim, Lulusan Pesantren Berpeluang Kuliah ke Timur Tengah
HADIRI BATAGAK KUDO-KUDO— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menghadiri prosesi Batagak Kudo-kudo Masjid Al-Humaidi Pondok Pesantren Darul Hadits Pasaman Barat, Kamis (15/7).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong lulusan pesantren di Sum­bar untuk melanjutkan pen­didikan ke perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Salah satunya ke Timur Tengah. “Pemprov Sumbar sekarang tengah menyiapkan tim untuk men­jalin hubungan dengan negera-negara di Timur Tengah. Ini salah satu jalan bagi lulusan pesantren untuk bisa menimba ilmu di sana,” kata Mahyeldi An­sharullah saat menghadiri prosesi Batagak Kudo-kudo Masjid Al-Humaidi Pondok Pesantren Darul Hadits Pasaman Barat, Kamis (15/7).

Menurut Mahyeldi An­sharullah, anggota tim yang dibentuk itu di an­taranya, adalah keturunan Minang yang telah me­rantau di Timur Tengah. Mereka yang nanti akan dibekali Surat Keputusan (SK) sebagai perwakilan resmi Pemprov Sumbar.

Surat itu akan memu­dahkan mereka membantu Pemprov Sumbar untuk menjalin komunikasi, men­jajaki semua kemungkinan kerjasama baik dengan Duta Besar Indonesia di negara tersebut ,atau lang­sung dengan pemerintah di sana. Pemprov Sumbar juga tengah menjajaki ke­mung­kinan menjalin hu­bungan “sister city” atau kota kembar dengan bebe­rapa kota di Timur Tengah. Lewat program itu, akan dimungkinkan pula per­tukaran pelajar antara dua daerah.

Ia mengatakan ma­syarakat Sumbar yang me­rantau bisa ditemui di ba­nyak negara di dunia ter­masuk Timur Tengah. Me­reka terhimpun dalam se­buah jaringan Minang Dias­pora dan bersedia mem­berikan bantuan bagi orang-orang yang ingin me­nuntut ilmu di Timur Te­ngah. “Jadi banyak cara jika ada kemauan. Namun agar cita-cita untuk kuliah di luar negeri itu bisa te­r­capai maka segalanya ha­rus dipersiapkan sejak dini, terutama untuk kemam­puan Bahasa Arab.

Lingkungan pondok pe­santren diyakini sangat mendukung untuk bisa me­ngembangkan kemam­pu­an dalam berbahasa ter­sebut sehingga nantinya tidak terlalu sulit untuk melanjutkan pendidikan ke negara di Timur Tengah.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pasa­man Barat (Pasbar) M­u­ham­mad Nur mengatakan lulusan pesantren harus memiliki keunggulan ter­tentu dibandingkan lulusan sekolah lain. Keunggulan itu bisa dalam hal Tahfidz Quran maupun penghafal hadist atau ahli dalam ki­tab-kitab lain.

Namun tidak boleh pula mendikotomi ilmu. Hanya menitikberatkan pada ilmu agama. Tetapi mening­galkan ilmu pendukung lain seperti teknologi, perta­nian atau peternakan. “Ti­dak semua lulusan pesan­tren akan menjadi ulama karena itu perlu pula “live skill”, ilmu terapan yang bisa menjadi pendukung untuk mendapatkan peker­jaan di bidang lain,” ujar­nya.

Ia memuji pengelola Pesantren Yayasan Darul Hadits yang mau me­ngem­bangkan berbagai usaha di lingkungan sendiri seperti usaha perikanan dan pe­ter­nakan. Usaha itu juga bisa menjadi lahan ilmu bagi siswa pesantren.

Pimpinan Yayasan Da­rul Hadits, Khairul Nasri, Lc mengatakan, pondok pe­santren itu bisa berdiri, karena banyak bantuan dari donatur yang sebagian besar dikenalnya saat men­jalani pendidikan di Timur Tengah. “Mudah-mudahan nanti selain do­natur, Pemprov Sumbar juga bisa membantu pe­ngembangan pesantren,” katanya. Ikut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Sumbar, Donizar, tokoh agama dan adat Ki­nali.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional