Menu

Gubernur Pimpin Upacara Hari Amal Bakti Ke 75, Wujudkan Indonesia yang Rukun

  Dibaca : 54 kali
Gubernur Pimpin Upacara Hari Amal Bakti Ke 75, Wujudkan Indonesia yang Rukun
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Kakanwil Kemang Sumbar H Hendri meluncurkan aplikasi Si-Guntur ( Sistem Informasi E-Goverment Terstruktur).

PADANG, METRO
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 yang bertempat di halaman Kantor Kementerian Agama RI Kantor Wilayah (Kanwil) Sumbar, Selasa (5/1).

Memperingatinya Hari Amal Bakti Kementerian Agama (Kemenag) yang ke 75 pada tahun 2021, Kemenag membawakan tema “Indonesia Rukun”. Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Pesan ini disampaikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) saat membacakan Amanat Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas pada Hari Amal Bakti tahun 2021.

Hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya Kakanwil Kemenag Sumbar H. Hendri, S. Ag. M. Pd, para pejabat dan seluruh pegawai Kemenag Agama Sumbar.

Toleransi dan kerukunan antar umat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama. Pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hakhaknya sendiri.

“Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita,” kata Irwan Prayitno.

Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, di mana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain.

Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama. Sila pertama dan utama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, meneguhkan identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral. Komitmen religius dan moralitas menjadi barometer apakah suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang besar atau tidak.

Sejalan dengan itu, tugas dan tanggung jawab sejarah bagi seluruh bangsa Indonesia adalah mengisi negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa ini sejalan dengan asas demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Bangsa Indonesia, dari generasi ke generasi harus bisa menjaga komitmen nasional tentang landasan bernegara di tengah dahsyatnya percaturan global di bidang geopolitik, ekonomi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain.

“Dalam kesempatan ini, saya ingin mengingatkan tentang semangat Kementerian Agama baru dan semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama,” ucapnya.

Semangat Kementerian Agama baru itu dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci.

Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan.

Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.

“Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kita semua mari mengedepankan akal sehat dan hikmah/kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang,” sebutnya.

“Dirgahayu 75 Tahun Kementerian Agama”
Dalam sambutan itu, Gubernur Irwan Prayitno mendo’akan, semoga pandemi Covid-19 sebagai ujian berat bagi bangsa kita dan kemanusiaan, segera berlalu dengan takdir dan pertolongan Allah.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumbar juga meluncurkan aplikasi Si-Guntur ( Sistem Informasi E-Goverment Terstruktur) pada Kanwil Kemenag Sumbar dalam Peningkatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan masyarakat bisa mengetahui semua kegiatan Kanwil Kemenag Sumbar.

Kakanwil Kemenag Sumbar H Hendri mengatakan kehadiran aplikasi Sistem Informasi e Government Terstruktur (SiGUNTUR) sendiri didukung oleh tenaga prakom Kanwil Kemenag Sumbar. Menurut salah seorang prakom ahli muda Kanwil Kemenag Sumbar Efrian M Kom merupakan inovasi terbaru dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat guna mendukung pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan pelaksanaan e-government secara terstruktur.

Aplikasi yang digagas Kakanwil H Hendri, yang dituangkan sebagai aksi perubahan Diklat PiM 3 Kabag TU H. Irwan, M.Ag, didukung penuh tenaga pranata Komputer Kanwil Kemenag Sumbar.

Ada lima motivasi hadirnya aplikasi Siguntur ini, antara lain; pertama, Mendukung visi dan misi pemerintah yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024, melaksanakan amanat UU 14 tahun 2008 tentang pelayanan Publik, UU KIP dan Perpres 95 tahun 2018 tentang SPBE, memudahkan masyarakat dalam melaksanakan pelayanan publik khususnya pada Layanan agama dan keagamaan di Kanwil Kemenag Sumbar,di masa pandemi COVID-19 Menghindari layanan dengan tatap muka karena pelayanan bisa dilakukan secara online/daring,memudahkan proses administrasi perkantoran karena seluruh administrasi dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional