Menu

Gubernur Optimis Prilaku Masyarakat Bisa Berubah, Serentak di Sumbar, Perda AKB Mulai Diterapkan 10 Oktober

  Dibaca : 102 kali
Gubernur Optimis Prilaku Masyarakat Bisa Berubah, Serentak di Sumbar, Perda AKB Mulai Diterapkan 10 Oktober
BAGIKAN MASKER— Gubernur Sumbar Irwan Prayitno selaku Ketua Tim I Sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2020 membagikan masker kepada pedagang pasar di Kota Pariaman, dalam sosialisasi Perda tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

PARIAMAN, METRO
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno optimis, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Sumbar, bisa merubah perilaku masyarakat, untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Pemprov Sumbar memilih terus mensosialisasikan Perda AKB ini, untuk mengendalikan penularan Covid-19, dibanding harus memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ungkap Irwan Prayitno selaku Ketua Tim I Sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2020 di Balaikota Pariaman, Rabu (7/10).

Dijelaskan Irwan Prayitno, adanya kebijakan new normal dari pemerintah pusat, kebanyakan masyarakat menganggap Covid-19 sudah normal. Namun hal ini yang harus dirubah dari paradigma kebiasaan lama menuju kebiasaan baru.

“Bagaimana masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Namun tetap menjaga kesehatan diri dengan protokol kesehatan. Apabila perda ini terlaksana dengan baik, saya yakin perilaku warga akan berubah dengan membiasakan menggunakan masker,” ungkap Irwan Prayitno.

Sampai saat ini, pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Masyarakat Sumbar diimbau untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) agar dapat hidup produktif dan terhindar dari penularan virus corona. Caranya, dengan cara mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Saya yakin perilaku warga akan berubah dengan membiasakan menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak akan menjadi kebiasaan baru,” harap Irwan Prayitno.

Berperang melawan Covid-19, akan menimbulkan keresahan terhadap masyarakat. Covid-19 adalah musuh nyata, sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa menyembuhkannya. “Covid-19 itu tidak bisa kita atur. Artinya diri kita lah yang harus kita kendalikan untuk menghindari Covid-19 dalam berbagai aktivitas kita,” sebutnya.

Irwan Prayitno menyampaikan, banyak pertimbangan yang dilakukan Pemprov Sumbar. Karena sukses PSBB tidak berdampak jika masyarakat tidak melakukan pengendalian dan disiplin dengan protokol kesehatan, bahkan akan menghambat aktivitas masyarakat.

“Kalau PSBB diberlakukan lagi banyak biaya yang dibutuhkan, tentunya pergerakan ekonomi akan terganggu. Untuk itu dengan adanya Perda AKB kita diwajibkan hidup sehat dan ekonomi tetap berjalan,” katanya.

Ditambahkannya, mulai Kamis (8/10), Perda AKB sudah bisa diberlakukan. Namun untuk lebih efektifnya, Sabtu, 10 Oktober 2020 secara keseluruhan akan dilaksanakan serentak di Sumbar. “Karena kita sudah melakukan sosialisasi di setiap daerah kabupaten kota, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dan membagi-bagikan masker oleh setiap tim,” jelasnya.

Ada enam tim yang dipimpin langsung oleh forkopimda dan sudah hampir semua kabupaten kota datangi. “Mudah-mudahan dengan adanya perda ini masyarakat terbiasa menggunakan masker. Sehingga, berkurang pasitif Covid-19 di Sumbar, dan InsyaAllah kita bisa mengendalikannya,” tuturnya.

Ia berharap kepada kabupaten kota, untuk bekerjasama, kompak dan bersinergi menerapkan perda ini kepada masyarakat, didukung oleh Satpol PP, polisi jaksa dan hakim. Kemudian dengan adanya efek jera ini masyarakat terbiasa dan tercapai harapan kita untuk mengurangi positif Covid-19 ini.

Terpisah, sebelumnya, Tim V Pemprov Sumbar melakukan sosialisasi Perda AKB di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Selasa (6/10). Tim V Pemprov Sumbar dipimpin oleh Wakil Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Wadan Lantamal) II Teluk Bayur, Kolonel Marinir Fredy JH Pardusi SE, SH, MM. Tim ini juga terdiri dari Lantamal II Teluk Bayur, Perguruan Tinggi Agama di Kota Padang, Rektor Universitas Islam Negri, DPRD Provinsi Sumbar, dari Bidang Hukum, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Kemenkumham Sumbar, Satpol PP Provinsi Sumbar, Dinas Kominfo Provinsi Sumbar, Biro Humas Setdaprov Sumbar.

Sosialisasi Tim V ini didampingi Sekretaris Daerah Pessel, Erizon da Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pessel, Dailipal. Dalam sosialisasinya, sekaligus dilakukan pembagian masker. Sebanyak 3.600 lembar masker, dan leaflet sosialisasi perda sebanyak 250 buah dibagikan kepada masyarakat.

Usai pembagian masker dan leaflet di Taman Spora, Pasar Inpres Painan dan beberapa tempat lainnya, Tim V Pemprov Sumbar, melanjutkan kegiatan sosialisasi di Gedung Painan Convention Center (PCC), bersama Forkopimda, OPD Pemkab Pessel dan seluruh stakeholder terkait.

Wadan Lantamal II Teluk Bayur, Kolonel Marinir Fredy JH Pardusi SE SH, MM mengatakan, sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2020 untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, tentang upaya bersama pencegahan penyebaran virus corona.

“Pada perda ini adalah bersifat mandatori. Artinya, provinsi, kabupaten dan kota sesuai dengan UUD No 23 Tahun 2014 Pasal 13 dinyatakan, urusan pemerintah provinsi dapat dilanjutkan di kabupaten dan kota yang langsung diberdayakan oleh pemerintah provinsi,” kata Kolonel Marinit Fredy JH Pardusi.

Selanjutnya Fredy JH Pardusi juga menjelaskan tujuan hadirnya perda ini, sebagai segala bentuk upaya yang dilakukan pemerintah daerah terhadap masyarakat untuk mengendalikan atau mengurangi resiko masalah dan ditanggulangi akibat Covid-19. Tujuannya untuk melindungi masyarakat dari virus corona. (adv/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional