Menu

Gubernur Minta Penanganan Ditingkatkan, Tingkat Kesembuhan Corona 51 Persen

  Dibaca : 83 kali
Gubernur Minta Penanganan Ditingkatkan, Tingkat Kesembuhan Corona 51 Persen
RAKOR VIRTUAL— Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumbar dan Asisten III Setdaprov Sumbar, Nasir Ahmad rapat koordinasi secara virtual dengan Dinkes kabupaten kota serta direktur rumah sakit se-Sumbar, Senin, (5/10).

SUDIRMAN, METRO
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno meminta penanganan Covid-19 di daerah agar lebih ditingkatkan. Khususnya treatment pasien dengan kategori berat dan memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

“Penanganan cepat dan baik diyakini akan berimbas pada penekanan angka kematian serta kenaikan jumlah kesembuhan,” ungkap Irwan Prayitno saat rapat koordinasi secara virtual dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar dan Dinkes kabupaten kota serta direktur rumah sakit se-Sumbar, Senin (5/10).

Melalui rapat ini, Irwan Prayitno mengungkapkan, dapat menyamakan persepsi, menyatukan langkah dalam menangani pasien Covid-19. Dimulai dari tracking, testing, isolasi dan treatment. “Saya mengharapkan seluruh stakeholder dapat berkoordinasi dengan baik, tanpa saling melempar tanggungjawab. Sebab, seluruh tahapan proses penanganan melibatkan pihak-pihak yang hadir saat ini,” sebut Irwan Prayitno.

Lebih lanjut diutarakannya, tingkat kematian akibat Covid-19 di Sumbar kurang dari 2 persen dan masih di bawah rata-rata nasional. Sementara tingkat kesembuhan mencapai 51 persen dan diyakini akan terus naik persentasenya. “Saya yakin, dengan penanganan serius dari tenaga kesehatan, tanpa mendahului Tuhan, angka kematian bakal dapat terus ditekan dan kesembuhan bisa kita tingkatkan,” harapnya.

Irwan Prayitno mengharapkan koordinasi terus terjalin, baik itu antara Dinkes Sumbar dan kabupaten kota dengan rumah sakit, maupun antar sesama rumah sakit. Ciptakan koordinasi intens. Seperti dalam menerima pasien.

“Masing-masing rumah sakit harus mengerti kemampuannya. Rumah sakit daerah hanya menerima pasien ringan sampai sedang. Sementara, rumah sakit rujukan Covid-19, pasien sedang hingga berat tanpa komorbid. Sedangkan pasien berat dengan penyakit bawaan, sebaiknya dirujuk ke RSUP M. Djamil dan rumah sakit lain yang lengkap alat penunjangnya,” jelas Irwan Prayitno.

Di sinilah peran dinkes sebagai regulator mobilisasi pasien. Dinkes kabupaten kota dapat mengarahkan rumah sakit, dalam menentukan rujukan terhadap pasien yang diterima, jika dirasa tak mampu untuk menanganinya.

“Jangan ada tolak-menolak merawat pasien. Apalagi jika pasiennya sudah gawat. Keterlambatan penanganan dari pihak keluarga hingga rumah sakit, di antara penyebab kematian,” terang Irwan Prayitno.

Melalui aplikasi dan penggunaan IT, dinkes mampu mengetahui jumlah kapasitas rumah sakit rujukan. Hasil tersebut dikirim ke semua rumah sakit daerah. Sehingga keadaan real time ketersedian tempat tidur dapat diketahui. Begitu juga kebutuhan alat dan tenaga kesehatan. Koordinasi antar sesama rumah sakit juga diperlukan, untuk pemenuhannya.

“Jika ada nakesnya yang berlebih atau dirumahkan, coba dikirim ke rumah sakit yang membutuhkan. Termasuk alat, kalau ada ventilator tak terpakai, kirimlah ke RSUP M. Djamil. Di sana sangat membutuhkan. Untuk administrasi, nanti diatur teknisnya,” tambah Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga mengapresiasi kinerja rumah sakit dan dinas kesehatan selama ini, dalam menangani pandemi Covid-19. “Terima kasih pada semua rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta atas kerja kerasnya selama ini. Begitu juga seluruh tenaga kesehatan. Semoga Anda semua selalu dilindungi Allah SWT. Saat ini yang kita perlukan koordinasi maksimal dalam menghadapi pandemi. Mari hilangkan semua ego. Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir,” pungkasnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional