Close

Gubernur Mahyeldi Terharu, Muhammad Ibrahim Pasangkan Mahkota Pada Orangtuanya

PASANGKAN—Gubernur Sumbar Mahyeldi pasangkan mahkota.

LIMAPULUHKOTA, METRO
Seorang santri rumah tahfizh bernama Muhammad Ibrahim di pondok pesantren Sabilut Taqwa, Tarantang Harau, Kabupaten Limapuluh Kota menerima mahkota dari Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah karena hafal Al-qur’an 30 juz, Minggu (28/3).

Mahyeldi yang biasa di panggil Buya ini sangat bangga dan terharu ketika memakaikan mahkota yang merupakan kemuliaan bagi kedua orangtuanya di surga kelak. Mahkota dan Jubah itu sebagai balasan dari Allah SWT, sebab para orangtua ini telah mendidik putra putrinya untuk menjaga Al-Qur’an.

“Anak yang Khatamulkubro atau hafal Al-qur’an dan mengamalkan isinya, Allah menjanjikan mahkota yang terbuat dari cahaya di akhirat kelak,” kata Buya Mahyeldi.

Kemudian Buya Mahyeldi memanggi kedua orang tua dari Muhammad Ibrahim dan meminta Muhammad Ibrahim memasangkan mahkota tersebut kepada ibunya.

Suasana semakin haru, dengan bersimpuh Ibrahim memasangkan mahkota kepada ibunya, terlihat kedua orangtuanya menangis terharu dan memeluk anaknya. Kemudian mereka pun bersujud syukur kepada Allah SWT.

“Inilah kemuliaan Allah, bagi orang tua yang sabar mendidik dan mengajarkan Al Qur’an serta menganjurkan untuk menghafal Al-Qur’an kepada anaknya, kelak di Akhirat Allah SWT akan berikan penghargaan yang luar biasa, yaitu dipakaikan jubah kemuliaan,” ucap Mahyeldi.

Gubernur Sumbar mengajak orangtua bisa mengutamakan pendidikan Al-qur’an, agar kelak anak-anaknya dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan orangtuanya di dunia dan akhirat.

“Kita harus bisa menyadari pentingnya bagi mereka memperkenalkan dan membiasakan membaca dan mempelajari Al-qur’an kepada anak sejak usia dini. Selain akan menuntun masa depan anaknya ke jalan yang benar, juga untuk meningkatkan harkat para orang tua itu di hadapan Allah di akhirat kelak,” ungkapnya.

Gubernur menginginkan semua warga Sumbar semakin mencintai Al-qur’an. Supaya di provinsi Ranah Minang ini terwujud kehidupan bermasyarakat yang Islami dan Qurani. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top