Close

Gubernur Mahyeldi Lepas 30 Ribu Bibit Ikan di Kota Padang

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Buya Mahyeldi, bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti, dan Tim UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (KPSDKP), melepas 30 ribu bibit ikan Nilem, Puyu dan Nila, yang terbagi di tiga lokasi di Kota Padang, kemarin.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Buya Mah­yeldi, bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti, dan Tim UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (KPSDKP), melepas 30 ribu bibit ikan Nilem, Puyu dan Nila, yang terbagi di tiga lokasi di Kota Padang, kemarin.

Ketiga lokasi tersebut, yakni di Masjid Al Wustha Kelurahan Parak Karakah, Padang Timur, Mu­shalla Al Wasilah dan Mu­shalla Nah­datul Iman, keduanya berada di Kecamatan Kuranji.  Pelepasan bibit ikan dilakukan usai Gubernur sha­lat jumat di Masjid Al Wustha, Parak Karakah. Disampaikan pengurus mas­jid, selain melestarikan ikan, penghasilan setelah panen yang nilainya lumayan besar itu nantinya akan menjadi kas masjid dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan operasional masjid.

Gubernur Mahyeldi me­nyambut baik kegiatan penebaran benih ikan ter­sebut dalam rangka menjaga kelestarian ikan dan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “Sa­ya berharap agar masya­rakat menjaga sungai dan ikan. Jangan membuang sampah ke sungai, apa lagi sampah plastik yang su­sah sekali terurai,” kata gubernur.

Benih ikan yang ditebar tersebut, menurut Kepala Dinas DKP, Desniarti merupakan hasil pengemba­ngan di Instalasi Konservasi Jenis Ikan Perairan U­mum Sicincin. Ikan yang dikembangkan saat ini a­dalah ikan Nilem, Ikan Puyu, Ikan Tawes, Ikan Nila dan Sidat.

“Hasil pengembangan digunakan untuk restoking pelestarian ikan di perairan umum daratan, yaitu sungai, danau, waduk dan telaga. Tujuannya untuk meningkatkan pelestarian ikan dan hasilnya dapat bermanfaat bagi ma­sya­rakat,” terang Desniarti.

Sementara itu, Ka. UP­TD KPSDKP, Lastri, menyebut, akhir tahun ini pihak­nya mencoba untuk memulai pengembangan komoditi ikan Garing yang juga merupakan ikan perairan umum Sumatera Ba­rat. “Saat ini kami dalam tahap mempersiapkan ko­lam untuk ikan garing dengan memodifikasi kolam berbatu batu menyerupai ha­bitat aslinya di sungai,” ung­kap Lastri. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top