Menu

Gubernur Keluarkan Instruksi, Tim Sosialisasi Swab ke Pelaku Usaha Dibentuk

  Dibaca : 167 kali
Gubernur Keluarkan Instruksi, Tim Sosialisasi Swab ke Pelaku Usaha Dibentuk
Arfian, Kepala Dinas Disparbud Kota Padang

JATI, METRO
Pemko Padang akan membentuk tim untuk sosialisasikan instruksi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno beberapa waktu lalu. Instruksi ini berisi agar seluruh pengelola dan karyawan rumah makan, restoran, kafe dan lainnya yang ada di Padang wajib mengikuti tes swab.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemko Padang, Arfian mengatakan teknis tes swabnya akan dirapatkan terlebih dahulu. ”Tim teknisnya kami siap menginformasikan kepada seluruh rumah makan dan usaha tentang swab,” ujar Arfian, kemarin.

Ia menambahkan, Pemko Padang juga akan menurunkan tim menginformasikan dan sosialisasikan kepada pemilik rumah makan, restoran, kafe dan lainnya. Tim ini mulai bergerak, Kamis (22/10) untuk menjelaskan instruksi gubernur ini. “Padang juga ibu kota provinsi Sumbar dan perlu digerakkan pelaku usaha untuk tes swab,” sebutnya.

Ia menyebutkan, sesuai instruksi jika ada pelaku usaha yang tidak mau swab, izin usahanya akan dicabut. Tes swab ini tidak hanya untuk restoran atau rumah makan yang ramai pengunjung, namun ampera kecil juga ikut diswab.

“Ampera kecil ini yang biasa melanggar, kalau jumlah semuanya ada ribuan jumlah usaha restoran dan rumah makan,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengeluarkan surat instruksi kepada Wali Kota Padang, Selasa (20/10). Surat dengan Nomor 360/223/Covid-19-SBR/X-2020 itu, menginstruksikan kepada Wali Kota Padang agar memperketat pengawasan dan penegakan Perda No 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di rumah makan/restoran/kafe dan sejenisnya.

Tidak hanya instruksi kepada Wali Kota Padang, dalam surat tersebut, Irwan juga menginstruksikan seluruh pengelola dan karyawan rumah makan/restoran/kafe dan sejenisnya tanpa terkecuali, wajib mengikuti tes swab pemeriksaan RT-PCR, paling lambat dua minggu setelah ditetapkannya surat instruksi ini. Artinya deadline terakhir 3 November 2020 mendatang.

“Pelaksanaan tes swab tersebut tidak dipungut biaya atau gratis dan harap segera menghubungi Dr Andani Eka Putra dengan no HP 081226954302 di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas,” ungkap Irwan dalam suratnya tersebut.

Irwan juga menambahkan, bagi rumah makan/restoran/kafe dan sejenisnya, yang telah mengikuti tes swab dan mematuhi protokol kesehatan, akan diberikan sertifikat. Namun, apabila ada pengelola/karyawan yang tidak mengikuti tes swab dan tidak mematuhi protokol kesehatan, maka tempat usahanya akan ditutup/disanksi berdasarkan Perda No 6 tahun 2020.

Sebelumnya Irwan, telah memerintah Satpol PP Sumbar untuk melakukan penindakan hukum bagi masyarakat Sumbar yang melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Kita telah melakukan kerjasama dengan Kapolda Sumbar, untuk melakukan penindakan hukum Perda AKB mulai dari sanksi administrasi sampai dengan sanksi pidana kurungan,” sebut Irwan.

Selain itu, Irwan juga memberikan sanksi tambahan pada ASN yang melanggar Perda AKB. Mulai dari penundaan kenaikan pangkat atau golongan sampai penggurangan tunjangan. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional