Menu

Gubernur jadikan Hotel Bintang II dan III Tempat Karantina

  Dibaca : 132 kali
Gubernur jadikan Hotel Bintang II dan III Tempat Karantina
BICARAKAN—Pertemuan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dengan Sekretariat Utama (Sestama) BNPB, Harmensyah bersama jajaran, Anggota DPR RI, Asli Chaidir, Rabu (21/10) di Gubernuran. Hadir mendampingi Irwan Prayitno, Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman dan jajaran serta OPD di Lingkungan Pemprov Sumbar untuk bicarakan tempat isolasi.

PADANG, METRO
Pemprov Sumbar berencana menyiapkan beberapa hotel di Kota Padang, untuk dijadikan tempat karantina masyarakat yang terpapar Covid-19 ringan. “Dengan hadirnya karantina di hotel ini, maka bagi pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri akan dimasukan ke dalam hotel tersebut, untuk dikarantina. Tujuannya agar tidak menyebar di rumah, karena tidak siap dengan sarana pra sarananya,” ungkap Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Rabu (21/10).

Irwan Prayitno menambahkan, hotel yang disiapkan, untuk karantina positif Covid-19 ini, nantinya hotel bintang II dan bintang III. Hotel bintang III dijadikan pasien umum dan bintang III untuk tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. “Kita sedang siapkan prosesnya,” terangnya.

Irwan Prayitno mengklaim, mulai hari ini tidak kekurangan fasilitas untuk karantina dan isolasi. Asrama Haji Padang menurutnya, juga Kamis (22/10) kemungkinan sudah siap dijalankan untuk karantina. “Karena saat ini sudah dipagar sejak Minggu kemarin dan tenaga kesehatannya sudah diambil dari beberapa tempat. Begitu juga rumah sakit, minggu ini sudah bertambah 68 tempat tidur. Ini bisa mengcover kebutuhan kamar perawatan,” ungkapnya.

Menurut Irwan Prayitno, jika semua testing, tracing dan isolasi serta perawatan berjalan baik, maka Covid-19 bisa dikendalikan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal hanya 1,98 persen. Irwan Prayitno berharap, mudah-mudahan tidak ada menambah yang meninggal lagi.

Termasuk juga tenaga kesehatan. Hingga saat ini, ungkap Irwan Prayitno, belum ada tenaga kesehatan, baik itu perawat maupun tenaga medis yang meninggal karena Covid-19. “Berarti ini bagus, kita bisa mengurangi kematian. Kesembuhan baru 5,8 persen. Namun, minggu depan atau dua minggu lagi, pasti kesembuhan akan naik. Karena yang sakit sekarang ini jika tidak ada penyakit bawaan, juga akan sembuh juga. Yang repot itu banyak kematian, berarti korban. Kalau sakit sembuh, Alhamdulillah,” ungkap Irwan Prayitno.

Langkah-langkah penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemprov Sumbar mendapat apresaisi dari Sekretariat Utama (Sestama) BNPB, Harmensyah. “Penanganan Covid-19 di Sumbar sangat bagus. Apalagi testing dilakukan dengan biaya yang gratis selama ini. Menurutnya, angka yang terpapar Covid-19 saat ini cukup tinggi di Sumbar, karena testing yang dilakukan melalui test swab semakin banyak,” ungkapnya.

Terkait rencana menyiapkan hotel untuk tempat karantina, Harmensyah menyatakan BNPB siap menyediakan sarana dan prasarana pendukungnya. “Silahkan cari hotel bintang II dan III. Nanti kita siapkan fasilitasnya. Pemprov Sumbar tidak perlu repot-repot lagi cari dan bangun rumah sakit darurat,” ungkapnya.

Harmensyah juga mengingatkan masyarakat Sumbar, agar mematuhi protokol kesehatan. Tidak hanya Pemprov Sumbar saja yang giat melakukan sosialisasi kepada masyarakatnya untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pemko Padang menurutnya, juga harus berperan aktif mengimbau warganya pakai masker. “Pemko Padang bisa memakai mobil pengeras suara mengimbau warganya memakai masker. Karena banyak saya temukan di jalan yang tidak pakai masker,” ungkapnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional