Menu

Gubernur Canangkan Program CSR Limar Bagi Daerah Tertinggal

  Dibaca : 96 kali
Gubernur Canangkan Program CSR Limar Bagi Daerah Tertinggal
DIALOG—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dialog dengan siswi pesantren di Jorong Lima Partamuan Nagari Muaro Sungai Lolo, Kabupaten Pasaman, Kamis (22/7).

PASAMAN, METRO–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat  (Sumbar) akan melak­sa­nakan program CSR Listrik Mandiri (Limar) di nagari dan daerah terisolir di Sum­bar. “Listrik mandiri dapat diwujudkan dengan memanfaatkan listrik te­naga surya (solar panel). Biayanya hanya Rp3,7 juta. Melalui program ini bisa bantu satu rumah di nagari dan daerah terisolir di Sum­bar, ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi An­sha­rul­lah pada pencanangan Program Limar bagi dae­rah tertinggal di Jorong Lima Partamuan Nagari Muaro Sungai Lolo, Kabu­paten Pasaman, Kamis (22/7).

Hadir dalam kesem­patan itu, Anggota DPD RI Muslim Yatim, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, bebe­rapa OPD terkait, camat, wali nagari, wali jorong dan Tokoh Jorong Lima Parta­muan Nagari Muaro Sungai Lolo.

Mahyeldi juga menga­takan, dengan program ini diharapkan semua daerah tertinggal, terisolir yang belum sarana dialiri listrik oleh PLN di Sumbar, akan dapat terang bercahaya pada malam hari.

“Program limar ini kar­ya Ujang Koswara dari Bandung yang mem­beri­kan alternatif penerangan di daerah yang jauh dari jangkau infrastruktur jalan dan transportasi. Kita tahu di Sumbar masih banyak masyarakat berada di dae­rah-daerah tertinggal dan terisolir belum terjamah pembangunan,” ujar Mah­yeldi.

Mahyeldi mengatakan, dengan dana CSR saat ini dirinya bersama tim me­nye­rahkan bantuan limar untuk 40 rumah. Namun, kedatangannya bersama tim baru membawa ban­tuan limar untuk 30 rumah. Tim ini terdiri dari tiga orang dari Bandung dan dua orang dari Sumbar.

“Dengan program Li­mar, bersinar rumahnya, bersinar hatinya bersinar masa depannya. Muda­han-mudahan dengan pe­ne­rangan ini masyarakat dapat meningkatkan ama­lan ibadahnya, mengaji shalat malam, serta juga menambah kegiatan eko­nomi lainnya,” harap Mah­yeldi.

Wali Nagari Muaro Sungai Lolo, Ogi Arianto mengatakan, ada 37 nagari di Kabupaten Pasaman. Namun dari  semua nagari yang ada itu Nagari Muaro Sungai Lolo, daerahnya kekurangan di segala bi­dang pembangunan. Baik itu infrastruktur jalan, lis­trik, jaringan komunikasi, pendidikan dan kesehatan.

Khusus di Jorong Lima Partamuan, terdapat 175 KK yang tinggal. Ogi me­nambahkan, anak-anak tamatan SD di sini me­nyambung pendidikan SL­TP, SLTQ mesti di luar da­erah ini. Ada di ibu kota Pasaman, Bukittinggi. Hal ini terjadi karena sarana pendidikan sangat kurang di jorong ini.

“Dari enam jorong  di Nagari Muaro Sungai Lolo, Jorong Lima Partamuan lah paling amat kurang infrastruktur pem­bangu­nannya. Jangankan jalan, transpotasi sungai pun lewat sampan sangat sulit dan cukup lama sampai­nya. Pak Gubernur dan rombongan telah melihat langsung kondisinya,” ujar­nya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional