Close

GP Abu Dhabi, Kans Terakhir Hamilton Hindari Musim tanpa Kemenangan

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton.

Lewis Hamilton tinggal memiliki satu ke­sempatan untuk menghindari penampilan tanpa kemenangan dalam satu mu­sim ketika Formula 1 bersiap untuk balapan pemungkas di Abu Dhabi pada akhir pekan ini.

Sang pebalap Merce­des mendapati pengalaman tak mengenakan di Sirkuit Yas Marina pada tahun lalu saat ia melewatkan rekor gelar juara du­nia kedelapan kalinya me­nyu­sul prosedur safety car yang kontroversial saat ia memimpin lomba dengan beberapa lap tersisa.

Keputusan yang ku­rang pas dari ofisial balapan itu menjadi nasib buruk bagi Hamilton ketika Max Verstappen yang opor­tunis mencuri kesempatan untuk menjuarai lom­ba dan meraih gelar juara dunia pertamanya, kendati Mercedes mempertahankan gelar konstruktor untuk kedelapan kalinya.

Sebagai pemenang li­ma kali di Yas Marina, di mana Verstappen meme­nangi dua balapan terakhir di sana, Hamilton masih menghadapi tantangan besar dan tak ingin mendapatkan perlakukan khusus dari timnya. “Saya tiba di sini tidak untuk memikirkan masa lalu, tak sedikitpun. Saya fokus,” kata Hamilton dikutip AFP, Kamis (17/11). “Saya tidak yakin apakah mobil kami akan bekerja dengan baik di sini pada akhir pekan, tapi apabila ada kesempatan, kami a­kan meraihnya,” imbuhnya.

Mercedes memiliki peluang bagus setelah me­ngakhiri puasa podium teratas musim ini di Brazil ketika George Russell mera­sakan kesuksesan pertamanya sebagai pemenang Grand Prix. Hamilton juga berturut-turut finis kedua dalam tiga balapan terakhirnya ketika Mercedes mulai menunjukkan performa untuk bersaing di papan atas setelah terseok-seok pada awal musim karena mobil yang tak kompetitif dan memantul-mantul ka­rena efek “porpoising” di lintasan.

“Bagi saya, kesuksesan kami di Brasil, finis 1-2 pada Minggu lalu, adalah berkat upaya sangat besar dari tim kami di Inggris Raya. Mereka sangat bertekad sepanjang tahun ini,” u­rainya.

Tidak ada pertaruhan besar pada balapan Minggu nanti, tapi bagi Hamilton itu akan menjadi ke­sempatan terakhirnya untuk menjaga rekor selalu menang setiap musimnya tetap bertahan. Sang pebalap yang akan genap 38 tahun pada Januari tahun depan itu memegang rekor 103 kemenangan dalam kariernya, meskipun statistik bukan prioritas baginya.

Hamilton membutuhkan enam balapan dalam debutnya pada 2007 sebelum menjadi pemenang dan ia setidaknya telah memenangi satu balapan setiap musimnya sejak itu. “Saya tidak memikirkan rekor itu, tapi tentunya saya mencoba meraih kemenangan itu tahun ini,” kata Hamilton pada September lalu. “Rekor itu tidak penting bagi saya, karena saya tidak terlalu memikirkan rekor secara umum,” urainya.

Di saat Hamilton dan Russell dipuji bak pahlawan di timnya, Verstappen, sementara itu, menghadapi perang batin setelah menolak mematuhi perintah tim untuk membantu Sergio Perez di Interlagos, Minggu lalu.

Red Bull memberi arahan Perez untuk memberi jalan kepada Verstappen dengan syarat posisinya akan dikembalikan apabila sang pebalap Belanda tak mampu menyalip pebalap Alpine Fernando Alonso untuk posisi finis kelima.

Sedangkan Perez, yang membutuhkan poin sebanyak mungkin untuk mengalahkan pebalap Ferrari Charles Leclerc dalam perebutan peringkat kedua di klasemen di saat Verstappen telah mengunci gelar juara dunia untuk kedua kalinya. Red Bull belum pernah finis 1-2 dalam klasemen pebalap.

Verstappen, yang juga mendapat penalti karena menyebabkan tabrakan dengan pebalap Mercedes Lewis Hamilton, diinstruksikan oleh engineer tim Red Bull Gianpiero Lambiase untuk membiarkan Pe­rez lewat supaya finis le­bih tinggi tapi mengabaikan arahan itu dan menyelesaikan lomba di depan sang pebalap Meksiko yang finis P7.

Tindakan Verstappen itu memicu berbagai reaksi dan kritik di media so­sial. “Itu menunjukkan siapa dia sebenarnya,” kata Perez, yang pernah dipuji Verstappen karena turut mem­bantunya memenangi sejumlah balapan serta menjadi juara dunia.

Selesai GP Sao Paulo, Perez dan Leclerc imbang dengan masing-masing 290 poin, namun sang pebalap Ferrari menang 3-2 soal jumlah kemenangan balapan. Leclerc juga tak dibantu Ferrari untuk bisa finis di depan Carlos Sainz yang naik podium hari itu bersama duet Mercedes George Russell dan Lewis Hamilton.

Setelah rapat internal, Red Bull mengatakan kedua pebalapnya telah sepakat dan Verstappen akan membantu Perez pada a­khir pekan ini. Sedangkan Verstappen mengincar peluang untuk memperba­nyak rekor kemenangan menjadi 15 kali dalam semusim.

Pada balapan penutup nanti, juara dunia dua kali Fernando Alonso juga akan berpamitan dengan Alpine, yang berharap finis peringkat empat pada klasemen konstruktor, sebelum pindah ke Aston Martin.

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel juga akan melakukan perpisahan ti­dak hanya kepada Aston Martin tapi juga F1 di sirkuit di mana ia meraih gelar juara dunia pertamanya pada 2010 silam. (jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top