Close

GOR Type B Kota Payakumbuh di Tepian Batang Agam, Pekerjaan Dikebut, Pembangunan akan Selesai

SELESAI—Pembangunan GOR tipe B ini dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan nilai Rp13,9 Miliar ini bakal selesai.

SUDIRMAN, METRO–Wali Kota Riza Falepi terus meningkatkan jumlah sarana dan prasarana olah raga di Kota Randang. Pemerintah Kota Payakumbuh melanjutkan pem­bangunan Gedung Olah Raga (GOR) Tipe B di kawasan Batang Agam, Kelurahan Tanjung Pauh pada tahun 2021, setelah terhenti pada 2019 lalu aki­bat pelaksana pekerjaan PT Niagara-Visicon-KSO dengan nilai Kontrak sebesar Rp12,07 Milyar yang tidak bisa memaksimalkan tugasnya, hanya sampai bobot 47,5 persen saja.

Awalnya, sumber anggaran pembangunan GOR tipe B ini dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemen­terian Pemuda dan Olah­raga (Kemenpora) dengan nilai Rp13,9 Miliar, karena pembangunannya di awal tidak kelar, maka anggarannya kembali ke kas daerah dan menjadi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Payakumbuh.

Untuk melanjutkan pem­bangunan GOR yang diidamkan warga Payakumbuh itu, kali ini PT. Lingkar Persada Cabang Payakumbuh melaksanakannya dengan anggaran Rp. 6.647.500.000 dari A­PBD Kota Payakumbuh dengan pengawas CV. Parades Karya Consultant, dimulai pada 7 Juni 2021 lalu.

Menurut Site Manager PT. Lingkar Persada Cabang Payakumbuh M. Da­tuak Ogah saat ditemui media di lokasi pem­ba­ngu­nan GOR Tipe B, Kamis (9/9), menerangkan berdasarkan progres pekerjaan dari kontrak mereka saat ini, pembangunan yang mereka kerjakan sudah memasuki tahap akhir, tinggal finishing saja, sekitar 40 persen lagi.

“Kami sudah mema­sang atap, kuda-kuda, tribun, ruangan dan WC, pasang bata, plesteran, dan pengecatan. Kami juga akan mulai mema­sang  ACP atau Aluminium Composite Panel, sua­tu material yang berupa plat datar yang terbuat dari bahan polyethylene (PE) dan dilapisi dengan bahan aluminium pada kedua sisinya. ACP biasanya digunakan untuk melapisi dinding eksterior untuk menampilkan sisi artistik yang begitu elegan pada bangunan, pokoknya kita buat yang cantik untuk warga Payakumbuh,” kata Dt.

Menurut Dt. Ogah, ada waktu sekitar 3 bulan lagi pengerjaannya mereka lakukan, kendala yang mereka alami hanya pada distribusi material, karena kondisi akses jalan yang belum diaspal, masih jalan tanah, sehingga setelah hujan kadang membuat mobil tersangkut di ge­nangan air berlumpur. Ditambah lagi, karena ada material yang dipesan dari Jakarta, terkadang proses distribusinya ma­cet.

Ditemui di tempat terpisah, Kadisparpora Desmon Corina diwakili Kabid Pemuda dan Olahraga Delni Putra menerangkan daerah penerima DAK untuk pembangunan GOR Tipe B dari Kemenpora RI ini berjumlah sebanyak 40 kabupaten kota di seluruh Indonesia, dan Kota Pa­yakumbuh menjadi satu-satunya daerah di Sumbar yang mendapatkan dana tersebut.

Dengan luas bangu­nan lebih kurang 2000m² (42×49), GOR tersebut nan­tinya akan memiliki 4 lapangan bulutangkis, 1 lapangan bola basket, 2 lapangan bola voli, empat lapangan sepak takraw, dan 1 tenis lapangan. Khu­sus untuk lapangan futsal di GOR Tipe B tidak digunakan untuk tingkat nasional, hanya untuk tingkat lokal seperti tingkat pro­vinsi dan kota.

Dijelaskannya, jumlah arena olahraga untuk G­OR tipe B itu sudah sesuai dengan Permenpora Nomor 8 Tahun 2018 yang menjelaskan bahwa setiap GOR tipe B harus dapat memuat lima cabang olah­raga untuk tingkat nasional serta enam cabang untuk tingkat lokal, seperti provinsi dan kabupaten kota.

“Apabila nanti pembangunan GOR tersebut sudah tuntas, Kota Payakumbuh dipastikan bisa menjadi tuan rumah da­lam menggelar berbagai iven olahraga berskala nasional,” kata Delni. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top