Menu

Goda Cewek, Polisi Palsu Masuk Sel

  Dibaca : 4274 kali
Goda Cewek, Polisi Palsu Masuk Sel
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 
Jpeg

Dengan berpakaian lengkap, plus borgol dan pistol, Dede yang hanya seorang polisi gadungan, berhasil memperdaya seorang juniornya di kampus.

PADANG, METRO–Mengaku sebagai polisi, dan nekat memakai seragam lengkap di toko perlengkapan ABRI, seorang pemuda berhasil menipu dan menggelapkan satu unit sepeda motor milik junior kampusnya, Minggu (11/10). Namun, aksi itu ketahuan. Pelaku Dede Pramana Putra (26) kini meringkuk di sel tahanan.

Pria yang memang bercita-cita ingin jadi polisi ditangkap di rumah temannya, Jalan Sepakat, Jundul Lapai, Kecamatan Nanggalo, sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika ditangkap, polisi gadungan menggunakan pakaian dinas kepolisian dengan pangkat Briptu di lengan, lengkap dengan pistol mainan, borgol, jaket kepolisian dan id card dengan bertuliskan Ditnarkoba Polda Sumbar. Hebatnya, polisi gadungan itu sempat mengaku melakukan pengamanan Tour de Singkarak.

Penangkapan pelaku, berawal saat korban, Esthi (21) mahasiswi bertemu dengan pelaku di kampus UBH Ulakkarang saat dilaksanakannya seminar. Lalu, dengan berbagai godaan, pelaku datang dan meminjam sepeda motor Honda Beat BA 3439 GW milik korban. Sebelumnya, korban telah lama tidak bertemu dengan pelaku. Pada saat itu, pelaku mengaku kepada korban kalau dirinya telah menjadi anggota Polri berdinas di Polda Riau dan baru pindah ke Polresta Padang.

Melihat pelaku berseragam lengkap, korban pun percaya dengan pelaku. Kemudian, korban memberikan kunci sepeda motornya, sekitar pukul 09.00 WIB. Sejam kemudian, pelaku kembali ke lokasi dan memberikan kunci sepeda motor korban, dan berpamitan untuk pengamanan Tour De Singkarak.

Setelah kegiatan korban selesai, dia kembali ke lokasi parkir untuk menuju pulang dengan mengendarai sepeda motornya. Setiba di sana, korban tidak melihat sepeda motor kesayangannya itu. Lalu, korban menghubungi pelaku. Saat itu, pelaku mengaku kepada korban masih melakukan pengamanan TdS, sekitar pukul 16.00 WIB. Sekitar pukul 19.00 WIB, pelaku memberi alasan dengan jawaban masih mengamankan TdS, jalan masih ditutup.

Akhirnya korban berhasil menghubungi pelaku sekitar pukul 20.00 WIB, dan menanyakan dimana dia meletakan sepeda motornya, dan membujuk pelaku untuk datang ke kos korban. Berhasil dibujuk, pelaku akhirnya mendatangi korban ke rumah kostnya.

Sebelum pelaku datang, korban menghubungi kerabatnya yang merupakan anggota Batalion Yonif 133. Setiba di sana, pelaku datang masih tetap dengan berseragam lengkap. Curiga dengan gelagat pelaku, kerabat korban, anggota TNI itu menghubungi anggota Polri yang berdinas di Polda Sumbar untuk menanyakan kebenaran pernyataan pelaku.

Setelah itu, anggota Polda Sumbar tersebut tiba di sana, dan memastikan apakah pelaku anggota polri yang berdinas di Polresta Padang. Saat kedua aparat itu memintai keterangan kepada pelaku, terbukti kalau pelaku tidak anggota polri alias palsu. Lalu, pelaku dibawa ke Polsek Nanggalo dan diserahkan ke sana. Sebelumnya, korban telah melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Padang Utara dengan nomor LP/529/K/X/2015/Sektor Padang Utara.

Kapolsek Nanggalo AKP Gusdi membenarkan kejadian penangkapan tersebut. Karena lokasi kejadiannya tidak di wilayah hukum Nanggalo dan korban telah melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Padang Utara, akhirnya pelaku diserahkan ke Polsek Padang Utara. “Pelaku telah kita periksa, namun karena laporan korban di Padang Utara, kami serahkan ke Polsek Padang Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Gusdi.

Kapolsek Padang Utara Kompol Yulinasril melalui Kanit Reskrim Iptu Jaswir ND mengatakan, setelah terduga pelaku mengakui perbuatanya pihaknya langsung menuju Sawahlunto untuk menjemput motor korban. “Setelah diperiksa secara intensif, polisi gadungan itu akhirnya mengakui perbuatannya dan mengatakan motor tersebut sudah dijual di Sawahlunto. Kita langsung mengembangan kasus ini. Dan menjemput motor korban ke Sawahlunto,” sebut Jaswir.

Untuk sementara, Jaswir menambahkan, terduga pelaku dijerat pasal 363 jo 362 tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.
Sementara, korban Esthi mengaku percaya saja kepada terduga pelaku karena memang sudah mengenalnya dan tidak menyangka bahwa pelaku ternyata hanyalah polisi gadungan.

“Saya percaya karena mengenalnya. Apalagi dia mengaku sebagai Polisi. Tapi ternyata dia polisi gadungan yang dengan tega mencuri sepeda motor saya. Bahkan ketika saya hubungi, dia dengan mudahnya menjawab sedang pengamanan TdS,” ujar Esthi. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional