Close

Gila! Mata Ditutup Masker, Oknum PNS Rayu Bocah Oral di Kabupaten Pasaman, Korban Diiming-imingi Belanja Gratis di Warung

ilustrasi-pencabulan.

PASAMAN, METRO–Sorang anak yang masih duduk di bangku kelas II SD menjadi korban asusila. Pelaku diduga seorang oknum PNS yang masih keluarga korban, Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman.

Pada saat kejadian, mata korban ditutup dengan masker, tanpa setahu korban terduga tiba-tiba memasukkan kemaluannya ke mulut korban. Korban yang merasa aneh mencoba mengintip dali balik masker, dia terkejut dan marah ketika melihat punya pelaku dan langsung kabur.

Kejadian ini terungkap ketika korban yang tidak terima dengan kejadian itu melaporkan kepada ibunya. Pihak keluarga korban pun sepakat melaporkan peristiwa tersebut ke  pihak kepolisian.

Menurut keterangan keluarga korban inisial AR, yang melaporkan ke pihak kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban hendak jajan di sebuah warung milik kakak terduga pelaku yang kebetulan saat itu terduga sedang menjaga warung tersebut.

Terduga selama ini bertugas sebagai PNS di daerah Bogor, kebetulan sedang pulang kampung. Entah setan apa yang mempengaruhinya, dia malah tega mencabuli anak dibawah umur yang sebenarnya masih keponakannya sendiri.

Pada saat hendak jajan, terduga mengatakan kepada korban, “ Saya kasi jajan gratis’ asal kamu mau diajak masuk ke dalam rumah”. Dengan lugunya, tanpa curiga korban pun masuk ke dalam rumah.

Di depan TV,  mata korban ditutup pakai masker. Kemudian pelaku mengeluarkan kemaluannya dan memasukkannya ke dalam mulut korban. Karena merasa aneh, korban pun mencoba mengintip dari balik masker penutup matanya. Dia terkejut dan marah, lalu menyebut “Oi,, kemaluan”.

Terduga pelaku pun langsung mencabutnya. Sementara korban langsung berlari pulang ke rumah dan melaporkannya pada ibunya.

Ibu korban yang menerima laporan anaknya sempat mendatangi terlapor, dan menanyakan hal tersebut. Awalnya terduga membantah, dia mengatakan yang dia masukkan itu hanyalah permen.

Ibu korban yang tidak merasa nyaman dengan pengakuan terguda memberitahu hal tersebut pada keluarga. Pihak keluarga korban pun kembali mendatangi terduga. “ Setelah kami desak dengan sejumlah pertanyaan, dia pun akhirnya mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Di hari yang sama,  keluarga korban akhirnya memutuskan melapor ke Polsek Rao, namun pihak Polsek meminta agar melapor dulu ke jorong setempat.” Kita juga sempat heran, kenapa kasus asusila harus dilapor dulu ke jorong,” bebernya.

Pihak keluarga mengaku sempat putus asa. Namun pada 3 Oktober 2021 mereka pun memutuskan lembali melaporkan langsung ke Polres Pasaman.  Pihak polres melimpahkan lagi ke Polsek setempat, hingga akhirnya laporan dibuat di Polsek Rao.

Sementara itu, Kapolsek Rao AKP Zulkifli yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut membenarkan. “Betul, kasus tersebut saat ini masih ditangani oleh Reskrim Polres Pasaman bersama tim Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Pasaman.

Untuk kasus, kami hanya menerima laporan saja. Untuk penanganan lebih lanjut akan di proses oleh pihak Reskrim Polres Pasaman dan pihak PPA Polres Pasaman. Sebab, kasus ini merupakan kasus pencabulan anak dibawah umur,”ujar Zulkifli.

Sementara itu, Kasat reskrim Polres Pasaman Iptu Nofrizal turut membenarkan kejadian tersebut. Diakuinya, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

”Ya, betul, kasus yang terjadi beberapa bulan yang lalu, saat ini masih dalam proses lidik oleh pihak kami,”ujar Nofrizal saat dihubungi melalui telepon seluler. (mir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top