Close

Gibran dan Kaesang Dilaporkan kepada KPK, Moeldoko: Istana tidak akan Intervensi

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

JAKARTA, METRO–Moeldoko menjamin Is­tana Kepresidenan tidak akan mengintervensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memproses la­poran Dosen Universitas Ne­geri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun terhadap Kae­sang Pangarep dan Gibran Ra­kabuming Raka.  Meski de­mikian, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) itu ju­ga mengingatkan semua pi­hak agar men­junjung ting­gi asas pra­duga tidak ber­salah. “Begini, jangan mu­­dah se­kali memberikan jud­ge­ment bahwa seolah-olah anak pejabat itu negatif. Anak pejabat itu enggak boleh kaya? Anak pejabat itu enggak boleh berusaha? Ini bagaimana, sih,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (11/1).

Mantan Panglima TNI itu mengingatkan sepanjang bisnis kedua anak Presiden Jokowi itu dalam koridor hukum, maka hal itu tidak jadi masalah. Moel­doko menegaskan semua warga negara punya hak yang sama. “Seperti anak saya, mau berusaha, masak saya larang. Enggaklah,” jelas dia.

Oleh karena itu, jenderal purnawirawan TNI bintang empat itu meminta semua pihak untuk memberikan kesempatan yang sama terhadap siapa pun itu. Di sisi lain, Moeldoko juga meminta masyarakat agar mengembangkan diri dengan baik. “Jangan orang lain nggak bisa bertumbuh, enggak boleh bertumbuh. Bagaimana, sih, negara ini,” jelas dia.

Seperti diketahui, Gibran dan Kaesang dilaporkan oleh dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke KPK, Senin (10/1). Keduanya dituduh mendapat keuntungan dari pihak swasta karena status mereka sebagai anak presiden.  “Ada dua, kan, yang membuat perusahaan gabungan, antara Gibran, Kaesang, dan anaknya petinggi (perusahaan) SM ini, inisialnya AP,” kata Ubedilah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (10/1).

Pria yang akrab disapa Ubed itu mengeklaim menemukan adanya penerimaan dana penyertaan modal untuk perusahaan gabungan yang dibuat Gibran dan Kaesang. Ubed me­nyebut perusahaan yang dibangun dua anak Presiden Jokowi itu mendapatkan dana mencapai miliaran rupiah.  “Itu bagi kami tanda tanya besar apakah seorang anak muda yang baru mendirikan perusahaan dengan mudah, men­da­patkan penyertaan mo­dal dengan angka yang cu­kup fantastis,” ujar Ubed.

Meski tidak menyebut nama perusahaan, Ubed menganggap ada kejanggalan dalam proses penyertaan modal untuk perusahaan milik Gibran dan Kaesang.  Dia pun mengaku sudah menyerahkan bukti pendukung dugaan korupsi tersebut kepada KPK. (tan/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top