Close

Gerombolan Kera Sering Masuk ke SDN 21 Teluk Nibung, Siswa Ketakutan

MEMANJAT ATAP SEKOLAH— Sekelompok kera terlihat memanjat atap sekolah di SDN 21 Teluk Nibung, Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubeg. Kera sering merusak tanaman dan mengganggu kenyamanan siswa saat belajar di kelas.

TELUK NIBUNG, METRO–Segerombolan kera liar yang tinggal di hutan perbukitan dekat  SDN 21 Teluk Nibung, Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubeg, kerap membuat masalah. Kawanan hewan ini sudah sering masuk ke lingkungan sekitar sekolah dan membuat penghuni sekolah ketakutan dan resah.

Menurut pengakuan Amidhia, salah satu guru pengajar di SDN 21,  gerombolan kera tersebut sering memasuki kawasan sekolah dan merusak peralatan. Hewan liar ini juga menghabiskan tanaman yang ditanam di pekarangan sekolah. Bahkan terkadang merusak atap sekolah.

Katanya, gerombolan kera yang masuk dalam lingkungan sekolah  tersebut bukan sekali saja, tetapi gerombolan kera tersebut sudah sering berkeluyuran dalam perkarangan sekolah bahkan sudah meresahkan. Mereka juga masuk ke permukiman warga.

Diceritakannya, pernah kera itu datang saat jam belajar mengajar. Kera itu sangat banyak dan berlarian di atas atap sekolah sehingga mengganggu proses pembelajaran belajar disekolah.

“Kera itu banyak turun dari bukit mengganggu aktivitas belajar mengajar mulai dari pagi hingga siang disaat anak sedang belajar dan istirahat,” ucapnya, Selasa (7/12).

Selaku guru, dirinya tentu sangat mengkhawatirkan kenyamanan dan keamanan para siswa selama dalam proses belajar mengajar. “Kami khawatir akan keselamatan para siswa yang nantinya ketika kera-kera liar tersebut ada yang mengamuk bahkan sampai menggigit siswa atau warga di lingkungan SDN 21 ini,” sebut Amidhia.

“Kami berharap kepada pihak yang berwenang untuk kondisi seperti ini agar bisa sesekali melihat kondisi yang terjadi di sekolah ini. Ditakutkan nantinya gerombolan kera yang turun dari bukit tidak terkendali hingga bertambah banyak lagi, karena mereka sudah terbiasa dan menganggap di lingkungan sekolah sudah menjadi tempat mereka biasa mencari makanan dan bermain,” tambahnya.

Sementara Lukman, penjaga sekolah, juga menyampaikan hal yang sama tentang peristiwa seringnya kera masuk ke lingkungan sekolah.

“Saat jam pelajaran, biasanya kantin sepi, kera itu sering muncul dari belakang dan memanjat jendela sekolah dan berlarian di perkarangan sekolah bahkan ada yang masuk ke kantin. Saya berusaha mengusirnya namun malah merusak plafon, apalagi kera-kera itu banyak berkumpul arah ke toilet siswa. Sehingga siswa pun takut untuk menuju toilet,” pungkasnya. (hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top