Close

Gerindra Pecat Anggota DPRD Kabupaten Solok Septrismen,Gegara Tak Patuhi Partai dan Membangkang, Septrismen: Saya Tunggu Keputusan Pak Prabowo

BERIKAN TANGGAPAN— Anggota DPR Kabupaten Solok Septrismen memberikan tanggapan terkait keputusan MKP Gerindra.

PADANG, METRO–Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra pa­da 9 September 2022 telah me­meriksa dan memutus permasalahan pelangga­ran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Septrismen, Ang­­gota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten So­lok. Dia dipecat sebagai ka­der dan segera digan­tikan di DPRD.

Hal itu dibenarkan Sek­re­taris MKP Gerindra M Maulana Bungaran SH MH. Me­nurutnya, ada bebe­ra­pa persoalan yang mem­buat Septrismen dipecat se­bagai kader Gerindra.

“Bahwa berdasarkan fakta-fakta persidangan, sa­udara Septrismen ter­bukti telah melanggar AD/ART partai. Yaitu berupa ketidakpatuhan kepada par­tai. Tidak menjaga ke­kom­pakan dan melanggar kebijakan yang diarahkan partai,” kata Maulana ke­pa­da wartawan, Selasa (20/9).

Kata Maulana, pelang­ga­ran Septrismen  berpe­ngaruh terhadap nama baik Partai Gerindra dalam hal paripurna DPRD, pem­berian mosi tidak percaya terhadap kader yang du­duk sebagai Pimpinan DP­RD yaitu Dodi Hendra dan permasalahan ketidak­pa­tuhan lainnya.

“Ketidakpatuhan Sau­dara Septrismen terhadap partai juga ditunjukkan dengan tidak membayar iuran wajib anggota DPRD kepada partai selama lebih kurang 25 bulan. Walaupun sudah diberi peringatan oleh partai, tapi tetap tidak didengarkan,” kata Mau­lana Bungaran.

Oleh karena itu, kata Maulana, MKP Gerindra telah memutuskan menya­takan Septrismen selaku kader Partai Gerindra ter­bukti telah melanggar AD/ART. Kedua, memberikan rekomendasi kepada Ke­tua Dewan Pembina dan Ketua Umum Partai Gerin­dra Pra­bowo Subianto un­tuk mem­berhentikan dan mencabut Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Ge­rindra atas nama Septris­men.

“Ketiga, memberikan rekomendasi kepada Ke­tua Dewan Pembina dan Ketua Umum Partai Gerin­dra Bapak Prabowo Su­bianto untuk dilaksanakan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Septris­men sebagai Anggota Frak­si Partai Gerinda DPRD Kabupaten Solok,” tuntas Maulana.

Senada, Sekretaris DPD Partai Gerindra Sum­bar Evi Yandri Rajo Bu­diman mengatakan, sidang MKP telah digelar 9 September 2022. Sebenarnya, sidang itu merupakan si­dang kedua, karena sebe­lumnya digelar secara online atau dalam jaringan (daring) via Zoom. “Pada sidang kedua inilah majelis bisa memberikan kepu­tusan, karena dihadiri leng­kap oleh semua unsur,” kata anggota DPRD Pro­vinsi Sumbar ini.

Kata Evi Yandri, selain dia yang mewakili DPD Gerindra Sumbar, sidang secara langsung di Mah­kamah Partai itu juga diha­diri Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok Jon Fir­man Pandu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Solok Hafni Havis dan Anggota Fraksi Gerindra DPRD Solok Ma­dra Indriawan. “Saudara Septrismen sendiri juga hadir dalam sidang itu,” kata Evi Yandri.

Evi Yandri menyebut, MKP Gerindra sudah me­ng­informasikan hasil kepu­tusan kepada DPD Gerin­dra Sumbar. “Kami sudah diinformasikan oleh Sekre­taris MKP Maulana. Bahwa berdasarkan hasil persi­dangan Septrismen ter­bukti melanggar AD/ART partai.

“Tidak patuh terhadap perintah partai, tidak men­jaga kekompakan dan ke­har­monisan sesama kader partai. Melakukan pem­bangkangan tidak memba­yar iuran (kewajiban) ke partai,” katanya.

Makanya, sebut Evi Yandri, MKP Gerindra me­mu­tuskan mencabut KTA Septrismen dan memu­tuskan melakukN PAW- nya sebagai anggota DPRD. “Tentu hal ini akan menjadi pelajaran bagi semua ka­der Gerindra, agar mema­tuhi AD/ART Partai Ge­rindra,” sebut Evi Yandri.

Sementara, Septrismen melalui video yang bere­dar, mengaku sudah mem­baca berita tentang dirinya. Setelah membaca di media tersebut, ia sebagai kader menghormati keputusan pimpinan partai. Tetapi, berita itu hanya semacam rekomendasi mahkamah partai yang akan diusulkan kepada Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

“Yang berhak meng­angkat dan member­hen­tikan adalah Ketum DPP Gerindra Bapak H Prabowo Subianto. Saya sudah men­jalani semua proses persidangan dan saya su­dah membantah berda­sarkan bukti yang ada,” ungkap Septrismen.

Terkait dengan kewa­jiban kepada partai, Sep­trismen mengaku memiliki data dan sangat banyak yang menunggak. Jika diri­nya saja yang dihukum, ia akan mempertahankan hak­­nya dan akan memper­juang­­kan mencari kebenaran serta keadilan di Partai Gerindra.

“Saya yakin Bapak Pra­bowo akan membaca dan menelaah serta memper­timbangkan apakah me­mecat kader lama yang susah-susah bersama-sa­ma mendirikan partai. Ti­ba-tiba hanya karena ke­sala­han yang menurut kami ten­desius sifatnya, ada be­be­rapa kelompok yang ti­dak suka dengan saya. Saya akan buktikan siapa yang benar. Saya akan menung­gu keputusan dari Bapak Prabowo,” pung­kasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top