Menu

Gerindra Padangpariaman Peduli Korban PHK, Menjahit Masker Dikelola Korong

  Dibaca : 256 kali
Gerindra Padangpariaman Peduli Korban PHK, Menjahit Masker Dikelola Korong
PRODUKSI MASKER— Ketua DPC Gerindra Padangpariaman Happy Neldy memerlihatkan hasil produksi masker buatan ibu-ibu asal Korong Palapa, Sungai Buluah Selatan, Batang Anai, Padangpariaman, kemarin.ist

PDGPARIAMAN, METRO
Wabah covid-19 mulai memakan korban dan menjadikan orang kehilangan pekerjaannya. Seperti yang terjadi di Korong Palapa, Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman. Sejumlah perempuan yang biasa bekerja di pabrik di kawasan itu, tak lagi dipekerjakan, akibat pabrik menutup sebagian produksinya.

Beranjak dari hal itulah, Ketua DPC Partai Gerindra Padangpariaman Happy Neldy mencarikan solusi dengan memberdayakan ibu-ibu membuat masker kain. Intinya untuk menambah pendapatan rumah tangga, apalagi bagi yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di Korong Palapa. Tentunya, masker-masker ini akan dibeli untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

“Kami mendiskusikan ini dengan kepala jorong, apa yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat. Karena tak mungkin hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah atau dermawan saja. Salah satu yang tersampaikan adalah ini, dan kami langsung meresponnya dengan baik. Apalagi Gerindra juga butuh masker untuk disalurkan ke lokasi lain,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padangpariaman ini.

Dari diskusi itu, kata Heppu, didapatkan informasi, upah satu helai menjahit masker adalah Rp2000 dan bisa dijual oleh korong Rp5.000 per lembar. Sisanya digunakan kembali untuk modal dan uang kas PKK. Sejak sepekan terakhir, kegiatan ini sudah berlangsung dan hasilnya sudah lumayan untuk membantu masyarakat sekitar.

“Kami menilai, kegiatan di Korong Palapa ini bisa dijadikan home industri yang dibina oleh Gerindra. Kita akan fokuskan, agar bisa dilengkapi dengan mesin jahit dan alat-alat lainnya. Kami kira ini bisa dibantu dari dana pokir (pokok pikiran) anggota Fraksi Gerindra,” kata Happy Neldy yang bersama tim terus melakukan penyemprotan disinfektan di Padangpariaman.

Happya mengandaikan, jika satu orang bisa memproduksi paling sedikit 100 masker per hari, tentunya bisa mendapatkan upah Rp200 ribu per harinya. “Kami rasa ini bisa menjadi bagian dari solusi untuk mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja. Sesuai arahan Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade, kami harus berbuat untuk membantu masyarakat,” katanya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional