Menu

Gerindra di Atas Angin

  Dibaca : 421 kali
Gerindra di Atas Angin
Ilustrasi

Oleh : Reviandi

HASIL survei Arah Baru Center (ABC) Sumbar mengukuhkan Partai Gerindra sebagai pemenang Pemilu di Sumbar, andai dilakukan 21-25 Februari 2020. Gerindra menempati posisi pertama dengan angka 20,2 persen, disusul mitra “segajahnya” PKS dengan 15,6 persen. Partai lainnya masih di bawah 10 persen, Demokrat (5,7 persen), PAN (5,3 persen), dan lainnya jauh di bawah.

Menariknya, hasil survei itu juga sejalan dengan elektabilitas kader Gerindra, Nasrul Abit (NA) yang sudah mendekati 20 persen, yaitu sekitar 17,4 persen. Memang, masih kalah dari jagoan PKS, Mahyeldi 20,8 dan Demokrat, Mulyadi 20,0 persen. Setidaknya, hasil survei lembaga baru bentukan Erizal eks Institute for Community Studies (InCoSt) ini patut menjadi catatan penting bagi Gerindra.

Selain NA, kader Gerindra yang juga masuk dalam survei itu adalah Indra Catri (NA-IC) yang digadang-gadangkan menjadi calon wakil Gubernurnya. Bupati Agam yang juga ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra Agam itu sudah memiliki modal 3,5 persen, jauh di atas bakal calon pendamping Mahyeldi Audy Joinaldy (0.5 persen). Setidaknya, gambaran yang ditampilkan kemarin itu, NA-IC bisa menjadi harapan Gerindra untuk memenangkan Pilgub 2020.

Satu hal yang membuat Gerindra di atas “angin” adalah komposisi kursi di DPRD Sumbar yang tak butuh lagi mitra koalisi untuk mengusung calon dan mendaftarkannya ke KPU Sumbar Juni mendatang. Dengan 14 kursi sendiri, Gerindra masih “kelebihan” satu kursi dari syarat minimal 13 kursi. Berbeda dengan partai-partai lain yang harus berkoalisi, PKS (10), Demokrat (10), PAN (10), Golkar (8), PPP (4), PKB (3), NasDem (3) dan PDI P (3).

Artinya, jika Gerindra berani – seperti yang disebut Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani yang akan memrioritaskan kader, maka pasangan NA-IC sudah bisa segera dideklarasikan. Meski tak ada partai lain yang mau berkoalisi atau membantu pencalonan. Kabar Golkar akan menjadi kendaraan IC pun kini kian surut, saat masih belum terangnya siapa yang menjadi pemenang Musda Partai Golkar Sumbar beberapa waktu lagi.

Kalau saja benar dipastikan pasangan ini akan diusung di awal atau akhir Maret ini, maka NA-IC sudah unggul dari pasangan lain. Bahkan dari pasangan perseorangan Fakhrizal-Genius Umar yang masih barus berjuang dalam ferivikasi faktual KPU Sumbar. NA-IC diyakini tidak akan susah dalam menembus persyaratan KPU, karena keduanya sudah berkali-kali ikut kontestasi Pilkada Bupati dan Gubernur untuk NA. Andai benar dideklarasikan, sudah dapat ‘cus’ bersosialisasi di tengah masyarakat.

Apalagi saat ini, Mahyeldi yang awalnya seperti “calon” tunggal di PKS, tiba-tiba harus bersaing super ketat dengan Riza Falepi. Kalau DPP PKS tak cepat menyikapi dan terus menggantung siapa yang akan dimajukan, tentu akan berdampak buruk pada dua kader ini. Mereka akan sibuk mencari kepastian, sementara NA-IC sudah “kampanye” kemana-mana. Apalagi, keduanya disebut mendapat dukungan sampai 60 persen di basis masing-masing, Pessel dan Agam.

Calon dari Demokrat yang juga tinggi surveinya, Mulyadi, sepertinya juga belum memiliki progres apa-apa. Meski awalnya pernah didukung oleh Ketua DPW PPP Hariadi yang masih bisa dilihat jejak digitalnya di banyak media, sekarang koalisi Demokrat-PPP ini mengambang. Terlebih setelah Mahyeldi menyatakan menggandeng Audy Joinaldy yang sudah menjadi kader PPP.

Mulyadi juga belum mendapatkan momentum yang tepat untuk “meroket” menjadi nomor satu. Bulan Januari lalu sempat melejit sendirian versi survei SMRC (Saiful Mujani Researc Consultant), Mulyadi seperti sudah “mentok” di angkat 20 persen. Targetnya mendapatkan 30 persen sepertinya akan sulit, di tengah calon-calon lain semakin gencar menebar pesona ke publik.

Saat langkah dua lawan beratnya mulai melambat, Gerindra harusnya memanfaatkan itu dengan melesat sendirian. Apalagi, banyak elemen yang mendukung andak benar NA-IC yang diusung. Keduanya masih berstatus wakil Gubernur dan Bupati, yang tentunya punya sumber daya dan agenda yang banyak untuk menyentuh rakyat. Mereka tinggal memaksimalkan, dan tetap menjaga komunikasi dengan baik.

Sampai kemarin, Gerindra belum memastikan siapa yang akan mereka usung di Pilgub Sumbar. Informasinya, hasil survei yang sedang dilakukan oleh salah satu lembaga survei nasional masih belum keluar. Andai sudah didapat dan diyakini pasangan ini moncer, bukan tak mustahil mereka akan “kampanye” lebih awal. Membiarkan konflik internal PKS dan belum pastinya koalisi Demokrat yang akan menjadi langkah Mulyadi. (Wartawan Utama)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional