Menu

Gereja Katedral Makassar Diserang Bom Bunuh Diri

  Dibaca : 108 kali
Gereja Katedral Makassar Diserang Bom Bunuh Diri
Jenazah terduga pelaku bom

SULSEL, METRO
Aksi teror kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katedral Makassar di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu pagi (28/3) sekitar pukul 10.28 WITA.

Ledakan itu terdengar sebanyak satu kali oleh saksi mata yang berada di sekitar tempat kejadian. Sejumlah aparat kepolisian dari Brimob Polda Sulsel telah berada di lokasi kejadian. Garis polisi pun sudah melintang di halaman luar gereja tersebut.

“Ledakannya tadi di halaman pekarangan gereja. Keras sekali ledakannya sebanyak satu kali bahkan sampai puyeng saya,” kata saksi, Muslimin Daeng Sibali (53).

Sejumlah warga dan pengendara pun sontak singgah dan melihat di sekitar lokasi kejadian. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dalam gereja tersebut. “Ada saya lihat korban. Tapi tidak sampai meninggal. Hanya luka,” tambah Sulaiman, yang biasa berjualan di sekitar gereja.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam menjelaskan bahwa bahwa anggota Sat Brimob Polda Sulsel sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian sekaligus memastikan tidak ada bom lainnya yang disembunyikan pelaku.

“Sedang dilakukan olah TKP oleh anggota, semua berbagi tugas. Anggota yang lainnya juga mengamankan perimeter lokasi dan menutup akses jalan untuk sementara waktu,” kata Irjen Pol Merdisyam.

Dijelaksan Irjen Pol Merdisyam, tim dari Direktorat Sabhara Polda Sulsel juga telah mengerahkan anjing pelacaknya (K9) untuk membantu mengendus kemungkinan adanya bahan peledak yang disembunyikan.

Beberapa kendaraan taktis (rantis) dan perlengkapan lainnya dalam menunjang olah TKP juga dikerahkan untuk memaksimalkan penyelidikan tersebut. Terkait dengan jaringan pelaku bom bunuh diri itu, Kapolda belum bisa memastikan karena tim dari Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga masih sedang mendalaminya.

“Masih dalam pendalaman, jaringan mana. Kami bersama Mabes Polri terus berkoordinasi dan perkembangan lanjutannya pasti akan kami sampaikan,” tegasnya.

Selain itu, Irjen Pol Merdisyam memastikan insiden ledakan bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassarmerupakan bom bunuh diri. Dalam aksinya, pelaku meledakkan bom bunuh diri saat akan memasuki gereja tepat di pintu gerbang gereja, pelaku sempat ditahan oleh oleh petugas setempat sebelum ia meledakkan dirinya.

“Di jalan ada satu motor yang mau masuk ke dalam parkir, sempat ditahan oleh petugas gereja, saat itulah terjadi ledakan yang mengakibatkan korban dari pelaku itu sendiri maupun jemaah dan petugas gereja terluka,” jelas Irjen Pol Merdisyam.

Sementara itu, Irjen Pol Merdisyam menuturkan, pelaku diduga melakukan bom bunuh diri saat masih berada di atas motor, karena jasad dan kendaraan di tempat kejadian perkara menyatu.

“Kalau dilihat, dari tempat kejadian perkara, kita lagi olah TKP, jasad dan kendaraan itu menyatu diduga belum turun karena sempat ditahan oleh petugas. Hingga saat ini tim Labfor Polda Sulsel masih menyelidiki potongan tubuh dari pelaku bom bunuh diri tersebut,” tukasnya.

14 Korban Luka-luka
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, aksi bom bunuh diri yang terjadi di gereja Katedral Makassar mengakibatkan 14 orang luka-luka. Belasan orang itu saat ini menjalani penanganan medis atau perawatan di rumah sakit.

“Total ada 14 ya korban, artinya yang sekarang masih dalam perawatan yang sedang ditangani dokter dan mudah-mudahaan bisa kembali untuk yang sakit ringan,” kata Irjen Pol Argo Yuwono di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Munggu (28/3).

Argo menjelaskan, tiga korban diduga merupakan petugas keamanan gereja. Dia mengalami luka pada bagian leher, dada, muka, tangan dan kaki. “Kemudian juga ada yang security ini, ada juga luka di bagian perut dan kepala ini luka,” ujar Argo.

Selain itu, terdapat tujuh masyarakat yang juga dilarikan ke rumah sakit akibat menjadi korban ledakan bom bunuh diri itu. Sementara itu, empat korban lainnya juga turut dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Di RS Pelamonia ada empat orang, ini juga akibat serpihan, juga ada yang mengenai paha, betis ada juga bola mata, kaki yang terkena sepihan dan juga ada muka yang terkena serpihan,” tandas Argo.

Sementara ini, Argo menduga pelaku pengeboman yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar berjumlah dua orang. Polri akan melakukan pendalaman dari potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

“Informasi di lapangan bahwa ada ditemukan tadi kendaraan yang hancur dan juga ada beberapa potongan tubuh, ini tentunya bagian daripada penyidik dari pihak kepolisian,” ujar Argo.

Jokowi Mengutuk Keras dan Minta Usut Tuntas
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras tindakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Bahkan, dirinya juga mengaku telah menginstruksikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas aksi tersebut hingga ke akarnya. Sebab, tindakan ini sangat meresahkan umat beragama dalam beribadah.

“Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya. Sebab, terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitanya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme, apapun alasannya,” ungkap Jokowi.

Ditegaskan Jokowi, seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan terorisme semacam ini. Untuk itu, dengan adanya keseriusan penanganan terorisme ini oleh Polri, ia meminta agar masyarakat tetap tenang, khususnya dalam beribadah.

“Saya meminta masyarakat agar tetap tenang menjalankan ibadah karena Negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut,” pungkasnya.

Polda Sumbar Tingkatkan Kewaspadaan
Polda Sumbar langsung meningkatkan kewaspadaan pascaterjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, pihaknya melakukan antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi di Sumbar, khususnya di Kota Padang.

“Padang ini terkenal aman, damai, dan tentram. Karena kejadian di Makassar ada (ledakan bom) itu, tapi secara keseluruhan pantauan saya di pusat Kota Padang, namun kami pasti antisipasi supaya tidak terjadilah di Padang,” kata Satake Bayu saat dihubungi wartawan.

Kombes Pol Satake Bayu menuturkan, meskipun belum melakukan pengamanan sejumlah Gereja di Kota Padang dan penebalan di Mapolda Sumbar, namun pihaknya akan tetap bersiaga.

“Belum ada penebalan, sementara masih seperti biasa, nanti mungkin akan dipersiapkan personel untuk mengantisipasi juga mengingat ini sudah masuk Hari Paskah juga,” katanya.

Seperti diketahui, aksi teror bom bunuh diri itu terjadi setelah Densus 88 melakukan penangkapan terhadap terduga teroris di wilayah Jawa Timur sebanyak 22 orang, Sumatra Utara 14 orang, Sumatra Barat tujuh orang dan Jakarta dua orang. (jpg/rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional