Menu

Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan

  Dibaca : 98 kali
Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan
Ilustrasi

PDG.PARIAMAN, METRO – Buang air besar sembarangan dapat menjadi penyebab terserang penyakit yang ditularkan oleh kotoran manusia. Karena itu, gerakan stop buang air besar sembarangan harus gencar dilakukan kepada masyarakat yang masih belum miliki jamban yang sehat.

Demikian diungkapkan Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padangpariaman Armaidi Tanjung, kemarin, pada kegiatan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di Kantor Walikorong Palembayan Nagari Sintuak, Kecamatan Sintoga, Kabupaten Padangpariaman.

Turut memberikan Pemicuan STBM Alfitri Yenti dan M.Ikhwan S dari Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman, dan Walikorong Palembayan Desrial.

Menurut Armaidi Tanjung, buang air besar sembarangan salah satu sumber penyebaran penyakit yang terjadi di masyarakat. Walaupun fasilitas, sarana dan prasarana kesehatan terus dibangun dan ditingkatkan, namun kalau sumber penyakit tidak dicegah, tentu penyakit akan tetap menyerang seseorang.

”Mereka yang belum punya jamban pada prinsipnya dikategorikan empat. Pertama, mampu buat jamban, tapi tak mau membuatnya. Kedua, mampu buat jamban, tapi mau membuatnya. Ketiga, tidak mampu, tapi mau membuatnya. Keempat, tidak mampu, tapi juga tidak mau membuat jamban,” tutur Armaidi Tanjung.

Dalam pemicuan, kata Armaidi, bagaimana masyarakat yang belum memiliki jamban (WC) terpicu membuat jamban sendiri. Ini memang memutuhkan perubahan perilaku masyarakat agar menyadari dan memahami pentingnya ada jamban.
Wali Korong Palembayan Desrial menyebutkan, dari 310 rumah warga Palembayan masih kurang lebih 40 rumah warga yang belum memiliki jamban sehat. Saat ini sudah hadir 23 orang yang mengikuti pemicuan.

”Kita berharap dari pemicuan ini ada hasilnya. Dimana warga membuat jamban sendiri tanpa menunggu bantuan yang belum jelas. Toh jamban tersebut juga untuk keperluannya sendiri,” kata Desrial.

Disebutkan, sampai saat ini akses jamban di Padangpariaman mencapai 63 persen. Artinya, ada sekitar 37 persen warga yang belum memiliki jamban sehat.

”Inilah tugas bersama bagaimana menjadikan 100 persen masyarakat Padangpariaman sudah memiliki dan mengakses jamban sehat,” pungkasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional