Menu

Geopark Silokek Konsep Program Pembangunan Pariwisata, Ditargetkan jadi Warisan Dunia Unesco

  Dibaca : 203 kali
Geopark Silokek Konsep Program Pembangunan Pariwisata, Ditargetkan jadi Warisan Dunia Unesco
GEOPARK—Objek wisata Geopark Ranah Minang Silokek Kabupaeten Sijunjung menupakan konsep pembangunan sektor pariwisata yang menargetkan menjadi warisan dunia Unesco.

SIJUNJUNG, METRO
Geopark Ranah Minang Silokek yang menjadi ikon pariwisata Kabupaten Sijunjung saat ini tengah diupayakan menjadi kawasan warisan dunia atau Unesco Global Geopark. Upaya tersebut merupakan sebagai langkah tindak lanjut pemerintah daerah dalam mengkonsep program pembangunan daerah melalui geopark. Meskipun saat ini kawasan Silokek telah menjadi geopark nasional namun, ditetapkan sebagai warisan dunia oleh Unesco merupakan target utama. Dengan demikian, pengembangan kawasan wisata Silokek akan mendapat kucuran dana dari organisasi dunia, menjadi pendorong bagi seluruh sektor pembangunan yang ada di Kabupaten Sijunjung.

“Geopark Silokek adalah sebuah konsep program pembangunan secara menyeluruh yang dikemas dalam pengembangan sektor pariwisata. Ini adalah salah satu upaya pemerintah daerah untuk membawa anggaran dari pusat dan dari organisasi dunia ke Sijunjung,” tutur Kepala Dinas Pariwisata, Afrineldi.

Dijelaskan, progres pengembangan geopark menuju sebuah heritage atau warisan dunia, terus berjalan. “Ini program jangka panjang. Butuh sejumlah proses dan target yang harus dikejar agar bisa tercapai. Tidak secara instan atau praktis, karena kita memulai dari awal. Saat ini Sijunjung juga masuk nominasi PWA tahun 2020 Sumbar,” jelas Afrineldi.

Dengan demikian, pada sektor pariwisata Kabupaten Sijunjung kini telah menjadi perhitungan ditingkat provinsi Sumbar. Sedangkan ditingkat nasional telah ditetapkan sebagai geopark nasional Silokek. “Alhamdulillah, pariwisata kita sudah menarik perhatian. Target utama menjadikan Geopark Silokek sebagai warisan dunia oleh Unesco,” sebut Afrineldi.

Ditengah pandemi Covid-19 saat ini, sejumlah kegiatan dan program pun sempat dialihkan akibar dampak yang ditimbulkan Covid-19. “Memang saat ini terkendala gara-gara Covid-19, akibatnya program pembangunan terkait pengembangan geopark Silokek yang sudah dirancang sebelumnya tidak berjalan. Jadi bukan fakum atau sifatnya seremonial saja, karena program ini jangka panjang dan prosesnya terus bergulir,” paparnya.

Semenjak ditetapkan kawasan Silokek menjadi Geopark Nasional pada 2018 lalu oleh Kementrian Pariwisata, pemerintah daerah bersama masyarakat terus melangkah untuk menjadikan Goepark Silokek masuk kedalam naungan Unesco, atau menjadi sebuah tempat sebagai warisan dunia. Sebelumnya, Geopark Silokek milik Kabupaten Sijunjung itu telah mengadakan MOU bersama Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dalam melakukan eksplorasi tentang keindahan alam Silokek.

Prof. Ibrahim Komoo selaku Wakil Presiden Jaringan Geopark Global Unesco saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Sijunjung dalam rangka menghadiri sarasehan geologi untuk melihat langsung potensi Geopark Silokek, apakah sesuai atau layak untuk dijadikan sebagai Unesco Global Geopark. Dijelaskannya, hal yang harus dan penting adalah memiliki keunikan dan nilai. “Salah satunya ada keunikan yang dimiliki. Langkah yang tepat adalah adanya MOU dengan IAGI, karena tanpa adanya ahli geologi potensi geopark tidak akan diketahui,” jelasnya.

Setidaknya untuk menjadi sebagai Unesco Global Geopark, Silokek harus memiliki empat kategori diantranya, memiliki nilai saintific, nilai signifikan (kelebihan) nilai estetik dan nilai budaya. “Keempat nilai ini harus dimiliki oleh Silokek, dan itu yang akan kita lihat dalam beberapa hari kedepan. Saya yakin bahwa Silokek memiliki itu swmua,” kata Wakil Presiden Jaringan Unesco Global Geopark, Prof. Ibrahim Komoo, beberapa waktu lalu.

Ketua pengurus pusat IAGI nasional, Ir.Sukmandaru Prihatmoko, M.Econ.Geol mengatakan. Pengelolaan kawasan geopark harus dilakukan dengan tepat. Selain pemerintah daerah, pemahaman itu juga perlu diberikan terhadap masyarakat sebagai ujung tombak. “Selain pemanfaatan sumber daya alam, kita juga harus memperhatikan mitigasi bencana alam yang berpotensi dikawasan tersebut,” tuturnya.

Hal yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa, keberadaan Geopark Nasional Silokek merupakan salah satu langkah untuk menjaga kealamian dan kelestarian kawasan tersebut. Memanfaatkan potensi yang ada tanpa merusak alam. “Untuk mendorong geopark Silokek ke Unesco, ada beberapa langkah yang harus kita lakukan diantarnya agar kita bisa melakukan riset dan penelitian di Silokek untuk mengekspose potensi dan keindahan yang dimiliki Silokek,” terangnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional