Menu

Geopark Silokek Ikon Pembangunan, Sebuah Konsep Pembangunan yang Menyeluruh ke Depan

  Dibaca : 336 kali
Geopark Silokek Ikon Pembangunan, Sebuah Konsep Pembangunan yang Menyeluruh ke Depan
PENGEMBANGAN GEOPARK— Untuk mengembangkan Geopark Silokek, Pemkab Sijunjung belajar ke Pemkab Gunung Kidul yang sukses kelola Gunung Sewu Unesco Global Geopark.

SIJUNJUNG, METRO – Program pembangunan daerah yang telah diapungkan Pemkab Sijunjung melalui Geopark Ranah Minang Silokek membutuhkan keselarasan dan dukungan semua pihak. Keberadaan Geopark bukanlah sebagai proyek maupun memberikan prioritas khusus untuk mendorong kemajuan daerah tertentu, melainkan sebuah konsep pembangunan secara menyeluruh dalam jangka waktu yang panjang.

Setiap pembangunan tidak akan terwujud apabila tidak adanya dukungan dari masyarakat secara umum. Namun, meskipun saat ini status Silokek telah resmi menyandang kawasan taman bumi (Geopark) dari kementrian, realisasi serta wujud pembangunan tersebut terletak pada dampak positif yang diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Sijunjung.

Setidaknya Kabupaten Sijunjung mendapatkan sebuah masukan yang berarti tentang tata cara menjadikan status Geopark sebagai ikon dan daya tarik dalam konsep pembangunan daerah, setelah menggelar kunjungan ke Gunung Sewu Unesco Global Geopark di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah sukses mewujudkan pembangunan daerah dengan konsep Geopark dan masuk kedalam salah satu warisan dunia, Kamis (26/9).

Dikatakan, geopark bukanlah sebuah proyek dan bukan pula sebuah wisata, tapi konsep pembangunan daerah ke depan. Dengan kondisi tanah yang tandus dan kering hanya menjadikan sebesar 25 persen masyarakat Kabupaten Gunung Kidul yang bergerak di sektor pertanian.

“Melihat kondisi tersebut, perlu penggalian potensi yang lain secara maksimal, salah satunya dengan mengkonsep Geopark Gunung Sewu, yang hasilnya saat ini bisa dirasakan manfaatnya masyarakat secara menyeluruh,” tutur GM Gunung Sewu Unesco Global Geopark, Budi Martono dihadapan Bupati Yuswir Arifin, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas PUPR dan jajaran anggota lainnya yang mengikuti study tiru tentang pengembangan geopark.

Menurut Budi Martono, selaku master planning pengembangang Geopark Gunung Sewu, hal utama yang harus dilakukan adalah merubah mindset masyarakat tentang keberadaan geopark itu sendiri.

“Perubahan maindset masyarakat hal yang utama dilakukan, dengan pemanfaatan sumbar daya alam (SDA), kekompakan, tolong menolong serta jiwa membangun. Salah satunya fokus dengan pengelolaan pariwisata dengan pemanfaatan SDA yang ada. Pariwisata yang berbasis masyarakat, karena itu semua diserahkan kepada masyarakat, didukung penuh oleh Pemda dalam pengenbangannya,” uajr Budi yang juga disaksikan Bupati Gunung Kidul, Hj. Badingah dan jajaran dinas di Pemkab Gunung Kidul.

Semua tantangan pengembangan pembangunan Geopark Ranah Minang Silokek oleh Pemkab Sijunjung ke depan telah lebih dahulu dilalui Pemkab Gunung Kidul dalam memoles Geopark Gunung Sewu.

“Tantangan geopark Sijunjung ke depan sudah dilalui Gunung Sewu Unesco Global Geopark. Meskipun adanya perbedaan dinamika yang muncul, tapi itu semua bisa diselesaikan dengan adanya rasa tanggung jawab. Mari kita saling berbagi dan memberi masukan tentang itu. Namun, koordinasi dan kerjasama adalah kuncinya.

Pengembangan Geopark bukan hanya tanggung jawab dinas pariwisata saja, tapi selurub SKPD yang ada, karena geopark adalah konsep sebuah pembangunan secara menyeluruh,” kata Budi.

Sementara, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin mengatakan, keseriusan Pemkab Sijunjung dalam pengembangan Geopark Silokek sudah ditunjukan sejak awal. Hingga penetapan status Geopark Silokek telah disandang semenjak 2018 lalu.

“Kita berharap ilmu dan pengetahuan yang didapat melalui diskusi dengan Pemkab Gunung Kidul ini bisa menjadi contoh dan motivasi dalam mewujudkan pembangunan melalui Geopark Silokek. Kunci pembangunan itu adalah kerjasama dan rasa tanggung jawab,” tutur Bupati Yuswir Arifin.

Sijunjung memiliki SDA dan potensi, dan diharapkan itu semua mampu menjadikan Kabupaten Sijunjung sebagai daerah yang maju dan masyarakat sejahtera.

“Melalui pengembangan Geopark Silokek ini adalah salah satu cara menciptakan magnet dan ikon bagi pembangunan Kabupaten Sijunjung secara menyeluruh.

Karena jika hanya mengandalkan APBD saja, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sijunjung tidak akan terwujud maksimal,” tambah Yuswir Arifin. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional