Menu

Geng Preman Aniaya 2 Siswa SMP di Padang

  Dibaca : 603 kali
Geng Preman Aniaya 2 Siswa SMP di Padang
Timw AR Center menyerahkan bantuan uang tunai dan beras dari Andre Rosiade kepada keluarga Ria di Mata Air, Padang Selatan.
pengeroyokan

ilustrasi

PADANG, METRO–Sekelompok preman mengamuk di depan Rumah Makan Taluak, Jalan St Syahril, Matoaia, Padang. Dengan bersenjata batu, besi dan kayu balok, para preman itu menganiaya dua pelajar yang sedang melintas dengan sepeda motor. Akibat penganiayaan, dua pelajar terluka parah. Kepala luka robek, jari-jari nyaris putus.

Untungnya, pelajar yang diketahui bernama Bobi (16) dan Fiki (13), berhasil kabur dalam peristiwa pada Sabtu (3/10) malam, walau dengan wajah penuh darah. Keduanya langsung menuju Rumah Sakit Tentara (RST) Ganting. Tim medis yang terkejut melihat keduanya berdarah-darah, segera memberikan pertolongan. ”Saya tak tahu, mereka mengamuk saja dan memukuli dengan kayu serta batu,” ungkap Bobi yang kepalanya luka robek karena lemparan batu.

Peristiwa berawal saat Bobi dan Fiki yang masih duduk di bangku SMP pulang setelah mengisi bensin di SPBU Koko, yang tidak jauh dari rumah korban. Usai mengisi bensin, keduanya melanjutkan perjalanannya, sambil bercerita dan bercanda di atas motor. Mereka tertawa.

Sampai di depan Rumah Makan Taluak, Bobi yang mengendarai motor Revo melihat segerombolan pemuda berdiri di pinggir jalan dengan memegang balok dan batu. Merasa tak ada urusan, keduanya tetap lewat tanpa rasa khawatir. Namun, tiba-tiba saja, sekelompok orang itu menyerang. Sekerat kayu balok melayang kuat ke arah Bobi yang sedang melaju. Terkejut, Bobi mengelak, dan berhasil.

Tapi, sial bagi Fiki (13), dia tak sempat mengelak. Ayunan kayu menghantam keningnya. Darah mengucur. Dia terhuyung dan nyaris jatuh dari motor. Kepalanya bocor dan mengeluarkan banyak darah. Karena takut, keduanya tancap gas dengan keadaan berdarah-darah.

“Ketika itu, saya mengelak dan sempat dilempar dengan batu yang mengenai kepala saya. Rasanya sakit. Saat saya lihat, darah mengalir deras. Takut, saya langsung melajukan kendaraan sekencang-kencangnya. Motor sempat oleng, dan kaki Fiki diputar motor, sehingga jari kakinya nyaris putih,” ungkapnya.

Sampai di rumah sakit, keduanya langsung mendapatkan perawatan medis. Bobi yang masih sadar kemudian menghubungi orang tuanya. Mengetahui anaknya menjadi korban penganiayaan, orang tua korban langsung mendatangi rumah sakit. Keesokan harinya, melapor ke kantor Polsekta Padang Selatan dengan nomor laporan LP/386/ K/ X/2015/Sektor Padang Selatan.

Kapolsekta Padang Selatan AKP Eriyanto mengatakan, setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menuju lokasi penganiaayan tersebut dan mengumpulkan keterangan saksi di lapangan. “Untuk mengungkap siapa pelakunya. Selain meminta keterangan dari warga, kita juga telah memintai keterangan dari korban. Sejauh ini, korban mengaku tidak kenal dengan pelaku,” ungkapnya.

Petugas kini tengah memburu para pelaku penganiayaan tersebut. ”Kita sudah mengumpulkan saksi, serta memburu para pelaku. Kalau dapat, langsung dijebloskan ke sel tahanan, sebagai konsekuensi dari perbuatannya menganiaya dua pelajar yang masih SMP,” sebut Kanitreskrim Polsekta Padang Selatan Ipda Joko Supriyanto.

Joko menambahkan, hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui apa motif di balik kasus penganiayaan ini, untuk itu pihaknya akan terus menggali dan mendalami. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional