Close

Generasi Milenial Peduli Wakaf, Wakaf Goes to Campus

PROGRAM WAKAF--Kanwil Kemenag Sumbar melalui Bidang Penais Zawa membuat gebrakan program wakaf goes to campus di UPI. (ist )

PADANG, METRO – Wakaf sebagai salah satu solusi perekonomian umat perlu digali potensinya dengan baik. Sampai saat ini, wakaf belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Wakaf masih bergerak pada aset tidak bergerak. Sementara dalam undang-undang 41 tahun 2004 sudah diatur wakaf produktif.

Menyikapi hal ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat melalui Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) membuat gebrakan wakaf goes to campus, kegiatan ini perdana dilakukan untuk tingkat Sumatera Barat, UPI merupakan kampus pertama yang ditunjuk sebagai sasaran wakaf goes to campus.

Menyambut baik hal ini, pihak UPI YPTK (Universitas Putra Indonesia Yayasan Pendidikan Tinggi Komputer) menghadirkan 175 mahasiswa didampingi dosen. Dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Milenial Peduli Wakaf” wakaf goes to campus dilaksanakan di Gedung Exhibition UPI, Kamis (10/10)

Seperti didampaikan Kasi Pemberayaan Wakaf, Muslimah saat pembukaan, kegiatan ini bertujuan menjadikan mahasiswa memiliki pengetahuan tentang seluk beluk perwakafan sehingga bisa menjadi duta wakaf di Sumatera Barat. Kemudian agar pihak kampus bersedia bekerjasama dalam mengelola wakaf produktif dan sekaligus sebagai nazhir wakaf uang.

Rektor UPI YPTK, Sarjon Defit, berterimakasih dan menyambut baik kegiatan ini karena UPI YPTK ditunjuk sebagai kampus pertama dari 115 perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Sumbar untuk program wakaf goes to campus. Ia berharap mahasiwa UPI khusunya fakultas ekonomi dan bisnis bisa faham apa itu wakaf.

Profesor Kampus UPI ini juga berharap mahasiswa bisa menjadi duta wakaf, menyampaikan apa itu wakaf dan wakaf bisa pendorong ekonomi umat kepada masyarakat dimanapun berada. Ini adalah bentuk literasi dan edukasi bagi mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar diwakili Kepala Bidang Penais Zawa H. Maswar, mengakui ditunjuknya UPI sebagai lokasi goes to campus sudah sangat tepat. Karena UPI menyambut baik dan mendukung penuh program perdana Kanwil Kemenag Sumatera Barat dan Perdana untuk Indonesia.

Dikatakan Maswar, Wakaf goes to campus program baru dan perdana untuk tahun 2019. Tujuannya memperkenalkan perwakafan kepada mahasiswa sehingga mahasiswa faham apa itu wakaf.

“Karena kurang pengetahuan tentang wakaf, saat ini banyak tanah wakaf yang digugat. Mulai dari tanah kuburan, mesjid dan fasilitas lainnya. Sementara tanah wakaf itu sudah diwakafkan nenek moyangnya 30 atau 40 tahun yang lalu. Karena memang surat menyurat belum ada, ini menjadi kelemahan tanah wakaf sejak zaman dahulu. Hal inilah yang digugat,” papar Maswar didepan rektor dan pejabat dilingkungan Penais Zawa.

Ditekankan Maswar inilah salahsatu tujuan utama kegiatan ini, agara supaya mahasiswa menerima dan bisa menyampaikan ke masyarakat di daerah masing-masing bukan hanya di Sumatera Barat.

Diujung arahannya Kabid Penais Zawa ini menyampaikan solusi meminimalisir gugatan terhadap wakaf dengan disertifikatkan.Kemudian menambah keilmuan dan wawasan tentang wakaf. Baik wakaf benda bergerak dan tidak bergerak maupun wakaf uang. (hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top