Menu

Gembong Curanmor Dicokok

  Dibaca : 2131 kali
Gembong Curanmor Dicokok
FOTO BERSAMA— Usai meresmikan Patung Rabab, Bupati Hendrajoni foto bersama.
TSk ranmor dipolsek luki -- oke

Doni Iskandar alias Don Bregol (34), residivis yang sudah dua kali masuk penjara, kemarin dibekuk aparat Unit Reskrim Polsek Lubukkilangan saat berada di warung kopi, Pasar Bandabuek, Kecamatan Luki. Pelaku kembali berulah dan mencuri motor.

PADANG, METRO–Dua kali di penjara, ternyata tidak membuat Doni Iskandar alias Don Bregol (34), jera. Pria bertato ini kembali ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Lubukkilangan saat berada di warung kopi, Pasar Bandabuek, Kecamatan Luki, Rabu (30/3). Ia mencuri sepeda motor.
Pelaku yang merupakan warga belakang Pasar Bandarbuat ini, tak berkutik saat ditangkap. Empat unit sepeda motor yang diduga hasil curian berhasil disita.

Penangkapan Don Bregol ini berawal dari adanya laporan dari korban Hendra Efendi (20) Nomor LP 89/K/III/tanggal 29 Maret 2016 ke Polsek Luki. Mahasiswa asal Batugadang itu, kehilangan sepeda motor Honda Beat saat itu tengah melihat truk yang jatuh di Kelok S, Jalan Raya Padang-Solok, pada 22 Maret lalu.

Menanggapi laporan dari korban, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Luki, yang dipimpin Ipda Edi Surya langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Berselang satu hari, petugas berhasil mendapatkan informasi, ada seorang siswa SMK berinisial DK (16), menggunakan sepeda motor Honda Beat tanpa surat.

Petugas langsung bergerak melakukan penangkapan terhadap DK di kediamannya. Setelah ditangkap, kepada petugas DK tidak mengetahui bahwa sepeda motor yang dipakainya adalah hasil curian. Siswa ini mengaku membeli motor dari pelaku Doni Iskandar (34) seharga Rp2,5 juta.

”Saya tidak tahu sepeda motor ini hasil curian. Kepada saya, pelaku mengaku terdesak butuh uang, dan sepeda motor tersebut surat-suratnya ada. Saya kemudian menyerahkan uang Rp2,5 juta, dan pelaku berjanji memberikan suratnya setelah diselesaikan leasing,” pengakuan DK kepada petugas.

Mendapat pengakuan itu, petugas kembali bergerak melakukan penangkapan terhadap pelaku Doni Iskandar. Pelaku diketahui berada di warung, tak jauh dari Pasar Bandabuek. Tim Opsnal bergerak cepat, dan menemukan pelaku tengah santai minum kopi di warung tersebut. Petugas langsung menangkapnya tanpa perlawanan.

Setelah ditangkap, pelaku langsung diinterogasi oleh petugas, dan mengaku sudah dua kali melakukan aksinya sejak keluar dari penjara, dan satu sepeda motor sudah dijual melalui pelaku berinisial IS (30). Setelah dinterogasi, di sana petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku dan satu unit kunci liter T yang digunakan untuk menjalankan aksinya, dan membawanya ke Polsek.

Setelah itu, petugas kembali bergerak melakukan pengembangan menuju kawasan Pasar Bandar Buat untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku IS yang disebut-sebut terlibat dalam beberapa kasus Curanmor di wilayah hukum Polsek Luki. Setiba di kediaman IS, petugas hanya menemukan dua unit sepeda motor tanpa surat.

Sementara, pelaku diduga telah duluan kabur dari kepungan petugas, karena mengetahui kedatangan petugas. Tak berhasil menemukan pelaku, petugas kemudian menyita dua unit sepeda motor tersebut.

Kapolresta Padang Kombes Pol Wisny Andayana melalui Kapolsekta Luki, Kompol Aswarman mengatakan, satu pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti 4 unit sepeda motor, satu kunci T. Satu sepeda motor sudah jelas hasil curian. Sementara 3 unit sepeda motor, masih didalami dulu, apakah benar hasil curian atau tidak. Namun hingga saat ini pelaku maupun keluarga pelaku belum bisa memperlihatkan surat kendaraan tersebut,” kata Aswarman.

Aswarman menambahkan, pihaknya akan terus memburu pelaku yang berinisial IS untuk mengungkap ke mana saja sepeda motor hasil curian dijual. Pasalnya, diduga pelaku IS berperan sebagai pelaku curanmor, sekaligus penampung kendaraan hasil curian.

”Anggota sudah disebar di lapangan untuk menangkap pelaku. Saat ini kita masih dalami dan terus mengorek keterangan pelaku, untuk mengungkap adanya TKP lain maupun pelaku lain yang terlibat, pasalnya dari hasil lidik, pelaku ini memiliki jaringan, dan sudah dua kali masuk penjara karena kasus yang sama,” ujar Aswarman. Jika terbukti, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional