Close

Gelapkan Uang Yayasan, Wali Nagari Sikucur Barat Ditangkap

GELAPKAN UANG— Wali Nagari Sikucur Barat saat digiring ke Mapolres Pariaman atas dugaan penggelapan uang Yayasan Arisal Aziz.

PDG. PARIAMAN, METRO–Diduga menggelapkan uang Yayasan Arisal Aziz sebanyak Rp72 juta, Wali Nagari Sikucur Barat ditangkap Polsek V Koto Kampung Dalam, Selasa (3/8). Saat ini, wali nagari berusia 40 tahun itu sudah ditahan di Mapolres Pariaman untuk menjalani proses hukum.

Kapolsek V Koto Kampung Dalam AKP Kasman mengatakan, penangkapan Wali Nagari Sikucur Barat, bernama Rafi’i atas laporan Dewan Pimpinan Arisal Aziz pada tanggal 30 Maret 2021 berdasarkan pasal 372 dengan ancaman 4 tahun penjara .

“Penangkapan terha­dap wali nagari itu sesuai setelah pihak yayasan me­­lapor dan selanjutnya ditin­daklanjuti hingga yang ber­sangkutan dite­tapkan se­ba­gai tersangka. Setelah dila­kukan pe­nang­kapan, ter­sangka ke­mu­dian dila­ku­kan penahanan badan di Mapolres Paria­man,” ujar­nya, Selasa (3/8).

Ia menyampaikan, da­lam kasus ini, terlapor yang juga merupakan sek­retaris Yayasan Arizal Aziz ditugaskan membeli tanah untuk yayasan di Korong Alahan Tabek dan Korong Durian Angik. Na­mun su­dah tiga tahun la­ma­nya tidak ada kejela­san terkait tanah yang dibeli itu be­gitupun dengan laporan keuangannya.

Untuk diketahui juga, total uang yang diberikan yayasan senilai Rp500 juta, namun sebanyak Rp72 juta tidak jelas ke mana arah­nya. “Kasus ini masih da­lam penyelidikan. Terlapor sudah ditahan untuk pro­ses penyelidikan,” kata dia.

Kuasa Hukum Tepis Tuduhan

Sementara itu, Kuasa Hukum dari terlapor Sus­pida Lastri menepis du­gaan kalau kliennya ber­na­ma Rafi’i melakukan peng­ge­lapan. “Kami telah me­masukan gugatan atau pem­belaan atas klien kami yang diduga melakukan penggelapan pembelian tanah seluas 18 hektare itu,” sebut Kuasa Hukum Rafi’i.

Dikatakannya juga, klien­nya tidak terbukti ber­salah atas kasus ini karena mereka mempunyai bukti atas pembelian tanah dan hal lainnya. “Uang dan hal lainnya telah dibayarkan oleh klien kami. Kami ada kwitansi dan bukti lainnya. Kita buktikan saja di penga­dilan nanti,” pungkasnya. (ozi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top