Menu

Gelapkan Uang Rp 20 Miliar, 2 Terdakwa Penipuan Investasi Tanah 765 Hektare di Kota Padang Divonis Bersalah

  Dibaca : 149 kali
Gelapkan Uang Rp 20 Miliar, 2 Terdakwa Penipuan Investasi Tanah 765 Hektare di Kota Padang Divonis Bersalah
SIDANG— Dua terdakwa penipuan dan penggelapan investasi tanah 765 hektare di Padang hadir secara virtual saat pembacaan amar putusan.

PADANG, METRO–Terbukti bersalah, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan investasi lahan tanah seluas 765 hektare di Kota Padang, Delfi Andri dijatuhi hukuman penjara 3 tahun 10 bulan oleh oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa Delfi Andri selama 3 tahun 10 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Asni Meri­yenti membacakan putu­san didampingi Hakim Ang­gota Khairulludin dan Ade Zulfiana Sari, Senin (2/8).

Selain itu, majelis hakim juga memvonis terdakwa Eko Malla Asykar 4 Tahun penjara. Kedua terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sesuai Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Memerintahkan ke­pada para terdakwa agar tetap berada dalam taha­nan,” tegas hakim.

Vonis majelis hakim tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar Saat sidang tuntutan Kamis (15/7/) lalu. Dimana JPU Tom­my Busnarma, Miszuarty, dan Afridel, Lusita Amelia Cs menuntut para ter­dak­wa 4 tahun penjara.

Menanggapi vonis ma­jelis hakim tersebut, Ter­dak­wa Delfi Andri yang men­jalani persidangan se­cara virtual dari Rutan Anak Air Padang melalui pena­sihat hukum me­nga­jukan banding. Sementara Terdakwa Eko Malla Asy­kar menyatakan pikir-pikir.

“Baik. Itu hak saudara apakah mengajukan banding atau pikir-pikir ya. Un­tuk itu, sidang kami tu­tup,” sebut Majelis Hakim.

Sebelumnya, Jaksa Pe­nuntut Umum (JPU) pada Kejasaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menuntut kedua terdakwa dengan huku­man pidana selama empat tahun.

Dalam dakwaan dise­but­kan, awalnya pada ta­hun 2018 hingga 2019, ber­tempat di Kendari, Sula­wesi Tenggara. Saat itu, terdakwa Delfi Andri me­nga­jak korban berinisial AS, untuk berinvestasi ta­nah di Kota Padang.

Lalu terdakwa Defli An­dri mempertemukan kor­ban dengan Eko Posko Malla Asykar, di Jakarta. Eko pun mengaku, dirinya kuasa hukum dari Lehar (almarhum) yang mana pemilik tanah dengan luas 765 hektar di Padang. Eko pun, menjelaskan kepada korban bahwa tanah ter­sebut, terdapat surat pen­dukung.

Tak lama kemudian, korban diajak oleh Defli Andri, melihat lokasi tanah. Selanjutnya dibuatlah, kon­sep surat jual beli dan ter­dakwa Eko Posko Malla Asykar, mengaku terhadap tanah,akan terbit sertifikat dan surat yang dikonsep sudah ditangani.

Tak beberapa lama ke­mu­dian, korban mengirim uang sebesar Rp20 miliar dengan cara bertahap. Korban yang merasa cu­riga akhirnya melaporkan kepada polisi, karena me­rasa ditipu. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional