Menu

Gelanggang Silih Baganti: Bangkitkan Bela Diri Tradisional

  Dibaca : 1226 kali
Gelanggang Silih Baganti: Bangkitkan Bela Diri Tradisional
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.

IPSI Silat Logo
TANAHDATAR, METRO–Gelanggang Silih Baganti (GSB) tingkat Kabupaten Tanahdatar kembali digelar untuk yang keenam kalinya, yang tahun ini tuan rumah dipercayakan kepada Kecamatan Rambatan di Nagari Padang Magek.

Kegiatan ini tak terlepas dari dukungan dari Bank Nagari Cabang Batusangkar, yang telah menunjukan dedikasinya terhadap bidang raga seni beladiri tradisi ini. “Tiap tahunya kita tetap memberikan support terhadap kegiatan olahraga kebanggaan Tanahdatar dan silek merupakan warisan budaya yang perlu dipertahankan dan dilestarikan pada masa mendatang,” kata Kepala Bank Nagari Loves Giantino, Sabtu (19/9).

Senada dengan Kepala Bank Nagari, Ketua Panitia Syafril Jamal mengatakan, festival silat tradisional ini perlu terus dikembangkan dan dilestarikan demi menjaga dan melestarikan adat budaya masyarakat Minangkabau. Ketua IPSI Kabupaten Tanahdatar Afrizal mengatakan, GSB ini bertujuan untuk membangkik batang tarandam budaya tradisional dan sebagai sarana pembinaan sasaran-sasaran silat yang ada di wilayah Luak nan Tuo Kabupaten Tanahdatar.

Untuk itu dengan adanya pelaksanaan GSB ini diharapkan mampu menarik para pecinta silat baik dari nusantara maupun mancanegara yang berminat dengan aliran silat yang berasal dari Luak nan Tuo. Sehingga aliran silat yang ada bisa berkembang dan dikenal luas di seluruh dunia.

Ketua DPRD Kabupaten Tanahdatar Zuldafri Darma meminta IPSI Provinsi Sumbar untuk memberikan perhatian lebih kepada perkembangan silat tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Tanahdatar. Sehingga silat sebagai warisan leluhur dapat terus terjaga dengan baik.

Ketua IPSI Sumbar Fauzi Bahar mengatakan,  IPSI Provinsi Sumbar sudah satu tekad dalam memajukan beladiri tradisional yang ada tanpa terkecuali silat tradisional yang ada di luhak nan tuo.

Ditambahkan dalam silat tidak mengenal istilah lawan yang ada cuma teman, sehingga nantinya kalau ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan sampai masuk ke kurikulum di sekolah. “Sehingga otomatis tawuran yang selama ini marak terjadi di kalangan pelajar secara tidak langsung sudah dapat kita redam,” ujar Fauzi.

Wakil Bupati Tanahdatar H. Irdinansyah menyebutkan, GSB ini merupakan ajang pembinaan bagi generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya tradisional. Di samping itu juga diharapkan GSB ini dapat melahirkan atlet-atlet berbakat yang mampu mengangkat nama Kabupaten Tanahdatar di tingkat nasional bahkan internasional.

Wabup juga mengharapkan pada tuo-tuo silek yang ada di Luak nan Tuo dapat saling bekerjasama untuk mewariskan silat tradisional pada generasi sekarang. “Dan kalau ini dapat kita lakukan saya yakin akan banyak prestasi yang akan kita peroleh dari silat nantinya,” kata Irdinansyah. (n)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional