Close

Gegara Salah Paham di WA Grup, Seorang Wanita Lukai Wajah Teman dengan Pisau di Kota Padang

PEMERIKSAAN— Pelaku pengganiayaan terhadap temannya sendiri berinisial RTY (19) saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Padang Kamis (23/9).

PADANG, METRO–Seorang perempuan diamankan Jajaran Unit Jatanras Satreskrim Polresta Padang, Kamis (23/9) sekitar pukul 16.00. Dia diamankan setelah menye­rah­kan diri lantaran diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan.

Diketahui, pelaku ber­inisial RTY (19) warga Jalan DPRD IV RT 02 RW 08 Ke­lurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang ini melakukan tindak pidana penganiayaan di Jalan Gang Tepi Danau Cimpago Ke­lurahan Purus Keca­ma­tan Padang Barat, Minggu dini hari (29/8) sekitar pukul 01.30 WIB.

Akibat perbuatannya, korban yang merupakan teman RTY yakni berinisial AGS (19) mengalami luka pada bagian wajah usai ditusuk menggunakan pi­sau cutter.

“Pelaku kita amankan setelah menjalani peme­rik­saan di Mapolresta Pa­dang. Pemeriksaan dilaku­kan karena pelaku me­menuhi surat panggilan se­bagai tersangka,”ujar Ka­sat Reskrim Polresta Pa­dang Kompol Rico Fer­nanda.

Dia menjelaskan, keja­dian penganiayaan ini bera­wal dari komunikasi saling tuding menuding antara pelaku dengan korban di sa­lah satu WhatsApp Group. Lalu, pelaku me­nga­jak korban untuk ber­temu.

Namun korban meno­lak lantaran hari sudah larut malam. Merasa tidak senang, pelaku lantas da­tang ke rumah korban hing­ga terjadi perkelahian an­tara kedua belah pihak.

Saat terjadi perke­la­hian, pelaku menge­luarkan pisau cutter untuk melukai korban. Meski sempat dile­rai masyarakat setempat, korban AGS mengalami luka pada bagian tangan dan bagian pipi akibat tusu­kan pelaku.

“Merasa tidak senang, orang tua korban mela­porkan kejadian tersebut ke Polresta Padang. Lapo­ran kita terima bernomor STTLP/B/435/2021/SPKT/Polresta Padang/Polda Su­matra Barat. Kemudian di­tindaklanjuti,”ujarnya.

Lebih lanjut eks Kapol­sek Koto Tangah ini me­nye­but, barang bukti dalam kasus ini berupa hasil Vi­sum Et Repertum Nomor 01/IPJ/V22/IX/2021 ter­tang­gal 14 September 2021. “Pelaku dan barang bukti saat ini masih kita proses secara hukum,”ungkap Rico. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top