Close

Gegara Angin Kencang, 4 Rumah Tertimpa Pohon Tumbang di Kabupaten Lima Puluh Kota

POHON TUMBANG— Petugas BPBD Limapuluh Kota membersihkan material pohon tumbang yang menimpa rumah warga Di Jorong Ateh Koto, Nagari Suliki, Kecamatan Suliki pada Kamis (20/10).

LIMAPULUH KOTA, METRO–Angin kencang sejak beberapa hari terakhir menyebabkan pohon-pohon bertumbangan hingga me­nimpa empat unit bangunan rumah masyarakat di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis-Jumat (20-21/10).

Di Jorong Ateh Koto, Nagari Suliki, Kecamatan Suliki pada Kamis (20/10) sekitar pukul 13.30 WIB, pohon tumbang menimpa rumah milik Yenni (54) yang dihuni empat orang ditim­pa. Namun, beruntung tidak ada korban jiwa pada peristiwa naas itu. Pemilik rumah hanya mengalami ke­ru­gian materi sekitar Rp 2 juta akibat rusak ringan bagian rumahnya.

Pada waktu yang sama, juga terjadi pohon tumbang di Jorong Bio-Bio, Nagari Solok Bio-Bio, Kecamatan Harau,. Di sana, dua  rumah milik Indrawadi (47) dan Rosmita (67), yang dihuni 5 orang mengalami kerusakan ringan. Bencana itu menimbulkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 6 juta rupiah.

Sedangkan Jumat (21/10), angin kencang kembali menumbangkan pohon dan menimpa rumah warga di Jorong Ampang, Nagari Piobang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Rumah milik Sudasti (53), mengalami rusak sedang setelah ditimpa pohon dengan ukuran sedang itu.

Bahkan, bagian kamar, dapur, ruangan tamu rumahnya mengalami rusak sedang. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas itu, namun pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian materi mecapai Rp 10 jutaan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, Rahmadinol mengatakan, terhadap bencana pohon tumbang sejak dua hari ini yang menimpa rumah warga, pihaknya sudah melakukan evakuasi material pohon dan melakukan pendataan termasuk mendirikan tenda sebagai antisipasi hujan.

“Pohon tumbang ini dipicu angin kencang yang melanda wilayah kita sejak dua hari belakangan. Ada 4 rumah yang terkena di tiga lokasi berbeda. Korban jiwa tidak ada, hanya kerugian materi akibat rumah mengalami rusak ringan hingga sedang, kita perkirakan belasan juta,” sebut Rahmadinol.

Rahmadinol menuturkan, selain melakukan pembersihan material pohon tumbang, pihaknya juga memasang terpal sebagai pengganti atap rumah warga yang rusak akibat ditimpa pohon tumbang. Hal itu, untuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hujan, air tidak masuk ke dalam rumah.

“Tim TRC kita sudah bergerak cepat dan sudah dilakukan evakuasi material pohon, juga sudah dilakukan pendataan dan pemasangan terval. Dan kita juga sudah menyiapkan kebutuhan darurat seperti satu unit mobil BPBD, satu unit motor, tiga mesin pemotong kayu,” sebutnya.

Rahmadinol, mengimbau kepada seluruh ma­syarakat untuk selalu siaga dengan bencana. Dan jika ada potensi pohon sekitar rumah yang akan tumbang dan mengancam kepada bangunan rumah, untuk dilakukan segera penebangan.

“Kita selalu menghimbau masyarakat kita untuk siaga bencana. Saat ini angin kencang, maka jika ada pohon disekitar rumah yang berpotensi tumbang mengenai rumah, maka segera lakukan penebangan atau pemangkasan,” harapnya. (uus) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top