Menu

Gegana Polda Sumbar Geledah Rumah Teroris di Sijunjung

  Dibaca : 2063 kali
Gegana Polda Sumbar Geledah Rumah Teroris di Sijunjung
Penyerahan DSP BNPB dari Sestama BNPB, Harmensyah bersama Anggota DPR RI, Asli Chaidir kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno disaksikan Kepala BPBD Sumbar, Erman Rahman dan Asisten II Setdaprov Sumbar, Benny Warlis dan Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Jarwansah.
????????????????????????????????????

Selasa (21/12) malam, tim Gegana Polda Sumbar mendatangi rumah Riswandi alias Iwan Koki (40), terduga teroris, di Kapalo Koto, Nagari Padang Sibusuak, Kecamatan Cupitan, Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO–Warga Jorong Kapalo Koto, Nagari Padang Sibusuak, Kecamatan Cupitan, Sijunjung dibuat heboh dengan kedatangan belasan anggota polisi dari, Selasa (22/12) sore. Polisi dari Tim Gegana Polda Sumbar datang ke Kapalo Koto untuk menggeledah rumah Riswandi alias Iwan Koki (40), terduga teroris yang duluan tertangkap Densus 88 di perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah (Banjar-Majenang), Jumat lalu.

Penggeledahan berlangsung selama 1,5 jam. Dengan menggunakan peralatan khusus, petugas yang memakai rompi anti ledak, melakukan penggeledahan dari jam 17.30 WIB sampai pukul 19.00 WIB. Seluruh ruangan rumah diperiksa dengan detail oleh petugas. Namun, tak satu pun petugas mau berkomentar dalam penggeledahan. Padahal, pada penggeledahan sebelumnya, ditemukan bahan yang terindikasi untuk perakitan bahan peledak berupa, bubuk, cairan keras, H2o dua botol dan alat-alat perakit bom.

Usai melakukan penggeledahan, petugas langsung pergi. Kapolres Sijunjung AKBP Dwi Sulistyawan mengatakan bahkan tidak mau berkomentar. “Saya tidak bisa berkomentar, itu wewenang Polda. Bukan Polres,” kata Dwi singkat.

Saat penggeledahan dilakukan, pemilik kontrakan yang bernama Nofri Yenita mengaku tidak terlalu mengenal korban karena kepribadian korban tertutup dan jarang berinterkasi dengan orang sekitar. Iwan telah tinggal di rumahnya selama satu tahun dengan membayar uang Rp3 juta.

Ia meninggalkan kontrakan sebelum batas waktu habis, Iwan dan keluarganya diketahui meninggalkan kontrakan pada tanggal 5 Desember 2015. Ia pergi di malam hari dan meninggalkan barang-barang dikontrakkan dan tanpa pamit kepada pemilik rumah. “Nyo ndak do mangecek pai dari siko do, bahkan barang-barangnyo masih banyak didalam rumah, tapi selang beberapa hari, ado pihak keluarga istrinyo yang manjapuik barang-barang kamari,” tutur Rina.

Ia juga mengatakan bahwa Iwan merupakan sosok yang pendiam, ia memiliki 3 orang anak dan seorang Istri yang bernama Yesi (37), yang memakai Cadar.
Warga sekitar membenarkan hal tersebut, Iwan tidak pernah terlibat dengan kegiatan masyarakat dan tertutup. Akan tetapi, ia sering pergi ke masjid terdekat untuk beribadah.

Warga mengaku terkejut dengan kejadian ini karena di samping jarang bersosialisasi. ”Kami ndak pernah mancaliak hal yang mencurigakan, apo lai nyo jarang manarimo tamu, tapi pernah waktu rayo Idul Fitri patang banyak urang yang berkunjung ka rumahnyo, kamipun dak lo tau sia urang-urang tu,” tambah Rina.

Kepala Jorong Kapalo Koto Imran Catio membenarkan bahwa Riswandi alias Iwan Koki memang jarang bergaul dengan warga sekitar dan tidak memperbolehkan siapapun masuk ke dalam rumahnya. ”Tak ada yang dicurigai apalagi perilakunya selama ini baik-baik saja. Jadi kaget kalau ada penangkapan terhadap dirinya, apalagi dia pernah tinggal di sini,” ujar Imran.

Beberapa warga di sekitar rumah kontarakan yang disewa terduga teroris Iwan Koki beserta keluarganya juga menginformasikan bahwa Iwan Koki kerap memarahi anaknya yang berani keluar rumah untuk bermain dengan anak sebaya lainnya. Iwan Koki tak segan-segan untuk memukul anaknya jika berani melawan perintah ayahnya.

Di lain tempat, Kepala Jorong Tapian Diaro Kenagarian Sijunjung Muspian mengaku tak tahu sejak kapan Iwan berpindah ke Nagari Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan. Setahu dia, selama ini Iwan membuka counter pulsa serta jasa servis handphone di Sijunjung dari tahun 2010 sampai 2012.

Dari data sementara yang diperoleh, Iwan Koki yang bernama lengkap Riswandi tersebut mempunyai seorang istri bernama Yesi Afmarini (39) yang merupakan warga Kenagarian Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung serta mempunyai dua orang anak laki-laki yang bernama ZAA (12) dan HH (8).
Perbatasan Diperketat

Kapolda Sumbar Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto juga menyiagakan brimob di daerah perbatasan dan rawan. Tidak itu saja, tim sniper dan gegana juga disiagakan untuk menjaga kestabilitasi keamanan. ”Meski Sumbar aman, kita tetap waspada dan meningkatkan keamanan. Selain itu, saya juga telah memerintahkan seluruh kapolres agar meningkatkan patroli di daerah rawan,” kata Bambang kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (22/12).

Bambang mengatakan, terkait adanya penangkapan sembilan kelompok jaringan terorisme Santoso, salah satunya merupakan warga Jorong Tapian Diaro Kanagarian Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Sumbar, Riswandi. “Dia ini merupakan ahli perakit bom. Riswandi ditangkap di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Jumat (18/12) lalu,” kata Bambang.

Pasca penangkapan Riswandi, Kapolda Sumbar telah membentuk tim untuk menelusuri apakah adanya jaringannya di Sumbar dengan menelusuri riwayat hidupnya dan mengiterogasi tetangga dan orang-orang terdekatnya. “Hingga saat ini kami belum ada menemukan ataupun mendeteksi jaringannya, dari hasil penyelidikan kami disana, Meskipun begitu kami tetap waspada terhadap ancaman itu,” katanya.

Bambang juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar bisa bekerjasama dengan kepolisian untuk mengungkap jaringan terorisme di ranah minang ini. “Tanpa ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat, kami tidak bisa bekerja maksimal. Apabila ada ditemukan seseorang yang mencurigakan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” pintanya.
Tingkatkan Patroli

Jelang perayaan Natal dan pergantian malam tahun baru, Kapolda Sumbar juga memerintahkan seluruh kapolres melakukan operasi pekat dan cipkon. Dua operasi ini, diharapkan bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan untuk seluruh masyarakat. ”Dua operasi ini akan terus digelar untuk mencegah adanya pelaku kejahatan yang akan beraksi,” ujar Bambang.

Dijelaskannya, dua operasi ini menjadi target sasaran, seperti premanisme, dan penyakit masyarakat lainnya. Selain itu, untuk operasi cikon ini, bertujuan untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman di tengah masyarakat.

”Kita akan membuat masyarakat Sumbar aman dan nyaman saat beribadah maupun berliburan jelang malam pergantian tahun. Selain itu, saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat bisa bertoleransi antar beragama untuk menciptakan humanis,” pintanya. (cr1/r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional