Menu

Gedung Promosi Koperindag UMKM Belum Dimaksimalkan

  Dibaca : 119 kali
Gedung Promosi Koperindag UMKM Belum Dimaksimalkan
PERESMIAN GEDUNG PROMOSI— Pengguntingan pita tanda diresmikannya pemakaian gedung promosi Koperindag UMKM Kabupaten Solok, beberapa waktu lalu. (ist)

SOLOK, METRO – Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Pedagangan dan UMKM (Koperindag UMKM) Kabupaten Solok, Eva Nasri mengatakan, saat ini gedung promosi yang beralamat di Bypass Nagari Salayo, Kecamatan Kubung tersebut memang belum sepenuhnya terisi, sebagaimana perencanaan dari awal.

Sebab kebanyakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bidang pangan olahan belum satupun memasarkan produk di gedung khusus promosi produk asli Kabupaten Solok. walaupun demikian, untuk produk kerajinan sudah ada yang terpajang disana.

“Saat ini kami dengan pihak terkait masih merancang regulasinya bagaimana, karena itu saat ini kami masih fokus dalam pengembangan dan menjalin kerjasama,” kata Eva Nasri, Jumat kemarin.

Rencana kedepan penggunaan gedung promosi akan dilakukan dengan pihak ketiga, hal tersebut dilakukan untuk menarik minat pelaku usaha. Lalu, disana juga akan ditempatkan lagi pegawai yang mempunyai kompetensi di bidang Entrepreneur, agar mereka juga bisa menjadi konsultan bagi UMKM yang ingin menyelesaikan sebuah masalah.

Persyaratan utama bagi pelaku UMKM untuk meletakkan produknya disana, yang pertama adalah mereka yang sudah mempunyai izin PIRT, karena pihaknya juga ingin memberikan produk yang terpercaya kepada konsumen karena ini menyangkut nama Kabupaten Solok.

“Tentunya kualitas adalah perhatian kitam dan salah satu syaratnya tentu harus mempunyai izin PIRT. Sehingga kita juga bisa memberikan jaminan kepada konsumen,” sebut Eva Nasri.

Tahun 2019 ini, tercatat ada sebanyak 12.786 UMKM yang aktif di kabupaten Solok, kebanyakan mereka bergerak dibidang makanan olahan dan dibidang fashion seperti menjahit, dan membordir.

Rata-rata merupakan industri rumahan yang dikelola keluarga sendiri. Dan umumnya masalah modal masih menjadi permasalahan klasik yang dialami si pelaku usaha.

Sebagai langkah bagaimana menyikapi permasalahn modal, Eva Nasri menjelaskan, para pelaku usaha dituntut untuk benar-benar siap dan mampu bersaing di pasar bebas.

Dengan meningkatkan kualitas produk, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dan yang terpenting adalah meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mencari alternatif permodalan, melalui Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan (BRI, BNI, Bank Mandiri), dan sumber dana dari lembaga keuangan lainnya seperti koperasi, Kredit Mikro Nagari, PMPN dan lain sebagainya.

“Kami akan membantu memfasilitasi pelaku usaha terhadap sumber permodalan ketiga seperti Bank dan BUMN, sekaligus juga mensosialisasikan bagaimana melakukan pinjaman, serta pihak ketiga tersebut bisa membantu pelaku UMKM,” imbuhnya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional