Close

Gebyar PAUD, Tekan Stunting di Padang­pa­riaman

Kabupaten Padangpariaman, kemarin, gelar jambore gizi terintegrasi dengan implementasi germas, gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan vaksinasi vovid-19.

PDG.PARIAMAN, METRO–Kabupaten Padang­pa­riaman, kemarin, gelar jambore gizi terintegrasi dengan implementasi germas, gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan vaksinasi vovid-19 “Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemitraan dan aksi bersama mencegah stun­ting sejak dini demi mewujudkan generasi sehat, cerdas dan berprestasi untuk Padangpariaman berja­ya,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin. Katanya, program perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu u­paya untuk meningkatkan derajat kesehatan masya­rakat yang ditandai dengan menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 15% dan Stun­ting 28 %.

Dikatakan, masalah stun­ting di Kabupaten Pa­dangpariaman berdasarkan Riskesdas 2018 menunjukkan Data Stunting di Kabupaten Padangpariaman sebesar 26% dan turun tahun 2019 menjadi 21.1 %( SSGBI 2019).

Sedangkan data stun­ting lanjutnya,  berdasarkan hasil surveilans gizi tahun 2019 dengan cakupan entryan data balita di a­pli­kasi e PPGBM Sebesar 82 % angka stunting Kabupa­ten Padangpariaman sebesar 20.5% pada tahun 2017 pada tahun 2019 angka Stunting 16.1 %, tahun 2021 ini 10.55% dengan cakupan penimbangan sebesar 78.8%.  “Gizi merupakan salah satu komponen yang harus dipenuhi suatu bangsa, untuk mewujudkan ma­syarakat yang sehat. Terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Balita yang mengalami kekurangan gizi kronis, akan mengalami stunting. Stunting menjadi ancaman besar bagi negara, karena stunting pada anak balita dapat menggangu per­kem­bangan otak (kognitif). Hal ini akan menurunkan prestasi anak dalam pendidikan, yang pada akhir­nya akan berdampak me­nurunnya kualitas SDM bangsa Indonesia,” ung­kapnya.

Lebih jauh dikatakan, stunting, wasting, obesitas dan kekurangan gizi mikro lainnya. Seperti anemia, yang juga masih menjadi tantangan besar. Hal ini merupakan ancaman besar bagi negara, karena akan berdampak pada me­nu­runnya kualitas sumber da­ya manusia ke depannya.

“Arah pembangunan kesehatan saat ini, dititikberatkan pada upaya promotif dan preventif yang dinilai dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih luas dan lebih efisien dari sisi ekonomi. Pembangunan SDM kesehatan yang berkelanjutan mutlak diperlukan, salah satunya upaya perbaikan gizi ma­syarakat. Karena perma­salahan kesehatan dan gizi dapat mempengaruhi kua­litas hidup sehat pada usia produktif dan kualitas sumber daya generasi penerus bangsa,” jelas Suhatri Bur.

.Senada dengan itu, Direktur Gizi Kementrian Kesehatan RI. Diah Yuniar Setiawati mengatakan bah­wa dibutuhkan kerja­sama dalam meningkatkan perbaikan gizi dalam bentuk meningkatkan derajat kesehatan mulai dari balita. “Kami sangat meng­apresiasi kegiatan ini, karena Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sudah mengenalkan perbaikan gizi dan kesehatan yang yang benar sejak dari PA­UD. Sehingga nantinya, ini menjadi bekal kedepannya. Begitu juga melalui GERMAS diharapkan ma­syarakat sadar akan pen­tingnya perilaku hidup sehat. Kami juga mengingatkan agar seluruh masya­rakat mau divaksin dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam men­jalankan aktivitas sehari-hari. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dengan bermitra dengan seluruh lintas sektor dan tokoh masyarakat demi mewujudkan Padang Pariaman sehat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupa­ten Padangpariaman H Yu­tiardy Rivai mengatakan bahwa tujuan jambore gizi terintegrasi dengan implementasi germas, gebyar PAUD dan vaksinasi covid-19 yakninya dalam rangka menyambut hari kesehatan nasional ke 57 tahun yang jatuh pada tanggal 12 November 2021.

“Kemudian, upaya me­ningkatkan kemitraan de­ngan lintas sektor dalam aksi bersama percepatan penurunan dan pecegahan stunting. Selanjutnya, pe­nguatan implementasi GER­MAS di Kecamatan dan Nagari lokus stunting. meningkatkan kesadaran masyarakat untuk implementasi GERMAS baik di rumah, sekolah dan ling­kungan sekitar, meningkatkan upaya intervensi terintegrasi masalah kesehatan dan gizi bersama lintas program dan lintas sektor, meningkatkan pengeta­huan masayarakat tentang gizi seimbang serta me­nyebarluaskan informasi dan promosi kepada ma­syarakat tentang pentingnya gizi yang optimal da­lam pembangunan SDM yang berkualitas, meningkatkan peran media massa dalam kampanye gizi seimbang pada anak PAUD, remaja sebagai sa­lah satu upaya penanggulangan stunting,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pa­dangpariaman Anwar me­ngatakan, kegiatan ini me­rupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan yakninya untuk mengenalkan perbaikan gizi dan kesehatan yang benar sejak dini. “Tentunya ini merupakan kegiatan yang positif, dalam mempersiapkan generasi penerus mulai dari usia dini. Sehingga mereka telah mengenal gizi dan kesehatan dari usia dini,” tambahnya  engakhiri. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top