Close

Garin Musala Cabuli 2 Bocah di Ke­camatan Payakumbuh Ba­rat, Modusnya Ajari Korban Bersuci

CABUL— Garin musala berinisial DJ yang diduga mencabuli dua anak di bawah umur diamankan di Mapolres Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, METRO–Bejat. Seorang garin atau marbut musala di Ke­camatan Payakumbuh Ba­rat, Kota Payakumbuh tega mencabuli dua bocah pe­rempuan. Modusnya, garin itu berpura-pura me­nga­jari para korbannya ten­tang tata cara men­sucikan diri usai buang air kecil.

Namun, aksi bejat garin berinisial DJ (24) ini ter­bongkar setelah korban Bunga (nama samaran-red) yang masih berusia delapan tahun dengan po­losnya menceritakan ke­pada orang tuanya terkait yang telah dialaminya saat bermain di musala.

Mendengar cerita itu, orang tua korban pun di­buat emosi dan langsung melaporkan garin musala itu ke Polres Payakumbuh. Menindaklanjuti laporan orang tua korban itulah, tim Unit Pelayanan Pe­rem­puan dan Anak (PPA) Sat­reskrim Polres Paya­kum­buh langsung me­nang­­kap pelaku.

Diketahui, pelaku dici­duk Polisi di musala tempat ia bekerja dan tinggal sejak setahun belakangan ini. Dari penangkapan itu, pe­tugas juga mengamankan barang bukti berupa satu helai baju kaus warna me­rah, satu celana panjang warna merah dan satu ce­lana dalam dalam warna kuning.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira, disak­sikan Waka Polres Kompol Russirwan, melalui Kasat­reskrim Iptu Alva Zakya Akbar mengatakan, pen­cabulan yang dilakukan pelaku DJ ini berawal ke­tika pelaku berada di mu­sala sedang main catur dengan seseorang.

“Saat bermain catur, korban datang ke musala dan ingin ikut bermain catur dengan pelaku. Na­mun, pelaku DJ baru me­nemani korban main catur setelah selesai bermain dengan teman­nya,” ung­kap Iptu Alva kepada war­tawan, Senin (24/10).

Ditambahkan Iptu Al­va, saat sedang asyik ber­main catur di musala itu, pelaku DJ bertanya-tanya kepada korban terkait me­nyucikan diri usai buang hajat. Selanjutnya, pelaku membujuk korban agar bersedia diajari cara me­nyucikan diri.

“Pelaku bertanya kepa­da korban, setelah pipis apakah dicuci atau tidak? Kemudian korban sempat menjawab, tidak. Ke­mu­dian pelaku menanyakan kepada korban mau diajar­kan cara membersihkan kemaluan usia pipis. De­ngan jawaban mau, akhir­nya pelaku memprak­tek­kan di dalam musala ba­gian belakang. Saat mem­praktekkan itulah pelaku melakukan aksi cabul kepa­da korban,” ungkap Iptu Alva.

Dikatakan Iptu Alva, dari hasil pemerikaan, pela­ku mengakui melakukan aksi cabul dengan modus mengajarkan anak di ba­wah umur mencuci kema­luan usai buang air atau pipis. Selain itu, pelaku juga mengakui sudah mela­ku­kan pencabulan terhadap dua anak yang sering ber­main ke musala.

“Pengakuannya kepa­da kita sudah dua kali kepa­da anak yang berbeda. Dan memang modusnya sama, ingin mengajarkan bagai­mana cara menyucikan diri. Namun, pada aksi pertama tidak dilaporkan oleh korbannya. Pada aksi kedua ini baru dilaporkan, dan langsung kita proses,” ucap Iptu Alva.

Disampaikannya, aksi DJ yang sudah tinggal sela­ma 1 tahun di musala itu, ketahuan setelah korban bercerita kepada orang tuanya di rumah atas per­lakukan garin. Akhirnya, orang tua korban pun me­la­porkan garin itu ke Polres agar pelaku mempertang­gungjawabkan per­bua­tannya.

“Ketahuannya ketika korban menceritakan apa yang dilakukan pelaku ini kepada orangtuanya, se­hing­ga keluarga tidak teri­ma  atas kejadian itu dan langsung menyampaikan kepada aparat RT,RW, ke­lurahan dan kepolisian,” sebutnya.

Atas kejadian itu, kini DJ terancam pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI no 23 tahun 2002  tentang perlin­dungan anak jo UU RI No 17 tahun 2016 tentang pene­tapan peraturan peme­rintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang peru­bahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlin­dungan anak menjadi UU. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun pen­jara,” tutupnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top