Menu

Garin Musala Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

  Dibaca : 605 kali
Garin Musala Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
PEMERIKSAAN—Jajran Polres Agam bersama tim medis melakukan pemeriksaan pada tubuh garin musala yang ditemukan tewas gantung diri. (peri rahman/posmetro)

AGAM, METRO – Tragis. Pria paruh baya yang sehari-hari menjadi garin musala ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di Pulai Jorong Batang Piarau, Kecamatan Lubuk Basung, Kamis (14/11) siang sekitar pukul 01.00 WIB. Saat ditemukan kondisi tali melilit di leher korban yang diikatkan pada kayu atap rumah, sontak membuat warga setempat geger.

Rumah sederhana yang ditempati korban Mardison (55) pun penuh sesak dengan ramainya warga yang berduyun-duyun datang untuk menyaksikannya. Warga tak menyangka, orang yang biasa adzan di musola telah berpulang dengan cara gantung diri. Tak lama berselang, Polisi datang melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan pada tubuh korban.

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan melalui Paur humas Aiptu Septa beny Putra mengatakan, dari keterangan tetangga korban bernama Leni Murni mengaku sekitar pukul pukul 11.30 WIB, ia masih melihat korban sedang mencangkul di laddang belakang rumahnya dan saksi tidak tidak menaruh curiga apapun.

“Namun di saat sudah masuk waktu sholat zuhur, Leni tidak mendengar korban yang menjadi garin di Musala Jaba Nur melaksanakan azan. Sehingga membuat Leni heran, karena korban yang selalu mengumandangkan azan. Merasa curiga, Leni mencoba mencari korban ke belakang rumhanya dengan anggapan korban tertidur usai mencangkul,” kata Aiptu Septa Beny.

Namun, setelah dilakukan pencarian di belakang rumahnya , Leni tidak menemukan korban. Merasa penasaran Leni pun langsung memberitahu kepada suaminya kalau korban tidak ada terlihat dan tidak juga azan di musala. Sedangkan korban tidak diketahui.

“Suami Leni mendengar hal tersebut langsung mencari korban dan menelusuri lokasi-lokasi korban ini melaksanakan aktifitasnya,namun upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Akhirnya suami Leni memutuskan untuk mencari korban ke rumahnya. Sesampai di rumah korban, suami Leni melihat rumah korban terkunci,” ungkap Aiptu Beny.

Aiptu Septa Beny menjelaskan, bahkan ketika nama korban dipanggil-panggil tidak ada sahutan. Suami Leni pun berinsiatif mencari tangga agar bisa masuk ke dalam rumah korban. Masyarakat mulai berdatangan untuk memastikan kondisi korban berada di rumahnya, hingga akhirnya suami Leni berhasil masuk ke dalam rumah melalui atap rumah.

“Ketika sudah berada di dalam rumah, suami Leni kaget melihat korban sudah tergantung. Ia pun langsung berlari membuka pintu rumah untuk mengajak warga lainnya menyaksikan penemuan tersebut dan kemudian melaporkannya ke Polres Agam. Tak lama berselang, Polisi bersama dokter Puskesmas Lubuk Basung,” ujar Aiptu Septa Beny.

Dari hasil penyelidikan, Aiptu Septa menjelaskan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban tewas disinyalir memang murni gantung diri dengan mengunakan tali. Setelah di lakukan pemeriksaan tersebut korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

“Terkait penyebab korban gantung diri belum diketahui pasti karena selama ini korban tidak ada mengeluh. Informasinya akan di kebumikan hari ini juga di padam perkuburan keluarga,” pungkasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional