Menu

Gara-gara Belajar Online Anak sering jadi Sasaran Amarah Ortu

  Dibaca : 320 kali
Gara-gara Belajar Online Anak sering jadi Sasaran Amarah Ortu
Habibul Fuadi, Kepala Disdik Kota Padang

KURANJI, METRO
Pembelajaran online ternyata telah meninggalkan kesan yang tak enak pada sejumlah orang tua terhadap anaknya. Sejumlah orang tua kini mengaku lebih sering memarahi anak mereka karena kerap tak paham saat belajar online.

“Acok berang ambo ka anak ini. Acok kanai arik inyo dek ambo. Lah dikecek an iko, nan nyo buek lain. Naik taruih gulo ambo waktu mangawanan inyo baraja,” sebut Iros (34), salah seorang orang tua murid kepada POSMETRO, Kamis (17/9).

Diakuinya, menemani anak belajar online, kini jadi beban mental tersendiri baginya. Bahkan dirinya sempat sampai melempar HP karena anak yang diajari tidak mau mengerti juga. “Dikawanan baraja, taraso jadi baban. Tapi kalau indak didampingi baraja, nan tugas-tugas sakolah ko ndak nyo karajoan,” celoteh Iros.

Ibu lainnya Marni (32) juga mengakui hal yang sama. Marni sekarang juga mengaku sering emosional pada anaknya. Terutama pada saat menemaninya belajar online. “Kadang ambo ibo jo anak ko. Kanai berang taruih se. Kalau dibiakan sajo, nyo sumbarang buek se,” kata Marni.

Retni (40) mengaku berbeda. Ia membiarkan saja anaknya belajar sendiri tanpa memarahi sang anak. Kalaupun anak terkendala ia meminta pada anak untuk semampunya belajar. Jika tak tahu, ia meminta anak bertanya ke kawan lain. “Jan gara-gara baraja online, anak kanai berangan taruih. Tertekan perasaan inyo beko,” tukasnya.

Menurutnya, anak pasti akan sulit memahami pelajaran tanpa kehadiran sang guru disampingnya. Yang penting menurutnya, anak sudah berusaha memahami pelajaran semampunya. Jika tak mampu juga, maka seharusnya orang tua tak perlu memarahi sang anak karena akan merusak mental mereka.

“Jangan gara-gara belajar online pula anak kita menderita. Bahkan ada sampai membunuh anak. Itu namanya orang gila,” sebut ibu lima anak ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi berharap para orang tua bersabar saat menemani anak saat belajar online. Jangan sampai anak jadi korban amukan amarah orang tua. Karena itu akan berpengaruh buruk pada psikologi sang anak.
“Tolong anak jangan dimarahi saat belajar. Jika ada yang tak mengerti bisa bertanya ke gurunya atau ke teman-temanya yang ada di grup sekolah,” sebut Habibul.

Diakui Habibul, belajar online tidak akan semaksimal belajar tatap muka. Namun karena kondisi Kota Padang masih belum stabil karena Covid-19, pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan sampai sekarang.

Ia kembali mengimbau semua masyarakat khususnya orang tua agar selalu mematuhi protokol kesehatan untuk memperkecil angka penularan. Karena semakin banyak yang terkena, pelajaran tatap muka tidak akan dilaksanakan. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional